
Kiatisuk Senamuang menyamai pencapaian Peter White
JawaPos.com - Kiatisuk Senamuang berhasil membalikkan semua tekanan menjadi prestasi menawan. Dia membawa Thailand menjuarai Piala AFF 2016 usai unggul agregat 3-2 atas Indonesia.
Pada laga final leg kedua, Sabtu (17/12) malam WIB, Gajah Perang - julukan timnas Thailand, menang 2-0 atas Indonesia di Stadion Rajamangala. Padahal, Thailand sempat tertekan setelah kalah 1-2 pada leg pertama.
Tekanan tersebut sempat membuat Zico - sapaan Kiatisuk, tak bisa tidur. Maklum saja, kekalahan dari Indonesia pada leg pertama cukup mengagetkan karena status Merah Putih adalah underdog.
Selain itu, ada tradisi yang membuat Thailand semakin terpojok. Sejak final Piala AFF menggunakan format home and away mulai 2004, tim yang menang pada leg pertama selalu juara. Artinya, Thailand yang kalah pada leg pertama teradang tradisi tersebut.
Akan tetapi, Kiatisuk mampu membuat Teerasil Dangda cs tetap memiliki mental kuat dan kepercayaan diri yang tinggi. Bermain di depan publik sendiri, Thailand berhasil menang 2-0 pada leg kedua dan berhasil mengukir rekor sebagai peraih juara terbanyak Piala AFF yakni 5 kali.
Berikut fakta menarik Kiatisuk sebagai pelatih timnas Thailand. (epr/JPG)
1. Samai Pencapaian Peter White
Kiatisuk Senamuang berhasil menyamai pencapaian eks pelatih Thailand asal Inggris, Peter White. Seperti diketahui, White mengantarkan Thailand menjuarai Piala AFF sebanyak dua kali dan dilakukan secara back to back pada 2000 dan 2002. Di final, Thailand mengalahkan lawan yang sama, Indonesia.
Kiatisuk juga berhasil mengantarkan Thailand menjuarai Piala AFF dua kali, juga dilakukan secara back to back yakni 2014 dan 2016. Salah satu final melawan Indonesia pada final Piala AFF kali ini.
2. Juara Sebagai Pemain dan Pelatih
Rekor menawan diukir Kiatisuk di pentas Piala AFF. Dia menjadi satu-satunya sosok yang berhasil juara di ajang ini sebagai pemain dan pelatih. Sebagai pemain, Kiatisuk melakukannya sebanyak 3 kali pada 1996, 2000, dan 2002.
Sedangkan sebagai pelatih, Kiatisuk melakukannya pada 2014 dan 2016. Menariknya, saat sebagai pemain dia melawan Indonesia di final pada 2000 dan 2002. Sebagai pelatih, kembali melawan Indonesia pada Piala AFF 2016.
3. Kerap Beruntung Lawan Indonesia di Final
Kiatisuk bisa dikatakan kerap beruntung saat menghadapi Indonesia di partai final sebuah turnamen baik sebagai pemain maupun pelatih. Sebagai pemain, Kiatisuk berhasil menjadi juara dan di antaranya mengalahkan Indonesi di partai final. elain dilakukan dilakukan di Piala AFF 2000 dan 2002, juga dilakukan di final SEA Games 1997.
Kemudian, sebagai pelatih, Kiatisuk menjadi juara di antaranya mengalahkan Indonesia di final. Selain di Piala AFF 2016, juga di SEA Games 2013.

10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
Koperasi Desa Merah Putih di Pakuhaji Sepi dan Bangunan Sederhana, Dinkop UMKM Tangerang: Tidak Dibangun dari Dana Agrinas
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
Kemendiktisaintek Ubah Nama Prodi Teknik jadi Rekayasa, ini Daftarnya
12 Rekomendasi Mall Terbaik di Tangerang 2026: Destinasi Belanja, Kuliner & Lifestyle Favorit
Update Klasemen Usai MotoGP Catalunya 2026: Jorge Martin Gigit Jari, Bezzecchi Masih Tak Tersentuh
Jadwal Moto3 Catalunya 2026: Veda Ega Pratama Siap Jaga Konsistensi di Barcelona
5 Mall Terbaik dan Paling Cozy di Solo, Cocok untuk Menikmati Kuliner, Belanja, dan Nongkrong di Satu Tempat
Sekjen Laskar Merah Putih Minta Presiden Perhatikan Para Jaksa: Mereka Belum Dapat Apresiasi yang Proporsional
Jadwal dan Link Live Streaming Moto3 Catalunya 2026! Misi Berat Veda Ega Pratama Start P20
