Aksi Rafael Struick di laga Dewa United lawan Bhayangkara FC. (Dok. Dewa United)
JawaPos.com - Insiden panas antara Rafael Struick dan Ilija Spasojevic di laga kemenangan Bhayangkara FC melawan Dewa United akhirnya berakhir damai. Laga yang berakhir dengan skor 1-0 tersebut dimainkan di Stadion Sumpah Pemuda, Senin (5/1).
Melalui postingan Instagram Ilija Spasojevic, dia turut mengunggah permintaan maaf Rafael Struick yang dikirim melalui direct message. Dari postingan itu terlihat bahwa penyerang Dewa United tersebut mengirim pesan permintaan maaf.
Dalam pesannya, Rafael Struick menjelaskan bahwa aksi yang dilakukannya sama sekali bukan karena masalah pribadi.
"Saudaraku, hari ini bukan masalah pribadi. Aku bertindak berdasarkan emosi dan itu tidak baik. Maaf dan semoga sukses di musim ini," tulis pemain 22 tahun tersebut.
Menanggapi pesan tersebut, Ilija Spasojevic menuliskan bahwa insiden yang terjadi adalah bagian dari permainan dan berharap Rafael Struick menjadikan hal tersebut sebagai pembelajaran.
"Tidak apa-apa adikku, kesalahan adalah bagian dari permainan, kita belajar darinya dan terus maju. Semoga sukses dan lakukan yang terbaik, kalian adalah masa depan sepak bola Indonesia," balasan dari penyerang 38 tahun itu.
Insiden Rafael Struick dan Ilija Spasojevic bermula saat perebutan bola yang dilakukan oleh Egy Maulana Vikri. Ketika Spasojevic terjatuh dan wasit Erfan Efendi meniup peluit, Rafael Struick yang terlihat kesal menendang bola kearah pemain nomor punggung 9 tersebut.
Spasojevic yang marah mendatangi Struick. Hal tersebut membuat keributan antara pemain Bhayangkara FC dan Dewa United tidak bisa terhindarkan.
Akibat perilakunya, Rafael Struick harus mendapatkan kartu merah pada menit ke-90+10. Itu menjadi kartu merah pertamanya di Super League musim perdananya.
Penyerang Timnas Indonesia tersebut juga mendapatkan perlakuan yang tidak mengenakan dari penonton di stadion. Dari postingan video yang diunggah akun @pemain.keduabelass, Rafael Struick dilempari botol plastik saat hendak keluar lapangan.

Jika Persija Jakarta Gagal Juara, The Jakmania Punya Kesempatan Melihat Bobotoh Menangis
10 Rekomendasi Restoran Paling Populer di Surabaya dengan Menu Lengkap dan Harga Variatif
14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Tak Peduli Larangan ke Jepara, The Jakmania Sebut Kebiasaan atau Takut Main di Jakarta saat Persija Jamu Persib
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Mengenal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026: Aturan, Materi, dan Ambang Batas
Korban Rudapaksa di Cipondoh Jalani Trauma Healing, DP3AP2KB Kota Tangerang Beri Pendampingan Khusus
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
