Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 9 November 2025 | 18.52 WIB

Eduardo Perez Buka Suara! Banjir Kritik Pedas dari Bonek Jelang Persebaya Surabaya vs Arema FC

Pelatih Persebaya, Eduardo Perez, tidak sempat membaca kritikan tajam Bonek di medsos karena lebih fokus memperbaiki performa timnya. (Media Persebaya)

 

JawaPos.com — Eduardo Perez akhirnya angkat bicara jelang laga panas derbi Jawa Timur menghadapi Arema FC, setelah timnya kembali menuai kritik pedas dari Bonek. Suporter menilai performa Persebaya Surabaya belum stabil hingga pekan ke-12 sehingga Green Force masih tertahan di papan tengah.

Hasil imbang 1-1 saat bertandang ke markas Persik Kediri memicu gelombang komentar keras di media sosial. Banyak Bonek mengekspresikan kekecewaan karena harapan untuk bersaing di papan atas belum tampak nyata.

Persebaya Surabaya sebenarnya tampil cukup agresif pada laga tersebut, terutama di babak kedua. Gali Freitas dan rekan-rekannya mampu menciptakan beberapa peluang berbahaya, namun penyelesaian akhir belum maksimal.

Green Force sempat unggul lebih dulu lewat gol Catur Pamungkas yang memanfaatkan bola muntah hasil sundulan Gali. Momentum tersebut sempat membuat permainan Persebaya Surabaya lebih hidup dan penuh percaya diri.

Namun situasi berubah ketika Francisco Rivera mendapat kartu merah di menit ke-76. Kondisi bermain dengan 10 pemain membuat Persebaya Surabaya lebih banyak bertahan dan Persik akhirnya mampu menyamakan skor.

Kesempatan untuk menambah gol sebenarnya hadir lewat peluang Dime Dimov dan Bruno Moreira. Sayangnya, sentuhan dan akurasi akhir masih belum mampu membuahkan hasil tambahan.

Skor 1-1 bertahan hingga peluit akhir berbunyi dan Persebaya Surabaya harus puas hanya membawa pulang satu poin.

Hasil tersebut membuat tim asuhan Eduardo Perez tetap berada di posisi ke-9 klasemen sementara dengan koleksi 15 poin.

Statistik Persebaya Surabaya musim ini menunjukkan performa yang belum sepenuhnya konsisten.

Dari 10 pertandingan, Green Force mencatat 4 kemenangan, 3 imbang, dan 3 kekalahan dengan produktivitas 12 gol dan kebobolan 10 gol.

Rata-rata 1,50 poin per laga dianggap masih belum cukup untuk bersaing memperebutkan posisi puncak. Kondisi ini menjadi pemicu utama kritik yang mengalir deras di kalangan Bonek.

Sejumlah komentar di media sosial menyoroti degradasi ekspektasi terhadap tim kebanggaan Kota Pahlawan.

“Turunkan ekspektasi, yang meningkat hanya harga tiket, bukan prestasi,” tulis akun fanbase @tribunpersebaya yang ramai disorot.

Ada pula Bonek yang menyuarakan kondisi tim secara satir. “Dari Persebaya kita memahami apa arti jangan berharap,” tulis salah satunya, disertai emoji tawa getir yang menggambarkan rasa pasrah.

Editor: Edi Yulianto
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore