Gali Freitas mencetak gol kedua bagi Persebaya ke gawang Malut United. (Istimewa)
JawaPos.com - Debut Bernardo Tavares sebagai pelatih kepala Persebaya Surabaya berlangsung sempurna, yaitu mengalahkan Malut United yang merupakan salah satu kandidat juara di depan para Bonek dan Bonita.
Meski hanya menang 2-1, namun hasil tiga poin itu sangat berharga demi menjaga asa untuk ngebut menyerobot masuk ke jajaran papan atas klasemen sementara Super League.
Uniknya, ada satu hal yang sangat mencolok dari kemenangan Persebaya tersebut, yaitu ball possession Green Force.
Mengutip dari akun Instagram resmi Liga 1 Match, Bruno Moreira CS hanya membukukan penguasaan bola sebesar 19 persen, berbanding jauh dengan Malut yang mencatatkan 81 persen.
Tak hanya itu, Persebaya juga cuma membukukan total sembilan tembakan, dan Malut United melepaskan 25 tendangan. Namun, jumlah efektivitas serangan kedua tim agak berimbang, yaitu empat shoot on goal dari Green Force dan enam tembakan ke gawang dari Malut.
Hal ini menunjukkan bahwa pendekatan yang dilakukan Bernardo Tavares pada laga tersebut lebih cenderung bertahan dengan mengandalkan serangan balik, dan Persebaya punya pemain bertipe tersebut seperti Bruno Moreira, Francisco Rivera hingga Gali Freitas.
Nama terakhir bahkan menjadi pahlawan dengan dua golnya. Dan seluruh gol itu dilakukan atas kombinasi antara Gali Freitas dengan Bruno Moreira, dimana Gali berperan sebagai finisher-nya.
Tavares pun mengaku bahwa ia menerapkan strategi bertahan dengan tipe blok menengah (mid-block) untuk meredam kelebihan lawan yang memiliki barisan pemain berpengalaman serta kemampuan tendangan jarak jauh yang akurat, seperti Yance Sayuri dan David da Silva.
"Jika kami bermain terlalu tinggi, mereka punya pemain dengan kecepatan," ucapnya seperti dikutip dari Antara.
Tavares memang sukses menerapkan strategi bertahannya secara jitu. Namun, dampaknya adalah stamina para pemain Persebaya menjadi cepat habis pada babak kedua karena harus meredam serangan sporadis dari Laskar Kie Raha.
"Pada babak kedua, saya merasa kami perlu meningkatkan fisik, tetapi juga mental untuk menjaga intensitas ini lebih lama dalam pertandingan. Setelah kami mulai melakukan pergantian pemain, terlihat tim sedikit menurun," ujarnya lagi.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Fenerbahce vs Lyon di Kualifikasi Liga Champions 2026/2027, Tuan Rumah Dilarang Kalah!
Prediksi Skor Deportivo La Coruna vs Elche: Comeback The Blue and Whites di La Liga Bakal Sengit!
Prediksi Skor Pisa vs Empoli di Coppa Italia: Azzurri Bisa Menang Lewat Adu Penalti!
Prediksi Skor Palermo vs Lecce di Coppa Italia, Inzaghi Siap Bikin Kejutan
Prediksi Skor Dinamo Zagreb vs Viking di Liga Champions: Skuad Modri Datang dengan Modal Bagus!
BEM UI dan Puluhan Aliansi Mahasiswa Bakal Gelar Demo Besar di Bundaran HI Besok, Ini 8 Tuntutannya
Prediksi Skor Cremonese vs Sampdoria di Coppa Italia, Optimisme Marco Giampaolo
Prediksi Levski Sofia vs AEK Athens: Misi Besar Tuan Rumah Kembali ke UCL Usai Absen 2 Dekade
Rela Kesampingkan Urusan Pribadi, Perjuangan Ibu Atlet Sepak Bola Masa Depan Indonesia
Prediksi Skor Thailand vs Singapura di Semifinal Piala AFF 2026, Gajah Perang Unggul Agregat 3-1
