
Hansamu Yama batal meniti karier sebagai polisi karena ogah bergabung dengan Bhayangkara FC.
JawaPos.com - Bek Timnas Indonesia, Hansamu Yama Pranata, tak akan gabung Bhayangkara FC. Dengan demikian, pemain asal Barito Putera itu pun dipastikan tak bisa melanjutkan cita-cita menjadi polisi.
Seperti diketahui, Yama -sapaan akrab Hamsamu-, berstatus sebagai siswa Sekolah Polisi Negara (SPN) Mojokerto. Sementara, semua pesepak bola dari SPN atau yang sudah menjadi polisi diwajibkan bergabung ke Bhayangkara FC untuk musim ini.
Saat pemain lain memilih menuruti kewajiban itu, Yama justru menolak karena komitmen dengan Barito Putera. Alhasil, seperti diucapkan Asisten Manajer Bhayangkara FC, AKBP Sumardji, Yama tak bisa lagi menjadi polisi karena penolakan itu.
"Yama sudah keluar dari status Polri. Kita sudah kasih tahu, tetap dia tidak mau menjadi polisi. Ya sudah silakan saja," tutur Sumardji.
Sementara itu, Pelatih Bhayangkara FC Simon McMenemy sudah tiba di Indonesia sejak Kamis (12/1) pagi. Simon bertolak dari kediamannya istrinya di Paris, Prancis. Dia sempat transit di Amsterdam, Belanda, sebelum melanjutkan perjalanannya ke Jakarta. Simon meluncur ke Surabaya pada Jumat (13/1).
Meski sudah tiba, Simon tak langsung memimpin latihan dan seleksi Bhayangkara FC karena diberi waktu istirahat lebih dahulu. Pada Jumat (13/1) siang kemarin, Simon telah bertemu dengan pihak manajemen BFC di Mapolda Jatim. Namun, perihal jadwal latihan pertama, Sumardji mengaku belum memastikan. "Biar dia istirahat dulu karena perjalanan panjang dari eropa ke Surabaya. Mungkin besok atau lusa baru latihan," urai Sumardji.
“Nanti, pemain yang terpilih akan berkolaborasi dengan pemain lama yang dipertahankan. Sementara yang tidak terpilih masih punya peluang bergabung dengan Bhayangkara FC U-21,” sambungnya.
Sumardji juga berharap para pemain yang tak terpilih tidak putus asa. Mereka juga masih punya kesempatan untuk mengikuti seleksi musim depan. Dengan catatan, mereka tampil dengan kondisi yang lebih baik.
Dia berjanji proses seleksi kali ini akan berlangsung adil. Semua pemain, termasuk jebolan Timnas U-19 maupun mantan pemain klub lain macam Hendra Sandi, Alsan Sanda, Rully Desrian dan Awan Setho Raharjo memiliki kesempatan yang sama dengan pemain seleksi lainnya. “Karena itu, jangan buang kesempatan, tunjukkan kemampuan terbaik agar terpilih,” ujar Sumardji. (psy/rak/ira/JPG)
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Ultah Ariel NOAH ke-45 Dirayakan Bareng Wulan Guritno, Ada Pelukan hingga Candaan Duda-Janda
Ariel NOAH 18 Tahun Menduda, Dekat dengan Wulan Guritno di Ultah ke-45
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
7 Kebiasaan yang Bikin Ban Motor Cepat Botak, Mana yang pernah Kamu Lakukan?
Viral Pegawai BGN Sindir Korban Keracunan MBG Sambil Makan Chicken Katsu
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Sudah Tak Jadi Menkeu, Uang Rp 100 Ribu Bertanda Tangan Purbaya Malah Diburu
10 Kali Sidang Kasus Kuota Haji, Saksi Beberkan Tak Ada Dugaan Kerugian Negara
Psikolog Umum Kompeten dan Siap Berikan Layanan di Puskesmas, Pendidikan, Organisasi serta Komunitas
Tak Lagi jadi Menkeu, Momen Purbaya Makan Bakso Berdua Istri dan Kembali Nyetir Sendiri

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022