Skuad Persebaya Surabaya masuk lima tim paling subur di Super League 2025/2026. (Dok. Persebaya)
JawaPos.com - Persebaya Surabaya menyusul Persib Bandung dan masuk lima besar tim paling subur di era Bernardo Tavares dan langsung mencuri perhatian publik Super League 2025/2026. Green Force kini sejajar dengan tim-tim papan atas dalam urusan produktivitas gol hingga pekan ke-20.
Lonjakan performa itu terasa sejak Bernardo Tavares menangani tim pada awal Januari lalu. Dalam empat pertandingan awalnya, Persebaya Surabaya meraih tiga kemenangan dan satu hasil imbang.
Rangkaian hasil tersebut bukan sekadar angka di papan klasemen. Perubahan tampak jelas dari cara bermain, pola pikir, hingga mentalitas bertanding para pemain di lapangan.
Permainan Persebaya Surabaya terlihat lebih berani dan efektif saat menyerang. Transisi berjalan lebih rapi dan para pemain menunjukkan determinasi tinggi sepanjang laga.
Meski tren positif terus menguat, Tavares menolak disebut sebagai sosok yang membawa keajaiban instan. Dia menegaskan keberhasilan tim lahir dari kerja keras para pemain sendiri.
“Saya tidak membuat apa-apa. Saya hanya memasang para pemain dan mereka membuat keajaiban,” jelasnya.
“Mereka menunjukkan attitude yang baik dan semangat yang tinggi di pertandingan terakhir, karena banyak pemain kami tidak 100 persen,” sambungnya.
Ucapan itu bukan sekadar merendah. Kondisi tim memang jauh dari kata ideal dalam beberapa pertandingan terakhir. Sejumlah pemain harus bertanding dalam kondisi kurang fit akibat cedera dan penyakit. Situasi tersebut memaksa pelatih melakukan berbagai penyesuaian taktis.
Beberapa pemain bahkan tampil di posisi yang tidak biasa demi menjaga keseimbangan tim. Tantangan itu justru membentuk karakter baru dalam skuad Green Force.
“Beberapa dari mereka sakit, beberapa terluka, dan banyak pemain bermain di posisi yang tidak biasa. Tapi mereka mencoba melakukan yang terbaik,” lanjutnya.
Semangat kolektif itu menjadi fondasi penting dalam kebangkitan Persebaya Surabaya. Tavares menilai sikap dan usaha maksimal pemain sebagai kunci utama kebangkitan tim. Saat mentalitas positif muncul, hasil baik pun lebih mudah diraih.
“Ketika kita melihat para pemain mencoba melakukan yang terbaik dan menunjukkan attitude yang baik, kemungkinan kita bisa berhasil adalah besar,” tegasnya.

Menebak Ranking FIFA Timnas Indonesia Selanjutnya Jika Menang Lawan Mozambik
Bocor! Alasan Brian Uriarte Tetap P4 Meski Crash di Moto3 Hungaria 2026, Bikin Veda Ega Pratama Finis P16
Prediksi Piala Dunia 2026: Sejarah Sebut Hanya 5 Tim Lolos Semua Kriteria Juara, Belanda Masuk Daftar
Media Jerman Pusing Lihat Ngerinya Performa Veda Ega Pratama di Sesi Practice Moto3 Hungaria 2026
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Breaking News! Veda Ega Pratama Naik ke Peringkat 3 Moto3 2026 Usai Diskualifikasi Adrian Fernandez
Eksklusif! Perjuangan Nyo Daftar Player Escort Sejak 2024, Menangis Haru Dipeluk Nathan Tjoe-A-On di Timnas Indonesia
Kronologi Lengkap Diskualifikasi Adrian Fernandez di Moto3 2026, Veda Ega Pratama Naik ke Posisi Tiga Klasemen
Hasil Practice Moto3 Hungaria 2026: Veda Ega Pratama Finis P2 dan Lolos ke Q2, Hakim Danish Justru Tersandung
Viral Pengemudi Ojek Pangkalan Getok Harga Rp 400 Ribu Senayan-Bundaran HI, Modus Bilang Tarif "58"
