Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 7 Januari 2026 | 00.02 WIB

Bukan Pembual, Bukan Pesulap! Bernardo Tavares Datang ke Persebaya Surabaya Tanpa Janji Manis

Bernardo Tavares jujur tak bisa janjikan gelar juara untuk Persebaya Surabaya di musim pertamanya. (Dok. PSM Makassar) - Image

Bernardo Tavares jujur tak bisa janjikan gelar juara untuk Persebaya Surabaya di musim pertamanya. (Dok. PSM Makassar)

JawaPos.com — Tak ingin dicap pembual, Bernardo Tavares memilih menahan diri dari janji muluk saat resmi memulai kiprahnya bersama Persebaya Surabaya. Pelatih asal Portugal itu datang dengan satu fokus utama, kerja keras dan proses panjang demi mengangkat kembali performa Green Force.

Bernardo Tavares resmi tiba di Kota Pahlawan pada Minggu malam (4/1/2026) melalui Bandara Internasional Juanda. Kehadirannya langsung disambut manajemen klub dan puluhan Bonek yang antusias memberi dukungan awal.

Ia tidak datang sendiri ke Surabaya dan membawa asisten pelatih Renato Duarte dalam rombongan. Sosok Renato sebelumnya sudah dikenalkan ke publik lewat video singkat Bernardo sebelum bertolak ke Indonesia.

Kedatangan Bernardo menandai awal era baru Persebaya Surabaya setelah manajemen memutuskan melakukan pergantian pelatih.

Nama Bernardo sendiri bukan sosok asing di sepak bola Indonesia setelah sukses besar bersama PSM Makassar.

Meski membawa reputasi mentereng, Bernardo memilih merendah saat berbicara kepada publik. Ia menegaskan tidak ingin membangun ekspektasi berlebihan yang justru membebani tim.

“Saya bukan pesulap yang bisa memenangkan semua pertandingan. Tapi yang bisa saya janjikan adalah kerja keras. Saya datang ke sini untuk bekerja, bukan untuk berlibur,” tegas Bernardo.

Sikap tersebut ia ambil karena memahami situasi tim yang sedang dalam fase transisi. Bernardo ingin seluruh pihak melihat Persebaya Surabaya secara realistis tanpa tekanan target instan.

Melihat posisi tim di klasemen sementara, Bernardo menilai langkah paling masuk akal adalah membangun fondasi kuat lebih dulu. Ia menolak wacana target juara dalam waktu dekat.

“Sangat sulit untuk mengatakan bahwa kita ingin menjadi juara sekarang. Kita tidak bisa mengatakan itu. Yang perlu kita lakukan adalah mari kita bekerja bersama,” ujarnya.

Bagi Bernardo, kesuksesan tidak lahir dari ucapan, melainkan konsistensi kerja di lapangan dan ruang ganti. Ia ingin seluruh elemen klub bergerak seirama tanpa saling menyalahkan.

Persebaya Surabaya dinilainya sebagai klub besar dengan tradisi dan basis suporter luar biasa. Potensi besar itu menurutnya hanya bisa dihidupkan lewat kerja kolektif.

“Kita bersama suporter perlu bekerja keras, karena itulah cara terbaik untuk membantu raksasa ini,” tambah Bernardo dengan nada optimistis.

Dukungan Bonek menjadi salah satu faktor penting yang ingin ia jaga sejak awal. Bernardo sadar atmosfer Stadion Gelora Bung Tomo bisa menjadi kekuatan besar bila tim menunjukkan etos kerja tinggi.

Langkah awal yang akan ia lakukan bersama staf kepelatihan adalah memahami kondisi internal tim. Proses tersebut dianggap krusial sebelum menentukan arah permainan dan kebijakan teknis.

Editor: Banu Adikara
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore