
Pemain Sepak bola Persija Jakarta Allano Brendon De Souza Lima pada pertandingan Super League melawan Persijap Jepara di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta, Sabtu (3/1/2026). (Dery Ridwansah/ JawaPos.com)
JawaPos.com - Bintang Persija Jakarta, Allano Lima angkat bicara usai menjadi korban hujatan berbau rasisme oleh netizwn usai melawan Persib Bandung. Ia enggan ambil pusing dan tetap percaya diri dengan sendiri.
Pertandingan Persib vs Persija meninggalkan cerita pahit untuk Allano. Selain Macan Kemayoran menelan kekalahan, ia jadi sasaran hujatan karena sempat terlibat keributan pascalaga.
Media sosialnya langsung dihujani hujatan dari netizen. Kolom komentar unggahan di Instagramnya berisikan komentar-komentar tidak pantas.
Bahkan ada yang sampai mengandung rasisme. Tak sedikit netizen yang menyebut Allano Lima menyerupai hewan. Emoji pisang juga menghiasi kolom komentar Instagram pemain bernomer punggung 17 tersebut.
Allano Lima pun akhirnya angkat bicara. Di media sosial, ia secara dengan percaya diri mengunggah fotonya saat berdiri dan memegang kerah jersey menunjukkan betapa bangganya dirinya sendiri.
"Aku bangga dengan diriku sendiri, aku bangga dengan diriku yang sekarang," tulis Allano di Instagram pribadinya, Senin (12/1).
"Tindakan rasisme ini menunjukkan betapa aku telah berkembang dari tempat asalku; pohon yang berbuah adalah pohon yang paling sering dilempari batu," tambah dia.
Allano pun enggan menghiraukan ejekan dan rasisme yang menghampiri. Ia memilih untuk mengabaikan dan fokus mengenai karier serta kehidhpannya ke depan.
"Sekarang saatnya untuk bekerja dan melanjutkan perjalanan kita: masih ada jalan panjang yang harus ditempuh. Kita akan terus berjuang," jelas Allano Lima.
Menjadi korban rasisme bukan lah hal baru untuk seorang Allano. Jauh sebelum bergabung dengan Persija, tepatnya pada Mei 2025, dia sempat menghadapi masa sulit di dunia maya.
Saat itu dia memperkuat Operario dan menghadapi America-MG di Serie B Brasil. Allano terlibat keributan dengan gelandang Bolivia, Miguel Terceros, dan mengaku dapat pelecehan rasial di lapangan.
Kasus Allano itu sempat gempar di negaranya. Media olahraga Brasil, GloboEsporte, membeberkan kronologi lengkap hingga kasus itu masuk meja hijau.
Wasit laga Alisson Sidnei Furtado kala itu bertindak dengan menghentikan pertandingan pada menit ke-30. Sang pengadil lapangan membuat gestur "X" di dada, yang merupakan simbol penerapan protokol anti-rasisme FIFA dan CBF.
Akibat persoalan itu, Allano dibanjiri hujatan rasisme di media sosialnya. Ia pun sampai membatasi kolom komentar di Instagrmanya.

104 Pusat Perbelanjaan di Jakarta Bakal Pesta Diskon sampai 70 Persen, Catat Waktunya!
Pulang ke Persebaya Surabaya? Andik Vermansah Dapat Tawaran dari 5 Klub, Ingin Kembali Bermain di Kasta Tertinggi
11 Rekomendasi Es Teler Terlaris di Jogja, Selalu Jadi Favorit Pecinta Dessert Tradisional Warga Lokal Maupun Pelancong!
16 Tempat Wisata Terbaik di Pandaan Pasuruan yang Buat Liburan Penuh Panorama Alam, Pegunungan dan Ketenangan
Jadwal Moto3 Italia 2026! Veda Ega Pratama Ditantang Tak Goyah di Mugello demi Salip Rival Klasemen
10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
8 Spot Kuliner di Kota Tua Surabaya, Makan Enak dengan Suasana Vintage dan Pemandangan yang Memanjakan Mata!
Mariano Peralta Merapat ke Persija Jakarta? Manajer Borneo FC Langsung Buka Suara
15 Kuliner Soto Ayam Paling Lezat di Surabaya dengan Kuah Kuning Pekat, Koya Memikat dan Topping Nikmat
Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
