Hussein Ammouta (Instagram @wydad_nation)
JawaPos.com - Kekalahan dari Arab Saudi dan Irak menjadi momen menyakitkan yang berujung pada kekosongan di kursi kepelatihan Timnas Indonesia saat ini, dan menciptakan situasi mendesak.
Mengingat padatnya agenda yang sudah menanti, seperti International Break pada November yang hanya tinggal 21 hari lagi, Piala AFF dalam 8 bulan, dan Piala Asia 2027, PSSI dituntut untuk segera mengambil langkah cepat dan tepat.
Mengerucut pada satu nama, Hussein Ammouta, seorang pelatih berkebangsaan Maroko berusia 55 tahun dan memiliki profil usia ideal. Tidak terlalu old school, tetapi juga tidak terlalu muda, sehingga berpotensi minim gesekan di ruang ganti.
Ammouta memiliki prestasi mentereng di kawasan Asia, dirinya pernah membesut Timnas Yordania dan berhasil membawa mereka hingga ke partai puncak Piala Asia dan menunjukkan kecakapannya dalam menghadapi kultur sepak bola di wilayah ini.
"Yordania di bawah kepemimpinannya mampu menunjukkan penampilan 'kalah terhormat' di final, dan keberadaan pelatih dari Timur Tengah menjadi semacam 'vaksin' untuk mengatasi intrik-intrik lawan dari kawasan tersebut," ujar pengamat sepak bola, Bung Harpa.
"Ammouta juga memiliki nilai positif tambahan, pernah bekerja sama dengan Direktur Teknik PSSI saat ini, Alexander Zwiers. Kerja sama ini diharapkan dapat mempermudah negosiasi, terutama terkait masalah finansial," tambahnya.
Dilansir dari kanal youtube Bung Harpa, pada Senin (20/10). Ammouta dinilai memiliki level keuangan yang sepadan dengan PSSI karena Yordania bukan negara Timur Tengah sekaya Qatar atau Saudi.
Sinergi ini akan mempermudah koordinasi teknis dan diharapkan PSSI dapat memanfaatkan networking yang dimiliki oleh Ketua Umum Erik Thohir untuk mendapatkan diskon dalam kontrak.
Selain itu, PSSI ditekankan untuk mengambil keputusan berdasarkan argumen, kecakapan dan korelasi yang jelas, bukan sekadar alasan mengada-ngada seperti kesamaan bahasa, budaya, atau kesediaan diwawancara saat hari libur.
Masyarakat Indonesia dianggap tidak bodoh dan mampu menilai, sehingga pilihan harus didasarkan pada kecakapan pelatih agar tidak jatuh ke lubang kegagalan yang sama untuk kedua kalinya.
Keputusan harus diambil berdasarkan fakta dan penilaian yang sesuai untuk membantu Timnas berprestasi di kompetisi yang akan datang.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
11 Rekomendasi Gudeg Terenak di Jakarta, Kuliner Manis yang Tak Kalah Legit Seperti di Jogjakarta
Terkendala Lahan dan Faktor Teknis, 7 Koperasi Merah Putih di Sukoharjo Jawa Tengah Belum Dibangun
