Dragan Djukanovic ungkap mintanya jadi pelatih baru Persebaya Surabaya. (Dragan Djukanovic for JawaPos.com)
JawaPos.com — Dragan Djukanovic membongkar ketertarikannya melatih Persebaya Surabaya di Super League 2025/2026 di tengah situasi klub yang belum memiliki pelatih kepala definitif. Pelatih berlisensi UEFA Pro itu menyebut Green Force sebagai raksasa tidur yang punya potensi besar untuk kembali berjaya.
Persebaya Surabaya saat ini masih dipimpin pelatih sementara Uston Nawawi setelah belum ada pengumuman resmi dari manajemen soal pelatih kepala baru.
Kondisi tersebut membuat klub asal Surabaya itu berada di ambang sanksi denda sesuai regulasi kompetisi.
Uston Nawawi mengaku belum menerima komunikasi apa pun dari manajemen terkait sosok pelatih kepala ke depan. Ia menegaskan fokusnya bersama staf saat ini hanya tertuju pada persiapan pertandingan berikutnya.
“Kalau untuk itu belum ya,” ujar Uston pada Jumat (12/12/2025) terkait kepastian pelatih definitif. Ia memilih mengesampingkan isu manajerial demi menjaga konsentrasi tim di lapangan.
“Yang terpenting saya bersama staf yang lain mempersiapkan pertandingan selanjutnya. Manajemen belum ada komunikasi soal siapa pelatih ke depan.”
Dalam regulasi liga, peran pelatih caretaker hanya diperbolehkan maksimal selama 30 hari sejak kontrak pelatih sebelumnya diakhiri. Ketentuan itu tertuang dalam Pasal 34 regulasi liga yang mengikat seluruh peserta kompetisi.
Klub diwajibkan mendaftarkan pelatih kepala baru paling lambat 30 hari setelah surat pengakhiran kontrak diterima PSSI dan PT Liga Indonesia Baru.
Selama masa transisi, penunjukan pelatih sementara masih diperkenankan untuk memimpin laga resmi.
Apabila melewati batas waktu tersebut, sanksi administratif siap menanti Persebaya Surabaya. Denda awal sebesar Rp100 juta diberlakukan jika keterlambatan melampaui 30 hari pertama.
Jika keterlambatan berlanjut hingga 30 hari berikutnya, nilai denda bisa meningkat menjadi Rp 200 juta.
Klub juga wajib memenuhi ketentuan administratif lain, termasuk pengiriman surat pengakhiran kontrak maksimal tiga hari setelah pemutusan dilakukan.
Hingga pertengahan Desember 2025, manajemen Persebaya Surabaya belum menyampaikan pernyataan resmi terkait perkembangan penunjukan pelatih kepala.
Situasi ini membuat publik suporter terus bertanya-tanya soal arah tim ke depan.

Jika Persija Jakarta Gagal Juara, The Jakmania Punya Kesempatan Melihat Bobotoh Menangis
14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Tak Peduli Larangan ke Jepara, The Jakmania Sebut Kebiasaan atau Takut Main di Jakarta saat Persija Jamu Persib
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Pesan Haru Milos Raickovic ke Bonek! Gelandang Persebaya Surabaya Sudah Berikan Segalanya Musim Ini
10 Rekomendasi Restoran Paling Populer di Surabaya dengan Menu Lengkap dan Harga Variatif
Mantan Kiper Persebaya Surabaya Buka Suara! Dimas Galih Ungkap Kondisi Ruang Ganti PSBS Biak
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
