
Persebaya Surabaya akan jalani misi berat jamu pemuncak kalsemen Borneo FC di Gelora Bung Tomo. (Persebaya Surabaya)
JawaPos.com—Empat hari lagi, Stadion Gelora Bung Tomo Surabaya akan menjadi panggung ujian berat bagi Persebaya Surabaya yang bersiap menjamu pemuncak klasemen Borneo FC.
Laga ini disebut sebagai misi mustahil bagi pelatih Uston Nawawi yang dituntut menghadirkan kemenangan di tengah situasi tim yang belum stabil. Pertandingan Persebaya Surabaya melawan Borneo FC dijadwalkan berlangsung Sabtu (20/12) dengan kick off pukul 19.00 WIB.
Duel ini menjadi salah satu laga paling dinanti pada pekan ke-15 Super League 2025/2026. Status Borneo FC sebagai pemuncak klasemen membuat tantangan Persebaya Surabaya terasa berlipat, terlebih tren hasil belum sepenuhnya berpihak pada tim tuan rumah.
Persebaya Surabaya dalam tiga pertandingan terakhir selalu bermain imbang dan belum kembali merasakan kemenangan. Hasil imbang beruntun tersebut membuat Persebaya Surabaya tertahan di papan tengah dan kehilangan momentum untuk merangsek ke posisi lebih baik.
Bermain di hadapan Bonek dan Bonita menjadi kesempatan sekaligus tekanan besar bagi Green Force. Uston Nawawi kini berada di persimpangan penting dalam perjalanannya bersama Persebaya Surabaya.
Kemenangan atas pemuncak klasemen bisa menjadi titik balik, sementara kegagalan berpotensi memperpanjang keraguan publik. Borneo FC datang ke Surabaya dengan catatan kurang ideal setelah menelan dua kekalahan beruntun.
Mereka tumbang dari Bali United dan Persib Bandung, hasil yang sedikit menggerus kepercayaan diri meski masih bertengger di puncak.
Situasi tersebut membuat laga di GBT diprediksi berlangsung terbuka dan sarat tensi. Persebaya Surabaya ingin bangkit di kandang, sementara Borneo FC berambisi menghentikan tren negatif.
Pertandingan ini juga menjadi bagian dari rangkaian pekan ke-15 Super League 2025/2026 yang mulai bergulir akhir pekan ini. Pekan ke-15 akan dibuka oleh duel dua tim papan bawah, Dewa United melawan Persis Solo.
Laga Dewa United vs Persis Solo digelar di Banten International Stadium pada Sabtu (20/12) pukul 15.30 WIB. Kedua tim sama-sama mengusung misi keluar dari tren buruk yang membelit sejak awal musim.
Dewa United saat ini berada di peringkat 14 klasemen sementara dengan koleksi 13 poin. Posisi tersebut membuat mereka belum sepenuhnya aman dari ancaman zona bawah.
Persis Solo justru berada dalam kondisi lebih mengkhawatirkan karena terdampar di dasar klasemen. Laskar Sambernyawa baru mengumpulkan 7 poin dan belum menang dalam 12 laga terakhir.
Kemenangan terakhir Persis terjadi pada pekan perdana saat menaklukkan Madura United. Sejak itu, grafik performa mereka terus menurun dan menambah tekanan di setiap pertandingan.
Kembali ke laga malam di Surabaya, atmosfer GBT dipastikan akan memanas sejak sore hari. Dukungan penuh suporter diharapkan mampu memberi energi tambahan bagi para pemain Persebaya Surabaya.
Bagi Uston Nawawi, laga ini bukan sekadar soal tiga poin. Ini menjadi pembuktian kapasitasnya dalam meramu strategi menghadapi tim terkuat musim ini.

10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
10 Tempat Makan Pempek Favorit di Bandung, Pilihan Menu Lengkap, Rasa Autentik, dan Perpaduan Cuko yang Kaya Rempah
16 Tempat Wisata Terbaik di Pandaan Pasuruan yang Buat Liburan Penuh Panorama Alam, Pegunungan dan Ketenangan
11 Rekomendasi Es Teler Terlaris di Jogja, Selalu Jadi Favorit Pecinta Dessert Tradisional Warga Lokal Maupun Pelancong!
10 Kuliner Lezat Dekat Stasiun Pasar Turi Surabaya, dari Lontong Balap hingga Nasi Bebek
10 Kedai Es Teler Paling Enak di Jakarta, Cocok untuk Melepas Dahaga saat Cuaca Panas di Siang Hari!
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
18 Oleh-Oleh Khas Tulungagung Ini Wajib Dibeli Jika Berkunjung, dari Kuliner hingga Kerajinan Tradisional
Ribuan Suporter Rayakan HUT ke-94 PSIS Semarang, Flare dan Nyanyian Menggema di Depan Kantor Gubernuran Jawa Tengah
