Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 23 Desember 2025 | 19.24 WIB

Kaleidoskop 2025: Inkonsistensi Gerogoti Asa 4 Wakil Jawa Timur di Super League 2025/2026

Persebaya Surabaya jadi potret inkonsistensi tim Jawa Timur di Super League 2025/2026. (Persebaya Surabaya)

JawaPos.com — Kaleidoskop 2025 mencatat satu benang merah yang sulit dihindari oleh tim-tim asal Jawa Timur di Super League 2025/2026, yakni inkonsistensi yang terus menghantui hingga akhir tahun.

Harapan besar yang dibangun sejak pramusim kerap runtuh oleh detail kecil, pergantian pelatih, hingga performa naik-turun yang membuat langkah mereka tertatih di papan klasemen.

Persebaya Surabaya

Persebaya Surabaya memulai musim dengan optimisme tinggi berbekal skuad bernilai pasar Rp 81,26 miliar dan rata-rata usia ideal 26,3 tahun. Namun kekalahan 0-1 dari PSIM Yogyakarta di laga perdana langsung memberi sinyal masalah lama belum sepenuhnya hilang.

Di hadapan publik Gelora Bung Tomo, Persebaya Surabaya tampil dominan sejak menit awal dan menciptakan sejumlah peluang bersih. Sayangnya, peluang Malik Risaldi, Toni Firmansyah, hingga Dejan Tumbas gagal dikonversi menjadi gol yang seharusnya bisa mengubah arah pertandingan.

Petaka datang di menit ke-92 saat Norberto Ezequiel Vidal menyundul bola hasil umpan Dede Sapari dan membungkam stadion. Kekalahan ini membuat Persebaya Surabaya terjerembap di papan bawah dengan nol poin, meski secara permainan sempat menguasai laga.

Pelatih Eduardo Perez tak menutupi kekecewaannya usai pertandingan tersebut. “Jika kami mencetak gol di babak pertama, pertandingan akan sangat berbeda,” ujar Perez sambil menegaskan tim kehilangan kendali di babak kedua.

Perez tetap optimistis dan meminta tim segera bangkit tanpa mencari alasan. “Kami perlu meningkatkan banyak hal dan di sepak bola tidak punya waktu untuk alasan apa pun,” katanya dengan nada tegas. Optimisme itu perlahan memudar seiring hasil yang tak stabil di pekan-pekan berikutnya.

Persebaya Surabaya mencatat empat kemenangan, empat imbang, dan tiga kekalahan dari 11 laga, statistik yang akhirnya berujung pada pemecatan Perez pada November 2025. Manajemen Persebaya Surabaya menyebut keputusan tersebut diambil setelah evaluasi internal paruh pertama musim.

Klub juga memastikan sudah mencapai kesepakatan jangka panjang dengan pelatih baru, meski menunggu proses legalitas. Bruno Moreira sebagai kapten tim memberikan penghormatan terakhir kepada Perez.

“Terima kasih untuk semuanya, coach Edu,” tulis Bruno di media sosial pribadinya.

Pergantian pelatih menjadi babak baru bagi Persebaya Surabaya ketika Bernardo Tavares resmi diperkenalkan pada Desember 2025. “Surabaya, aku datang,” ucap Tavares, memberi harapan baru bagi Bonek-Bonita yang haus konsistensi. Tavares datang dengan reputasi disiplin dan filosofi permainan terstruktur. Kehadirannya diharapkan mampu meredam inkonsistensi yang selama ini membuat Persebaya Surabaya sulit bersaing di papan atas.

Arema FC

Jika Persebaya Surabaya terseok sejak awal, Arema FC justru memulai musim dengan ledakan kepercayaan diri. Kemenangan 4-1 atas PSBS Biak di Stadion Kanjuruhan menjadi bukti potensi besar Singo Edan. Dalberto Luan tampil menggila dengan hattrick yang langsung mengangkat namanya ke jajaran top skor liga. Penyerang asal Brasil itu menjadi mesin gol utama Arema dengan nilai pasar mencapai Rp 5,21 miliar.

Editor: Banu Adikara
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore