Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 28 Oktober 2025 | 15.48 WIB

Curhat Francisco Rivera Jelang Lawan Persis Solo: Saya Sangat Bangga Jadi Pemain Persebaya!

Francisco Rivera bangga jadi bagian penting Persebaya Surabaya. (Persebaya Surabaya) - Image

Francisco Rivera bangga jadi bagian penting Persebaya Surabaya. (Persebaya Surabaya)

JawaPos.com—Francisco Rivera tak bisa menyembunyikan kebanggaannya setelah laga dramatis melawan PSBS Biak pada pekan ke-10 Super League 2025/2026. Gelandang serang asal Meksiko itu terharu melihat perjuangan luar biasa rekan-rekannya yang bermain hanya dengan sembilan pemain namun tetap mampu menahan imbang lawan.

Pertandingan di Stadion Maguwoharjo Sleman, Jumat (24/10), menjadi bukti nyata mental baja para pemain Persebaya Surabaya. Selama 60 menit, Green Force tampil gigih mempertahankan gawang meski harus kehilangan dua pemain di babak pertama.

Rivera mengakui laga tersebut sangat berat secara fisik dan mental. Namun dia justru merasa bangga melihat bagaimana tim tetap berjuang tanpa menyerah hingga peluit akhir dibunyikan.

“Siapa pun yang bermain sepak bola tahu betapa sulitnya bermain dengan sembilan pemain. Jadi saya sangat bangga dengan semua rekan satu tim saya,” ungkap Rivera penuh emosi.

Pemain berusia 31 tahun itu menilai hasil imbang 0-0 bukan sesuatu yang harus disesali. Menurut dia, dalam kondisi di mana segalanya terasa sulit, satu poin bisa menjadi cerminan karakter dan semangat tim yang luar biasa.

“Kami bekerja sangat keras. Saya ingin memberi selamat kepada semua rekan saya,” lanjut Francisco Rivera dengan nada tulus.

Rivera menegaskan, Persebaya Surabaya tetap menargetkan kemenangan di setiap laga. Namun dalam situasi ekstrem seperti melawan PSBS, mempertahankan hasil imbang dengan sembilan pemain adalah bukti dari kerja keras dan solidaritas seluruh tim.

“Kami ingin tiga poin. Tapi dengan sembilan orang, itu sangat sulit. Kami tidak puas dengan hasilnya, tapi kami berjuang,” tambah Francisco Rivera.

Ucapan Rivera mencerminkan betapa kuatnya ikatan emosional di ruang ganti Persebaya Surabaya musim ini. Setiap pemain disebutnya memiliki rasa tanggung jawab dan kebersamaan yang tinggi, terutama di saat-saat sulit seperti laga melawan PSBS Biak.

Di bawah tekanan lawan yang terus menggempur, penjaga gawang Ernando Ari tampil luar biasa di bawah mistar. Beberapa kali dia melakukan penyelamatan gemilang yang membuat skor tetap aman hingga akhir pertandingan.

Bagi Rivera, penampilan heroik Ernando dan semangat rekan setim menjadi bukti Persebaya Surabaya memiliki karakter pejuang sejati. “Saya sangat bangga menjadi seorang Persebaya,” ujar Francisco Rivera tegas.

Rasa bangga itu tak hanya muncul karena hasil di lapangan, tetapi juga dari kebersamaan yang tumbuh di dalam tim. Rivera menyebut setiap latihan dan pertandingan menjadi kesempatan untuk memperkuat hubungan antar pemain, sesuatu yang menurut dia sangat penting bagi tim besar seperti Persebaya Surabaya.

Namun laga melawan PSBS Biak juga menyisakan catatan pahit. Dua pemain, Leo Lelis dan Mikael Tata, harus meninggalkan lapangan lebih cepat akibat kartu merah di babak pertama.

Lelis diusir wasit pada menit ke-31, sementara Tata menyusul di menit ke-44 setelah menerima kartu kuning kedua. Situasi itu membuat Persebaya Surabaya harus bertahan dengan disiplin tinggi di sisa pertandingan.

Meski demikian, pelatih Eduardo Perez memilih untuk tidak membahas keputusan wasit. Dia lebih memilih menyoroti perjuangan luar biasa anak asuhnya yang tetap fokus dan kompak hingga menit terakhir.

Editor: Latu Ratri Mubyarsah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore