
Persib Bandung hanya satu kali gagal dapat poin penuh saat memainkan pertandingan kandang baik di Super League maupun ACL Two. (Dok. Viking Persib Club)
JawaPos.com–Atmosfer panas mulai terasa jelang leg kedua babak 16 besar AFC Champions League Two 2025/26 antara Persib Bandung dan Ratchaburi FC. Laga yang digelar di Gelora Bandung Lautan Api (GBLA), Rabu (18/2) pukul 19.15 WIB, menjadi panggung penentuan bagi Maung Bandung untuk membalikkan keadaan.
Persib Bandung datang dengan beban cukup berat setelah kalah 0-3 pada leg pertama ACL Two di kendang Ratchaburi. Meski demikian, tim asuhan Bojan Hodak menegaskan tidak akan menyerah begitu saja.
Dukungan ribuan bobotoh di GBLA diyakini bisa menjadi energi tambahan di laga ACL Two untuk mengejar defisit agregat Persib Bandung atas Ratchaburi. Hodak menyebut, secara mental para pemain tidak membutuhkan suntikan motivasi tambahan.
Kekalahan di pertemuan sebelumnya justru memunculkan rasa kecewa yang berubah menjadi tekad kuat untuk bangkit. Bojan Hodak melihat ada semangat berbeda dalam sesi latihan jelang pertandingan penting ini.
Menurut dia, para pemain sudah melakukan evaluasi menyeluruh. Mereka menyadari memiliki kualitas yang cukup untuk tampil lebih baik dibandingkan laga pertama. Rasa tidak puas itu kini diarahkan menjadi fokus dan determinasi di atas lapangan.
”Kami tahu bisa bermain lebih baik. Ada banyak hal yang harus diperbaiki dan pemain memahami itu,” ujar Hodak dalam konferensi pers jelang pertandingan dikutip dari persib.co.id.
Kabar positif datang dari kondisi skuad. Beberapa pemain yang sebelumnya absen kini sudah kembali bugar, termasuk Beckham Putra Nugraha.
Dengan opsi yang lebih lengkap, Persib Bandung memiliki variasi taktik lebih luas untuk membongkar pertahanan lawan sejak menit awal.
Sementara itu, kubu Ratchaburi FC tetap waspada. Pelatih Worrawoot Srimaka mengakui bermain di Bandung bukan perkara mudah. Atmosfer stadion dan tekanan dari suporter tuan rumah menjadi tantangan tersendiri bagi timnya.
Meski sudah unggul agregat 3-0, Ratchaburi FC menegaskan tidak akan sekadar bertahan total. Mereka berkomitmen tetap memainkan gaya yang sama seperti di leg pertama. Strategi bertahan hanya akan diterapkan sesuai situasi di lapangan, bukan sebagai pendekatan utama.
Laga ini diprediksi berlangsung dengan intensitas tinggi sejak awal. Persib Bandung dipastikan tampil menyerang demi mencetak gol cepat, sementara Ratchaburi FC berusaha menjaga keseimbangan permainan.
Apakah kebangkitan bisa terwujud di GBLA? Jawabannya akan ditentukan dalam 90 menit yang sarat tekanan dan emosi, sekaligus menjadi ujian mental terbesar Persib Bandung di pentas Asia musim ini.

Fans Persija Datangi Sesi Latihan di Sawangan, Jakmania Bentangkan Spanduk Kritik untuk Manajemen Klub
Kemendiktisaintek Ubah Nama Prodi Teknik jadi Rekayasa, ini Daftarnya
Sekjen Laskar Merah Putih Minta Presiden Perhatikan Para Jaksa: Mereka Belum Dapat Apresiasi yang Proporsional
11 Oleh-Oleh Khas Semarang yang Paling Diburu Wisatawan karena Rasanya Lezat dan Cocok Dijadikan Buah Tangan
Jadwal Moto3 Catalunya 2026: Veda Ega Pratama Siap Jaga Konsistensi di Barcelona
Koperasi Desa Merah Putih di Pakuhaji Sepi dan Bangunan Sederhana, Dinkop UMKM Tangerang: Tidak Dibangun dari Dana Agrinas
5 Mall Terbaik dan Paling Cozy di Solo, Cocok untuk Menikmati Kuliner, Belanja, dan Nongkrong di Satu Tempat
13 Buah Tangan Khas Malang Paling Populer dengan Cita Rasa Lezat dan Harga Ramah di Kantong
12 Rekomendasi Oleh-Oleh Tradisional dan Kekinian Khas Bandung, Wajib Masuk Daftar Belanja Wisatawan Saat Berkunjung ke Kota Kembang
10 Rekomendasi Oleh-oleh Khas Solo yang Selalu Ramai Dibeli Saat Musim Liburan, Mulai dari Tradisional hingga Makanan Kekinian!
