
Milomir Seslija memimpin pasukan Arema Cronus berlatih.
JawaPos.com - Meski dalam kondisi pincang akibat banyak pemain andalan yang absen, Arema Cronus tetap optimistis menatap laga tandang ke Perseru. Pasalnya, mereka akan mengusung "Spirit Wamena" pada laga di Stadion Maroara, Minggu (13/11).
Arema pun percaya diri bisa memutus rekor tuan rumah di Stadion Maroara. Pasalnya, Arema punya kenangan manis di tanah Papua. Mereka sempat memberi perlawanan hebat saat berlaga di Stadion Pendidikan Wamena, tiga tahun lalu.
Spirit Wamena tiga tahun lalu diusung untuk menumbuhkan kepercayaan diri tim asuhan Milomir Seslija tersebut. Tahun 2013, Arema bermain bagus dalam laga tandang Papua.
Padahal, sebelumnya diprediksi sangat sulit untuk mencuri poin. Hasilnya, Arema sempat unggul 2-0 terlebih dahulu, sebelum akhirnya berbagi angka dengan skor 2-2.
Kunci dari hasil tersebut, pemain dilarang berpikir hal-hal non-teknis, kecuali persiapan pertandingan. Mereka diminta untuk berkonsentrasi dan fokus pada laga serta mengupayakan bermain semaksimal mungkin.
“Kami teringat saat dulu berhasil mencuri angka di Wamena. Padahal, kalau mau bisa menang, tetapi saat itu hasilnya seri,” ujar General Manager Arema, Ruddy Widodo, kepada Malang Post (Jawa Pos Group).
Menurut dia, kala itu, Arema yang masih dibesut oleh Rahmad Darmawan, berhasil mencatat hasil yang di luar dugaan. Spirit semacam itulah, yang diharapkan dibawa oleh Hamka Hamzah dkk dalam lawatan ke Serui kali ini.
“Kuncinya mereka fokus bermain untuk tim. Kalau sudah fokus, mereka pasti berani menampilkan skill terbaiknya,” beber Ruddy.
Ruddy optimis, jika pemain Arema akan membawa pulang hasil yang lebih bagus ketimbang saat away ke Persipura lalu. Sebab, tim Singo Edan dipastikan juga tertantang untuk memberikan noda berupa kekalahan perdana pada Perseru.
Senada dengan Ruddy, Asisten Pelatih Arema Joko Susilo menuturkan, spirit away ke Wamena, memang bisa menjadi bekal yang pas bagi penggawa Arema. Bahkan, yang diingatkan oleh pelatih dengan sapaan Gethuk itu adalah peristiwa enam tahun lalu, saat berhasil menang di markas Persiwa dengan skor 0-2.
“Apalagi, kondisinya relatif hampir sama dengan enam tahun lalu, yakni tidak ada yang bisa menang saat away ke Perseru. Malahan saat ke Wamena, kami adalah tim pertama yang bisa meraih poin di sana,” ungkapnya.
Dia menuturkan, kala itu memang seperti mengusung mission impossible (misi yang tidak mungkin). Namun, dengan semangat tinggi Arema bisa membawa pulang poin penuh.
Gethuk pantas berkeyakinan demikian, karena di tubuh Arema kini masih ada nama-nama yang bisa ‘bernostalgia’ dengan hasil tersebut. Misalnya Alfarizi, Dendi Santoso, Sunarto, dan Juan Revi.
Malahan, nama-nama tersebut berpeluang turun sebagai starter di pekan ini karena melihat banyaknya pemain yang absen. “Intinya tidak ada yang tidak mungkin. Kami akan coba mengulangi momen Wamena itu di Serui,” yakin dia.
Selain motivasi dari Wamena, Getuk juga ingin menularkan semangat spirit khas Arema di eranya saat masih aktif bermain. Dulu ketika bermain dengan Kuncoro, pernah menang melawan tim bertabur bintang Pelita Jaya.

14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
Jika Persija Jakarta Gagal Juara, The Jakmania Punya Kesempatan Melihat Bobotoh Menangis
Tak Peduli Larangan ke Jepara, The Jakmania Sebut Kebiasaan atau Takut Main di Jakarta saat Persija Jamu Persib
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Persebaya Surabaya Rayakan Kembalinya Bruno Moreira, Bonek Kompak Satu Suara
Pesan Haru Milos Raickovic ke Bonek! Gelandang Persebaya Surabaya Sudah Berikan Segalanya Musim Ini
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Korban Dicekoki Miras Hingga Tak Sadar, Pelaku Pemerkosaan Cipondoh Masih Dicari
Link Live Streaming Semifinal Uber Cup 2026 Indonesia vs Korea Selatan dan Line-up Pertandingan
