Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 28 Januari 2026 | 20.32 WIB

Dikritik karena Gabung Persija Jakarta di Usia Emas, Shayne Pattynama Beri Respons Berkelas

Shayne Pattynama menanggapi dengan santai kritikan yang menghampiri dirinya usai bergabung dengan Persija Jakarta. (Dok: Persija)


JawaPos.com - Pemain Timnas Indonesia, Shayne Pattynama, menanggapi banyak kritik yang menerpa dirinya usai resmi bergabung dengan Persija Jakarta. Ia dianggap menurunkan level karier karena memilih bermain di Indonesia di usia emas. Shayne Pattynama baru saja resmi menjadi pemain Persija Jakarta. Ia meninggalkan klub besar Thailand, Buriram United, untuk bergabung dengan Macan Kemayoran mulai Januari dan berkontrak hingga Juni 2028.

Kedatangan Shayne Pattynama di Persija memunculkan pro dan kontra. Banyak yang mengkritik keputusan tersebut karena ia sudah berusia 27 tahun dan diharapkan masih bisa berkarier di luar negeri. Shayne Pattynama menyadari kritik itu, tapi ia lebih memilih menanggapinya dengan santai. Ia tidak mau terlalu memusingkan komentar negatif yang datang.

"Ya, bagi saya, tentu saja orang selalu mengkritik. Dan saya mengerti bahwa orang-orang, orang-orang ingin kami para pemain bermain di liga terbaik yang mungkin," kata Shayne di Persija Training Ground, Sawangan, Rabu (28/1).

Namun, Shayne juga menegaskan bahwa orang harus paham sepak bola Indonesia saat ini sedang berkembang. Semua ingin sepak bola nasional menjadi lebih baik lagi, termasuk kompetisi domestiknya.

Karena itu, ia cukup menyayangkan ada yang menyarankan dan melarang dirinya serta pemain diaspora naturalisasi lain bermain di Indonesia. Menurutnya, ini merendahkan sepak bola nasional.
Shayne menilai hal ini tidak perlu karena PSSI dan para pemangku kepentingan sepak bola nasional tengah berbenah. Mereka sedang berusaha memperbaiki kualitas sepak bola Indonesia.

"Jadi kita memiliki liga yang lebih baik. Kita mendapatkan Tim Nasional yang lebih baik. Dan saya merasa ketika orang-orang berkata, 'Jangan pergi ke Indonesia. Jangan pergi ke liga itu. Liga itu jelek', eh... saya merasa mereka meremehkan Indonesia dan itu tidak baik," terang Shayne.

"Karena kita sedang berkembang. Dan ada banyak waktu yang dihabiskan Federasi untuk itu, Presiden Federasi [Ketua Umum PSSI Erick Thohir], liga, semua orang berusaha membawa liga ke level berikutnya. Dan jika Anda ingin berkembang sebagai Tim Nasional, Anda juga perlu berkembang sebagai liga," tambahnya.

Pemain yang pernah berkarier di Norwegia dan Belgia itu menilai orang yang meremehkan Liga Indonesia sama dengan meremehkan negara sendiri. Ia menyayangkan pandangan negatif tersebut.
"Dan saya merasa ketika orang-orang berbicara seperti 'Oh, ini tidak bagus, ini tidak bagus,' itu berarti Anda meremehkan negara Anda sendiri, saya pikir. Dan saya tidak percaya itu," jelas Shayne.

"Saya mengerti Anda dapat mengkritik dan saya mengerti Anda menginginkan yang terbaik untuk kita. Tetapi Anda juga perlu memahami bahwa kita harus berkembang sebagai negara dan ini adalah bagian dari itu," tambahnya.

Gelombang kritik pemain diaspora Timnas Indonesia yang berkarier di Liga Indonesia sudah cukup kencang sejak awal musim. Hal ini terjadi setelah lima pemain memilih jalur tersebut. Kelima pemain itu adalah Thom Haye, Eliano Reijnders (Persib Bandung), Jordi Amat (Persija Jakarta), Rafael Struick (Dewa United Banten FC), dan Jens Raven (Bali United FC).

Shayne menambahkan seharusnya masyarakat bersatu mendukung perbaikan sepak bola Indonesia. Ia meminta agar kita tak memandang remeh kompetisi nasional.

"Jadi saya pikir apa yang ingin saya bawa ke Tim Nasional atau ke kompetisi adalah, Anda tahu, kualitas, pengalaman. Dan seperti pemain lain seperti Thom [Haye] ada di sini, Eliano [Reijnders], Mark Klok ada di sini, lebih banyak pemain ada di sini," jelas dia.

"Dan saya rasa mereka tidak seharusnya berbicara begitu negatif tentang ini. Kita perlu saling membantu untuk berkembang," ucap Shayne menambahkan.

Namun, kembali Shayne Pattynama menerima kritik itu. Ia menganggap kritik adalah pandangan setiap orang dan semua berhak melontarkannya.

Editor: Dony Lesmana Eko Putra
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore