Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 19 Oktober 2025 | 02.07 WIB

Jepang Bisa Tinggalkan AFC dan Akan bentuk Konfederasi Baru, PSSI Berminat?

Pesepak bola Timnas Indonesia Rizky Ridho Ramadhani (kiri) dan rekannya Yakob Sayuri (kanan) berebut bola dengan pesepak bola Timnas Jepang Wataru Endo (tengah) pada pertandingan Grup C putaran ketiga Kualifikasi Piala Dunia 2026 Zona Asia di Stadion Utam - Image

Pesepak bola Timnas Indonesia Rizky Ridho Ramadhani (kiri) dan rekannya Yakob Sayuri (kanan) berebut bola dengan pesepak bola Timnas Jepang Wataru Endo (tengah) pada pertandingan Grup C putaran ketiga Kualifikasi Piala Dunia 2026 Zona Asia di Stadion Utam

JawaPos.com - Dunia sepak bola Asia tengah gempar dengan kabar Asosiasi Sepak Bola Jepang (JFA) yang mempertimbangkan untuk meninggalkan Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC). JFA dilaporkan berniat untuk membentuk sebuah konfederasi baru.

Isu Jepang angkat kaki dari AFC ini muncul setelah disuarakan oleh media Irak, UTV. Disebutkan JFA cukup serius untuk mempertimbangkan hal tersebut karena kecewa sekaligus menentang AFC yang dirasa kerap memanipulasi dan korupsi.

"Ada pergerakan dari Jepang untuk mundur dari AFC dan mendirikan 'Federasi Asia Timur'. Mereka protes dan menentang hal-hal yang terlihat seperti manipulasi dan korupsi di AFC, yang dikontrol oleh pendanaan Qatar. Mereka juga sudah tidak lagi percaya pada AFC," berikut laporan UTV, dipetik dari media Jepang, Football Tribe.

Dijelaskan bahwa kekecewaan Jepang berawal dari buruknya AFC dalam mengelola turnamen Asia Champions League Elite 2025/2026. Salah satunya menetapkan babak perempat final di kawasan Timur Tengah sehingga dianggap tak adil.

Persoalan dalam AFC Champions League Elite bukan terjadi hanya pada musim ini. Musim lalu, klub Jepang juga dirugikan oleh AFC. Yakni Vissel Kobe yang harus mengalami penurunan peringkat akibat keputusan tak tegas dari AFC.

Diketahui pada musim lalu, klub Tiongkok, Shandong Taishan memilih untuk menarik diri di tengah turnamen.

Nah menurut Pasal 5 Ayat 6 peraturan kompetisi, AFC menjelaskan bahwa klub yang mundur setelah kompetisi dimulai akan membuat seluruh pertandingan yang telah dilakoni dibatalkan dan dianggap tidak sah.

Vissel Kobe pun yang semestinya finish di peringkat ketiga Wilayah Timur ACL Elite, harus turun ke posisi kelima karena hasil melawan Shandong Luneng tidak dihitung.

"Masalah lain muncul pada pertandingan antara Vissel Kobe dan Shandong Taishan di Stadion Noevir, Kobe, pada 2 Oktober 2024. Dalam laga itu terjadi keributan antara pemain dan staf kedua tim," tulis Football Tribe dalam keterangan lainnya.

Keributan itu berujung AFC menjatuhkan denda sebesar 10.000 dolar AS atau setara dengan Rp155 juta kepada Vissel Kobe. Tapi AFC tak juga mencabut sanksi tersebut meski Shandong Luneng terdiskualifikasi sehingga memunculkan anggapan standar ganda.

Bila rencana JFA untuk meninggalkan AFC dan membangun konfederasi baru, jelas jadi guncangan besar untuk sepak bola Asia. Sebab Jepang adalah salah satu kekuatan besar di kawasan tersebut.

Tapi tentunya upaya Jepang membentuk konfederasi Asia Timur butuh waktu panjang. Sebab hal itu berkaitan dengan slot untuk lolos ke Piala Dunia. Selain itu negara-negara yang masuk dalam konfederasi itu akan menimbulkan tanda tanya.

Indonesia, dalam hal ini PSSI, bisa jadi salah satu negara yang bergabung karena secara geografis termasuk dalam Asia Timur bentukan Jepang. Tentu menarik dinantikan bagaimana kelanjutan kabar ini.

Editor: Hendra
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore