
Manajer PSIS Semarang Wafa Amri bersama Datu Nova dan Faris Julinar. (www.instagram.com)
JawaPos.com-Ketua Panser Biru Wareng menanggapi ramai kabar penunjukan Wafa Amri sebagai manajer baru PSIS Semarang.
Kabar tersebut berkembang cepat setelah Wafa Amri, yang sebelumnya menjabat sebagai manajer Persela Lamongan, terlihat berada di lingkungan PSIS. Yakni sejak mayoritas saham klub dibeli pasangan Faris Julinar dan Datu Nova, pemilik jaringan bisnis Belikopi.
Kepindahan Wafa ke Semarang disebut berkaitan langsung dengan keputusan Faris dan Datu mengambil alih kepemilikan PSIS. Sekaligus mundur dari jajaran manajemen Persela.
Situasi ini menimbulkan banyak spekulasi di kalangan suporter PSIS Semarang, terutama soal posisi baru Wafa di dalam struktur klub.
Melalui unggahan di akun Instagram pribadi, @kepareng_wareng, Ketua Panser Biru memberikan pandangan. Dia menilai keramaian yang muncul di media sosial sebenarnya tidak perlu berlebihan.
“Foto kayak gini kok heboh men to. Beberapa kali aku ketemu sama Mbak Datu, Mas Faris, dan Amri. Menurut saya posisi Amri di Semarang saat ini kayak mbutuk apa tobi. Mereka ikut yang punya uang kayak Amri ikut Faris/Datu. Pribahasane, tuannya menyuruh mereka masuk sumur, mereka masuk sumur kwak,” tulis Wareng.
Wareng juga menegaskan bahwa dirinya tak khawatir jika Wafa benar ditempatkan dalam posisi strategis di PSIS. Dia bahkan menyatakan siap berada di garda terdepan apabila terjadi gesekan kepentingan.
“Semarang menghadapi Yoyok yang 24 tahun aja berani, apalagi Amri yang lali sebulan. Saya orang yang pertama berbenturan dengan Amri jika dia keluar jalur. Wis pokoknya saat ini PSIS on the track dan butuh dukungan. Kita tidak usah mendengarkan orang-orang yang tidak pingin PSIS jaya,” lanjut dia.
Dia menambahkan bahwa Faris dan Datu sebagai pemilik baru sudah menunjukkan langkah nyata dalam waktu singkat. Menurut Wareng, perubahan yang mulai terlihat di tubuh PSIS merupakan tanda positif yang seharusnya diapresiasi.
“Pemilik baru sudah membuktikan. Tidak banyak kata-kata, sudah buat perubahan. Saatnya kita mendukung total kwak, jilat terus robot koin jaya jaya jaya,” tandas Wareng.
Isu perubahan manajemen ini diperkirakan masih akan terus berkembang beberapa hari ke depan. Namun bagi Wareng, fokus suporter saat ini seharusnya tetap pada stabilitas tim dan dukungan penuh kepada skema baru yang sedang dibangun PSIS Semarang.

Jika Persija Jakarta Gagal Juara, The Jakmania Punya Kesempatan Melihat Bobotoh Menangis
10 Rekomendasi Restoran Paling Populer di Surabaya dengan Menu Lengkap dan Harga Variatif
14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Tak Peduli Larangan ke Jepara, The Jakmania Sebut Kebiasaan atau Takut Main di Jakarta saat Persija Jamu Persib
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Mengenal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026: Aturan, Materi, dan Ambang Batas
Korban Rudapaksa di Cipondoh Jalani Trauma Healing, DP3AP2KB Kota Tangerang Beri Pendampingan Khusus
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
