
Rumput lapangan Stadion GBLA tengah diperbaiki
JawaPos.com - Timnas Indonesia secara resmi menjamu Vietnam pada semifinal leg pertama Piala AFF 2016, 3 Desember mendatang di Stadion Pakansari, Cibinong. Sebelumnya, sejumlah stadion dijadikan alternatif untuk menggelar laga kandang tersebut. Salah satunya adalah Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA) di Bandung.
Hanya saja, GBLA ternyata tidak memungkinkan untuk menggelar pertandingan sepak bola lantaran rumput lapangan tengah dalam proses rehabilitasi usai gelaran PON XIX/2016.
Selain itu, proses perbaikan berdasar laporan tim teknis belum sesuai harapan.
"Ini karena kondisi perubahan cuaaca yang tidak bisa dicegah,"jelas Sekretaris Daerah, Iwa Karniwa, seperti dilansir Bandung Ekspres (Jawa Pos Group).
Berdasarkan informasi dari tim rehabilitasi, di tengah lapangan telah tumbuh rumput liar. Tumbuhnya rumput liar tersebut bersamaan dengan tumbuhnya rumput asli. Pegawai di lapangan harus bekerja ekstra mencabut rumput liar tersebut.
“Memang di luar perkiraan. Awalnya Desember sudah bisa dipakai, ternyata kondisinya juga tidak bisa cegah. Tapi dipastikan tim terus bekerja,” imbuhnya.
Saat ini, proses perbaikan rumput sudah memasuki tahapan kedua yakni pemangkasan bagian atas rumput yang kering dan menguning.
"Ini sebagai bentuk tanggung jawab kami untuk memperbaiki kembali rumput Stadion GBLA karena sudah jadi komitmen kami sejak awal," ujar Iwa
Iwa menambahkan, penggantian rumput diperlukan guna memacu percepatan pertumbuhan rumput baru di seluruh areal lapangan. Dari total luas lapangan sekitar 10.000 meter, rumput yang diganti hanya sekitar 2.500 meter sehingga dengan treatment khusus ditambah bantuan hujan, Iwa optimistis pertumbuhan rumput baru akan jauh lebih cepat.
"Kita siapkan beberapa treatment khusus seperti pemberian nutrisi, rumput bisa tumbuh lebih baik dari sebelumnya. Saya mohon maaf, kami komitmen di GBLA, tidak perlu khawatir. Semua sabar karena ini demi GBLA ke depan,” jelas dia
Sementara itu, Kepala Pengawas tim Rumput GBLA, Harry Gunawan, mengatakan saat ini tengah fokus untuk membersihkan rumput liar terlebih dahulu. Salah satunya adalah memperbaiki media tanam.
"Rumput liar bisa saja dimatikan secara kimiawi, namun takut kontraproduktif. Sekarang fokus bongkar. Treatment tahap dua sudah tiga minggu. Idealnya tiga bulan selesai," ucap Harry. (yan/epr/JPG)

14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
Jika Persija Jakarta Gagal Juara, The Jakmania Punya Kesempatan Melihat Bobotoh Menangis
Tak Peduli Larangan ke Jepara, The Jakmania Sebut Kebiasaan atau Takut Main di Jakarta saat Persija Jamu Persib
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Persebaya Surabaya Rayakan Kembalinya Bruno Moreira, Bonek Kompak Satu Suara
Pesan Haru Milos Raickovic ke Bonek! Gelandang Persebaya Surabaya Sudah Berikan Segalanya Musim Ini
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Korban Dicekoki Miras Hingga Tak Sadar, Pelaku Pemerkosaan Cipondoh Masih Dicari
Link Live Streaming Semifinal Uber Cup 2026 Indonesia vs Korea Selatan dan Line-up Pertandingan
