
Skuad PSM Makassar saat merayakan gelar juara Piala Indonesia edisi 2019.
JawaPos.com - PSSI membuat banyak regulasi baru untuk penyelenggaraan Liga 1 musim 2023–2024. Di antaranya, Liga 1 akan digelar dengan format regular series dan championship series.
Hal baru lainnya adalah setiap klub boleh diperkuat enam pemain asing dan boleh dimainkan bersamaan dalam satu pertandingan. Pada musim lalu, batas maksimal legiun asing hanya empat pemain. Selain itu, klub wajib memainkan pemain U-23 minimal selama 45 menit per pertandingan.
Presiden Madura United Achsanul Qosasi mengatakan, regulasi tersebut sebenarnya bagus. Tapi, itu membuat jumlah pemain senior di klub berkurang.
”Setiap klub boleh diperkuat enam pemain asing dan wajib memainkan minimal satu pemain U-23. Tapi, setiap klub tidak mungkin hanya merekrut satu pemain U-23. Bisa jadi minimal enam pemain U-23 yang direkrut,” ujar Achsanul dalam acara diskusi sepak bola yang digelar di Jakarta, Rabu.
”Kalau klub punya enam pemain U-23 dan enam pemain asing, kuota pemain dalam sebuah klub sudah terpakai 12 pemain. Kalau sebuah klub punya 30 pemain, artinya tersisa 18 kuota untuk pemain senior yang akan bersaing dengan enam pemain U-23 dan enam pemain asing,” imbuhnya.
Achsanul juga menyoroti format regular series dan championship series. Menurut Achsanul, seharusnya juara kompetisi tidak ditentukan lewat championship series. Tapi ditentukan setelah 18 tim menuntaskan semua pertandingan secara home-away.
”Jadi, 18 tim bertanding sampai selesai. Tim yang poinnya paling banyak, itulah juaranya,” terangnya.
Achsanul juga berharap PSSI kembali menggelar Piala Indonesia. Turnamen itu kali terakhir digelar pada 2018–2019. Menurut dia, Piala Indonesia diperlukan supaya klub bisa memperoleh pendapatan lebih setelah mengeluarkan banyak anggaran untuk mendatangkan enam pemain asing.
”Sayang kalau banyak keluar uang, tapi hanya untuk Liga 1. Akan lebih baik selain Liga 1 ada Piala Indonesia atau apa pun itu. Jadi, kami menggaji pemain bisa lebih maksimal. Klub bisa mencari duit di situ,” terangnya.
Deputi CEO PT Persib Bandung Bermartabat (PBB) Teddy Tjahjono sependapat dengan Achsanul. Dia berharap ada Piala Indonesia. Tapi, dia tidak mau terlalu berharap. ”Tahun depan itu tahun politik. Mungkin akan sulit untuk mendapatkan itu (Piala Indonesia, Red) di tahun politik. Mungkin itu bisa terwujud tahun depan. Setelah tahun politik selesai,” ungkap Teddy.
Direktur Persik Kediri Souraiya Farina juga mendukung kembali digulirkannya Piala Indonesia. Ajang itu akan membuat semua klub dari tiga kasta berbeda bertemu. Apalagi, Piala Indonesia sudah lama tidak digelar di Indonesia.
”Seru apabila bisa diadakan kembali. Tentu waktu pelaksanaannya perlu sesuai,” ucap Farina. (fiq/c19/ali)

104 Pusat Perbelanjaan di Jakarta Bakal Pesta Diskon sampai 70 Persen, Catat Waktunya!
Pulang ke Persebaya Surabaya? Andik Vermansah Dapat Tawaran dari 5 Klub, Ingin Kembali Bermain di Kasta Tertinggi
11 Rekomendasi Es Teler Terlaris di Jogja, Selalu Jadi Favorit Pecinta Dessert Tradisional Warga Lokal Maupun Pelancong!
16 Tempat Wisata Terbaik di Pandaan Pasuruan yang Buat Liburan Penuh Panorama Alam, Pegunungan dan Ketenangan
Jadwal Moto3 Italia 2026! Veda Ega Pratama Ditantang Tak Goyah di Mugello demi Salip Rival Klasemen
10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
8 Spot Kuliner di Kota Tua Surabaya, Makan Enak dengan Suasana Vintage dan Pemandangan yang Memanjakan Mata!
Mariano Peralta Merapat ke Persija Jakarta? Manajer Borneo FC Langsung Buka Suara
15 Kuliner Soto Ayam Paling Lezat di Surabaya dengan Kuah Kuning Pekat, Koya Memikat dan Topping Nikmat
Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
