
BERSINERGI: Presiden Asosiasi Sepak Bola Jepang Tashima Kohzo dan Erick Thohir setelah penandatanganan nota kesepahaman di Prince Takamado Memorial JFA YUME Field, Jepang.
JawaPos.com – PSSI dan Asosiasi Sepak Bola Jepang (JFA) resmi menandatangani nota kesepahaman (MoU) untuk memajukan sepak bola Indonesia. Dalam nota kesepahaman itu, ada tiga poin yang disepakati.
Pertama, PSSI dan JFA akan bekerja sama dalam pengembangan tim sepak bola putri. Kedua, PSSI dan JFA sepakat mendorong benchmarking dalam manajemen tim nasional Indonesia.
Lalu, ketiga, PSSI menggandeng JFA untuk memberikan dukungan perwasitan. Termasuk mengirimkan wasit-wasit terbaik Jepang ke Indonesia.
’’Kami akan menggunakan wasit Jepang. Kami sedang menunggu nama-namanya. Dengan jalan ini, kami berusaha perwasitan kita akan semakin baik,’’ ujar Ketua Umum PSSI Erick Thohir, Senin.
Kesepakatan PSSI dengan JFA dalam mendatangkan wasit dari Jepang direspons positif oleh klub-klub Liga 1. Chief Operating Officer (COO) Bhayangkara FC Kombespol Sumardji mendukung langkah PSSI tersebut. Menurut dia, keputusan itu bagus untuk meningkatkan kualitas wasit di Indonesia.
’’Sebab, wasit kita dibarengi dengan manajemen dan pengawasan dari Jepang. Tentunya akan bisa membuat lebih kompetitif. Dan, yang pasti membuat kualitas wasit meningkat,’’ ujar manajer timnas Indonesia di ajang SEA Games 2023 Kamboja tersebut kepada Jawa Pos.
Sumardji menilai, kualitas wasit di Indonesia memang harus diperbaiki. Sebab, dari musim ke musim, banyak klub yang mengeluhkan kepemimpinan wasit.
’’Salah satu yang menjadi evaluasi klub-klub adalah keluhan terhadap beberapa wasit. Boleh dikatakan, kualitasnya di bawah standar atau kurang bagus. Hal itu membuat klub komplain dan tidak percaya dengan wasit itu sendiri,’’ tegas mantan Kapolresta Sidoarjo tersebut.
Kapten Persik Kediri Arthur Irawan juga mendukung langkah PSSI. Menurut dia, PSSI pasti sudah melakukan evaluasi terhadap penyelenggaraan Liga 1 musim lalu.
’’Jadi, kami percaya dengan ketua umum PSSI. Dia pasti tahu yang terbaik. Semoga kolaborasi PSSI dengan JFA membawa berkah bagi kita semua,’’ ucap mantan pemain PSS Sleman dan Persija Jakarta itu.
Dukungan juga datang dari pelatih Persebaya Surabaya Aji Santoso. Menurut pelatih yang pernah menukangi Persela Lamongan itu, pembenahan terhadap wasit perlu dilakukan.
Sebab, wasit dianggap bisa menentukan hasil akhir sebuah laga. Karena itu, dia ingin Liga 1 musim depan dipimpin oleh pengadil lapangan yang berkualitas.
’’Saya support 100 persen. Karena ini bentuk kepedulian pengurus PSSI akan kualitas kompetisi,’’ beber mantan pelatih Persema Malang itu kepada Jawa Pos.
Aji berharap semua laga bakal dipimpin wasit yang adil. Dengan begitu, dia yakin kompetisi akan berjalan lebih menarik. ’’Karena kualitas wasit akan menentukan kualitas kompetisi yang kami jalankan,’’ tegasnya.
Pelatih asal Kepanjen, Kabupaten Malang, itu pun senang dengan kepengurusan PSSI yang baru. Sebab, ada upaya untuk membenahi kinerja wasit yang selama ini sering menjadi sorotan. ’’Saya pribadi mengapresiasi setinggi-tingginya atas upaya untuk perbaikan sepak bola Indonesia dari semua aspek,’’ imbuh Aji.

7 Mall Terbaik di Bandung dengan Banyak Tenant Kuliner dan Spot Foto yang Instagramable
10 Mall di Semarang yang Tak Pernah Sepi Pengunjung, Tempat Favorit untuk Belanja dan Nongkrong
14 Daftar Mall Terbaik di Bandung yang Selalu Ramai Dikunjungi, Lengkap untuk Shopping dan Hiburan Keluarga
11 Rekomendasi Mall Terbaik di Surabaya yang Bikin Betah Jalan-Jalan dan Susah Pulang
5 Mall Terbaik dan Paling Cozy di Solo, Cocok untuk Menikmati Kuliner, Belanja, dan Nongkrong di Satu Tempat
10 Rekomendasi Kuliner Bakmi Jawa di Surabaya, Pengunjung Sampe Rela Antre Demi Seporsi Kenikmatan Kuliner Malam Satu Ini!
18 Kuliner Mie Ayam di Yogyakarta yang Rasanya Autentik Tapi Harganya Cocok untuk Semua Kalangan Masyarakat
16 Kuliner Bakso di Yogyakarta yang Rasanya Dinilai Selalu Konsisten Enak, Bikin Para Pengunjung Ketagihan Datang Lagi
Bupati Roby Kurniawan Disebut Netizen Sebagai Bupati R yang Bikin Ayu Aulia Kehilangan Rahim
KPK Tindaklanjuti Pelaporan Dugaan Korupsi APBD Era Mantan Gubernur Sultra Nur Alam
