
Kondisi Persebaya Surabaya dijamin siap tempur hadapi Bhayangkara FC meski tanpa pelatih kepala. (Dok. Persebaya Surabaya)
JawaPos.com - Garansi Uston Nawawi menguatkan ruang ganti Persebaya Surabaya menjelang laga pekan ke-14 Super League 2025/2026. Ia memastikan kondisi tim tetap kondusif meski Persebaya Surabaya tampil tanpa pelatih kepala setelah diberhentikannya Eduardo Perez.
Persebaya Surabaya akan menghadapi Bhayangkara Presisi Lampung FC di Stadion PKOR Sumpah Pemuda Lampung pada Jumat (28/11/2025). Duel ini menjadi laga reuni Uston dengan Paul Munster yang dulu pernah bekerja bersamanya di Persebaya Surabaya musim 2024/25.
Dalam situasi transisi yang tidak mudah, Uston dipercaya memegang kendali sebagai pelatih interim sementara tim mencari stabilitas baru. Ia menegaskan tim tetap fokus meraih poin penuh meskipun berada dalam fase perubahan pelatih.
Uston menyebut seluruh pemain sudah diingatkan agar menempatkan Persebaya Surabaya di posisi utama.
"Tentunya semua kita komitmen dan bertekad (menang) ya. Kita sudah jelaskan ke pemain, yang terpenting Persebaya nomor satu, kalau seperti itu kan pemain profesional,” ucapnya.
Ia juga menyatakan persiapan tim sama sekali tidak terganggu meski badai internal menghampiri. Pemain disebut tetap bekerja keras dan tidak mempermasalahkan pergantian pelatih kepala.
Uston menegaskan mental pemain Persebaya Surabaya tetap stabil untuk menghadapi laga sengit melawan Bhayangkara FC.
"Saya kira enggak ada masalah, menurut saya enggak ada masalah. Saya jelaskan situasinya seperti ini dan pemain juga mengerti,” ujarnya.
Menurutnya dinamika seperti ini sudah menjadi bagian dari dunia sepak bola sehingga pemain tak boleh goyah.
"Kita bekerja di sepak bola, ya seperti itu, siapapun bisa datang dan pergi tapi klub tetap nomor satu,” sambungnya.
Ketenangan Uston menjadi faktor penting mengingat pertandingan ini punya tensi tinggi dan tekanan besar. Persebaya Surabaya membutuhkan stabilitas agar bisa tampil maksimal dan menghindari gangguan dari situasi internal klub.
Optimisme Uston juga didasari pengalamannya dalam dua periode sebelumnya saat menjadi pelatih interim. Ia tahu cara menjaga atmosfer ruang ganti agar tetap fokus dalam kondisi penuh tekanan.
Pada periode pertama sebagai pelatih interim, Uston mencatatkan performa luar biasa. Dalam lima pertandingan, ia membawa Persebaya Surabaya menang empat kali, imbang satu kali, tanpa kekalahan, dengan total poin 13 dan rata-rata poin 2,60.
Soliditas tim saat itu tercermin dari enam gol yang berhasil dicetak serta hanya kebobolan dua kali. Catatan tersebut menjadi salah satu performa terbaik Persebaya Surabaya dalam beberapa musim terakhir.
Namun, periode keduanya sebagai pelatih interim tidak berjalan semulus sebelumnya. Dari lima laga, Persebaya Surabaya tidak mencatat kemenangan, empat kali imbang, sekali kalah, dan hanya mengumpulkan empat poin dengan rata-rata poin 0,80.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Swiss vs Slovenia di Liga Nations UEFA: La Nati Menang Besar di Thermoplan Arena
Prediksi Semen Padang vs PSPS Pekanbaru: Kabau Sirah Incar 3 Poin, Askar Bertuah Siap Bikin Kejutan!
Prediksi Skor Islandia vs Bulgaria di Liga Nations UEFA: Strákarnir okkar Tundukkan Tim Tamu
Prediksi Skor Kosovo vs Austria di Liga Nations UEFA: Das Team Perpanjang Rekor Tak Terkalahkan
Prediksi Skor Belarus vs San Marino di Liga Nations UEFA: Belyya Kryly Pesta Gol
Rekam Jejak Wadankor Brimob Irjen Victor Alexander Lateka, dari Densus 88 hingga BIN
Besan KDM Komjen Karyoto Dimutasi dari Jabatan Kabaharkam Jelang Pensiun
Prediksi Susunan Pemain Spanyol vs Ceko: De la Fuente dan Denia seperti Bermain Catur
Prediksi Finlandia vs Albania di UEFA Nations League: Duel Ketat Dua Tim Belum Kebobolan
Prediksi Skor Azerbaijan vs Lituania di Liga Nations UEFA: Milli Komanda Diprediksi Kembali Tertahan

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022