Logo JawaPos
Author avatar - Image
13 Desember 2025, 03.20 WIB

Nazar Ekstrem Suporter Persela: Jalan Kaki ke Mekah Bila PSIS Sukses Akhiri Musim di Atas Laskar Joko Tingkir!

Suporter Persela Lamongan ketika bertandang ke markas Persebaya Surabaya. (Media Persebaya) - Image

Suporter Persela Lamongan ketika bertandang ke markas Persebaya Surabaya. (Media Persebaya)

JawaPos.com - Persela Lamongan kembali jadi sorotan setelah kabar perpindahan Faris Julinar, mantan CEO Persela, bersama rombongannya ke PSIS Semarang membawa dampak cukup panjang.

Tak hanya soal jabatan, unit usaha miliknya, Belikopi dan Lily Bakery, yang menjadi sponsor Persela, juga ikut merapat ke PSIS.

Pergeseran ini makin menguatkan isu bahwa beberapa pemain Persela pun berpotensi menyusul pindah ke klub Laskar Mahesa Jenar.

Situasi makin mencolok setelah akun Instagram @persela_football.club mengumumkan bahwa Persela akan menggunakan bus Lamongan FC sebagai armada baru untuk latihan maupun pertandingan pada lanjutan putaran kedua Pegadaian Championship.

Keputusan ini diambil setelah bus yang sebelumnya dipakai Persela ikut berpindah ke PSIS, mengikuti jejak Faris Julinar yang melalui istrinya, Datu Nova, membeli saham mayoritas di PSIS Semarang.

Bagi sebagian suporter, kabar ini terasa seperti pukulan lanjutan setelah beberapa bulan terakhir kondisi internal Persela disebut tidak stabil.

Meski begitu, banyak juga yang mencoba menanggapinya dengan humor dan sindiran khas Lamongan. Namun ada pula yang melontarkan janji ekstrem.

Salah satunya datang dari seorang suporter bernama @mhafidhfirmansyah. Dalam komentarnya yang viral, ia membuat nazar cukup nekat.

Bisnya jelek tidak masalah, yang penting di akhir diklasemen Persela Lamongan di atas PSIS Semarang. Kalau sampai di akhir klasemen di bawah PSIS Semarang, aku jalan kaki dari Lamongan sampai ke Arab.

Ungkapan ini memancing reaksi beragam. Ada yang menganggapnya sebagai bentuk cinta suporter yang terlalu dalam, ada pula yang menilainya sekadar candaan emosional di tengah kondisi klub yang sedang goyah.

Terlepas dari itu, komentar tersebut makin mempertegas panasnya persaingan tidak resmi antara Persela dan PSIS musim ini, meski keduanya berada dalam situasi berbeda.

Isu hengkangnya beberapa pemain Persela ke PSIS juga terus bergulir, namun belum ada konfirmasi resmi dari manajemen.

Di sisi lain, publik Lamongan berharap penggunaan bus baru dan penataan ulang internal bisa memberi energi segar untuk menyelamatkan performa Persela pada sisa musim.

Yang jelas, drama perpindahan bus, sponsor, hingga nazar suporter ini menjadi warna tersendiri bagi perjalanan Persela, klub yang dikenal memiliki basis pendukung yang loyal dan penuh kejutan.

Semuanya kini menunggu akhir musim apakah Persela benar-benar bisa finis di atas PSIS, atau ada seseorang yang harus menepati nazarnya berjalan kaki menuju Arab.

Editor: Banu Adikara
Tags
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore