
LATIHAN: Para pemain Madura United saat menjalani sesi latihan di salah satu lapangan futsal di Surabaya beberapa waktu lalu.
Madura bakal diwakili tujuh klub di berbagai divisi dalam kompetisi tahun ini. Efek dominonya, bakat-bakat setempat mulai bermunculan.
----------
UNTUK sebuah tim dari pulau yang selama ini boleh dibilang tak punya ’’DNA’’ sepak bola, apa yang diraih Madura United musim lalu bisa dibilang fenomenal. Sempat memimpin klasemen dalam waktu yang lama, tim berjuluk Laskar Sape Kerrap itu akhirnya hanya kalah oleh dua raksasa tanah air, Persipura Jayapura dan Arema FC.
Tidak heran kalau keberhasilan mereka finis di posisi ketiga itu langsung membuat kegairahan baru terhadap sepak bola di Madura. Di musim kompetisi tahun ini, terdapat tujuh tim dari empat kabupaten di sana yang akan bertarung di berbagai divisi. Positifnya lagi, merebaknya klub itu disertai bermunculannya talenta lokal.
’’Bisa dibilang Madura kini adalah lahan subur untuk memupuk talenta muda. Itulah sebabnya mengapa saya tertantang melatih di sini (Madura),’’ ujar pelatih anyar Persepam Madura Utama Rudy William Keeltjes kepada Jawa Pos.
Padahal, untuk waktu yang lama, Madura bak kawasan terlupakan dalam kancah persepakbolaan nasional. Bukan saja tidak punya klub dengan prestasi menonjol, putra daerah yang melejit menjadi bintang lapangan hijau tanah air juga tidak ada.
Kini semuanya mulai berubah. Pulau Garam itu sekarang punya tiga klub yang akan berkiprah di kompetisi profesional: Madura United, Persepam Madura Utama, dan Perssu Sumenep. Di tataran amatir, pulau yang tersambung dengan Jawa lewat Jembatan Suramadu itu bakal diwakili Perseba Bangkalan, Persesa Sampang, Pamekasan FC, dan Cahaya Muda.
Efek dominonya pun mulai terasa. Hampir tidak pernah, baik itu Stadion Gelora Bangkalan maupun Gelora Ratu Pamelingan, banyak kursi melompong saat Madura United berlaga. Itu mengindikasikan bahwa pertandingan mereka digemari penonton yang juga berujung derasnya pemasukan dari sektor penjualan tiket.
’’Kami memang jor-joran dalam memberikan bonus. Tetapi, itu tidak percuma karena pemain juga menunjukkan permainan bagus,’’ tutur Manajer Madura United Haruna Soemitro.
Itu pula yang membuat manajemen Laskar Sape Kerrap itu tidak ragu untuk mengganjar beberapa pemainnya dalam jangka panjang. Mereka adalah Bayu Gatra, Engelberd Sani, dan Angga Saputro. Tiga pemain tersebut mendapat perpanjangan kontrak dua tahun.
Di Indonesia, kontrak dua tahun tergolong panjang. Sebab, rata-rata kontrak pemain di sini hanya semusim. Haruna menambahkan bahwa sudah saatnya sepak bola Indonesia menjadi bisnis yang menguntungkan klub. Dengan memberi pemain kontrak panjang, klub pesaing yang benar-benar menginginkan pemain mereka nanti harus membayar transfer.
’’Kalau kebiasaan mengontrak pemain hanya semusim itu terus dibiarkan, kapan klub bisa maju secara finansial? Padahal, salah satu sektor yang menguntungkan itu adalah transfer pemain,’’ sambungnya.
Efek lain dari kebangkitan sepak bola Madura adalah mulai bermunculannya bakat lokal potensial yang diberi kepercayaan menghuni starting line-up. Asisten Manajer Persepam Madura Utama Nadi Mulyadi menyebut nama Koko Aminullah sebagai contoh.
Pemain yang berposisi sebagai gelandang itu kerap dipercaya sebagai starter tim di Indonesia Soccer Championship (ISC) B tahun lalu. ’’Memang saat ini baru satu yang terlihat. Tetapi, melihat trennya, tahun ini beberapa pemain yang lain bisa berbicara banyak,’’ kata Nadi.
Pernyataan serupa diamini Media Officer Perssu Januar Herwanto. Di tim yang pada ISC B lalu mampu menembus semifinal tersebut terdapat lima putra daerah. Mereka adalah Fazri Ibnu Azis Jibran, Wakil, Nuris Afandi, Jefri Andriawan, dan Ahmad Faiz.

Presiden Prabowo Hadiri Panen Raya TNI: Hari Ini Saya Bahagia
Taruhan 3 Hektar Kebun Sawit Rp 420 Juta demi Final Spanyol vs Argentina Viral, Vincent jadi Saksi
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
Jadwal dan Link Live Streaming Persebaya Surabaya vs PSIS Semarang Hari Ini, Kick-off 15.30 WIB di Gelora Bung Tomo
Resmi! Daftar Susunan Pemain Persebaya Surabaya vs PSIS Semarang, Alex Martins Starter, Ramadhan Sananta Cadangan
Atlet Golf Putri Indonesia Diduga Diculik, Sedang Rayakan Ultah Nenek di Restoran Tiba-tiba Disergap 5 Pria
PWI Pusat Sesalkan Pernyataan Hotman Paris, Minta Hormati Martabat Wartawan dan Kemerdekaan Pers
Prediksi Susunan Pemain Persebaya Surabaya vs PSIS Semarang: Alex Martins Jadi Mesin Gol Baru Green Force
Prediksi Skor Spanyol vs Argentina di Final Piala Dunia 2026: La Roja Siap Gagalkan Mimpi Indah Lionel Messi Cs
Jude Bellingham dan Harry Kane Cadangan! Ini Susunan Pemain Prancis vs Inggris di Perebutan Peringkat Ketiga Piala Dunia 2026
