
Pelatih Persebaya Bernardo Tavares saat menghadapi Bali United. (IG Persebaya)
JawaPos.com — Unbeaten 13 laga menjadi bukti nyata Persebaya Surabaya semakin solid jelang duel kontra Bhayangkara Presisi Lampung FC pekan ke-21 Super League 2025/2026. Konsistensi performa itu membuat Green Force datang ke laga kandang dengan kepercayaan diri tinggi dan mental bertanding yang terasah.
Momentum positif Persebaya Surabaya tak lepas dari kemenangan impresif 1-3 atas Bali United di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Sabtu (7/2). Kemenangan tersebut terasa spesial karena mengakhiri tren negatif Green Force di markas Serdadu Tridatu.
Hasil manis itu diraih Persebaya Surabaya dalam kondisi tim yang jauh dari ideal. Dua pilar utama, Bruno Moreira dan Milos Raickovic, harus absen, ditambah kondisi fisik beberapa pemain yang belum sepenuhnya pulih.
Pelatih Persebaya Surabaya, Bernardo Tavares, menilai mental dan pengorbanan pemain menjadi kunci utama kemenangan tersebut.
“Kunci kemenangan hari ini adalah para pemain merespons situasi sulit dengan pengorbanan dan mental yang kuat,” ujar Tavares usai laga.
Menurutnya, situasi sulit justru memperlihatkan karakter sejati pemain Persebaya Surabaya. “Dalam situasi sulit, kita bisa melihat siapa yang benar-benar memiliki karakter,” tegas pelatih asal Portugal itu.
Para pemain dinilai tampil penuh dedikasi dan disiplin mengikuti instruksi tim pelatih. “Mereka tampil dengan penuh dedikasi, mengikuti instruksi, dan membuat perbedaan,” lanjut Tavares.
Sejak menit awal pertandingan, Persebaya Surabaya tampil agresif dan berani menekan Bali United. Intensitas tinggi ditunjukkan baik saat menguasai bola maupun ketika bertahan dari tekanan tuan rumah.
Gol pembuka yang dicetak Mihailo Perovic menjadi titik balik permainan. Gol tersebut memberi kepercayaan diri ekstra sekaligus memukul mental Bali United di hadapan pendukungnya sendiri.
Tavares mengakui sepanjang laga timnya menghadapi banyak kendala akibat badai cedera. “Sepanjang pertandingan, kami menghadapi banyak masalah dengan pemain yang cedera,” ungkapnya.
Situasi itu memaksa Persebaya Surabaya melakukan banyak penyesuaian taktis di lapangan.
“Sehingga harus memainkan pemain di posisi yang berbeda, bahkan beberapa di antaranya belum pernah berlatih di posisi tersebut,” kata Tavares.
Meski demikian, efektivitas Persebaya Surabaya menjadi pembeda utama. “Menurut saya, yang membuat perbedaan adalah kami bisa mencetak gol terlebih dahulu,” sambung pelatih berusia 45 tahun tersebut.
Atmosfer Stadion Kapten I Wayan Dipta yang penuh tekanan justru menjadi energi tambahan bagi Persebaya Surabaya. Dukungan suporter tuan rumah tak membuat Green Force gentar, melainkan semakin solid sebagai sebuah tim.
Coach Tavares mengaku merasakan sesuatu yang spesial dari laga tersebut. “Saya pikir atmosfer di stadion hari ini sangat luar biasa,” ucapnya.

10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
10 Tempat Makan Pempek Favorit di Bandung, Pilihan Menu Lengkap, Rasa Autentik, dan Perpaduan Cuko yang Kaya Rempah
16 Tempat Wisata Terbaik di Pandaan Pasuruan yang Buat Liburan Penuh Panorama Alam, Pegunungan dan Ketenangan
11 Rekomendasi Es Teler Terlaris di Jogja, Selalu Jadi Favorit Pecinta Dessert Tradisional Warga Lokal Maupun Pelancong!
10 Kuliner Lezat Dekat Stasiun Pasar Turi Surabaya, dari Lontong Balap hingga Nasi Bebek
10 Kedai Es Teler Paling Enak di Jakarta, Cocok untuk Melepas Dahaga saat Cuaca Panas di Siang Hari!
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
18 Oleh-Oleh Khas Tulungagung Ini Wajib Dibeli Jika Berkunjung, dari Kuliner hingga Kerajinan Tradisional
Ribuan Suporter Rayakan HUT ke-94 PSIS Semarang, Flare dan Nyanyian Menggema di Depan Kantor Gubernuran Jawa Tengah
