
Sejumlah peserta mengikuti pendidikan sepak bola Persebaya Academy di Lapangan THOR Surabaya, Kamis (16/10). (Naufal Ammar Imaduddin/Antara)
JawaPos.com—Presiden Persebaya Surabaya Azrul Ananda akhirnya membocorkan rahasia dapur di balik suksesnya pabrik pemain muda Green Force. Dia menyebut Persebaya Surabaya kini tak sekadar punya sistem pembinaan, tapi sudah memiliki piramida pembinaan tiga dimensi yang siap melahirkan generasi emas baru.
Langkah besar itu diwujudkan lewat peluncuran Persebaya Academy, program terbaru yang dirancang untuk menyempurnakan struktur pembinaan pemain muda di klub kebanggaan Kota Pahlawan. Azrul menyebut akademi ini sebagai evolusi dari sistem lama yang sebelumnya hanya beroperasi dalam dua dimensi.
“Persebaya sudah terbukti memiliki pembinaan terbaik dalam sejarah sepak bola Indonesia. Dengan Persebaya Academy, piramida pembinaan kami berevolusi dari dua dimensi menjadi tiga dimensi,” ujar Azrul dikutip dari Antara, Kamis (16/10).
Dia menegaskan, pembentukan akademi ini bukan sekadar proyek jangka pendek, melainkan strategi panjang untuk menjaga keberlanjutan regenerasi pemain. Melalui akademi ini, Persebaya Surabaya ingin memperluas akses bagi talenta muda dari berbagai daerah agar punya kesempatan berkembang.
Selama ini, sistem pembinaan Persebaya Surabaya bertumpu pada 20 klub anggota yang aktif membina pemain sejak usia dini. Dari klub-klub tersebut, banyak talenta berbakat yang kemudian menembus Persebaya Future Lab, wadah pengembangan menuju level profesional di bawah komando Ganesa Putra.
Kini, dengan hadirnya Persebaya Academy, pintu terbuka lebih lebar bagi siapa pun yang ingin mengenal sepak bola secara serius. Pesertanya tidak hanya diajari teknik bermain, tetapi juga dibentuk dari sisi karakter, mental, dan disiplin.
Azrul menyebut konsep ini sebagai bentuk pabrik pemain yang bekerja menyeluruh dari hulu ke hilir.
“Sekarang, melalui Persebaya Akademi, peluang terbuka bagi siapa pun yang ingin mengenal sepak bola dan mengembangkan kemampuan secara mandiri,” kata Azrul.
Dia menambahkan, peserta akademi yang menunjukkan potensi dan komitmen tinggi berpeluang direkrut ke Future Lab. Dari situ, mereka bisa meniti jalan menuju tim utama dan menjadi bagian dari sejarah besar Green Force.
Dalam struktur baru ini, Ganesa Putra dipercaya menjadi Technical Director yang mengawasi seluruh jalannya pembinaan. Sementara mantan gelandang asing Persebaya Surabaya Robertino Pugliara, ditunjuk sebagai Football Director yang menangani pengembangan metode dan kurikulum akademi.
Kombinasi antara klub anggota Persebaya Surabaya, Persebaya Academy, dan Persebaya Future Lab menjadi fondasi kuat dalam piramida pembinaan baru ini.
“Tiga elemen ini akan menjadi pilar penting pembinaan Persebaya. Semakin kokoh, semakin kuat kelangsungan jangka panjang Persebaya, bukan hanya untuk hari ini, tapi untuk Persebaya selamanya,” tegas Azrul.
Robertino Pugliara, atau akrab disapa Papito, menilai pendekatan akademi ini berbeda dari metode latihan konvensional. Dia menekankan pembelajaran yang menyenangkan agar anak-anak mencintai sepak bola sejak dini tanpa tekanan berlebihan.
“Kami ingin anak-anak belajar sepak bola dengan cara yang menyenangkan, bukan dengan paksaan. Mereka harus enjoy, karena dari situ muncul semangat dan cinta terhadap permainan ini,” ujar Papito.
Dia menjelaskan, akademi ini memiliki kurikulum khusus yang fokus pada pemahaman situasi permainan dan pengambilan keputusan. Selain itu, peserta juga diajarkan keterampilan teknis, strategi bermain, serta edukasi tentang nutrisi dan kesehatan atlet.

7 Mall Terbaik di Bandung dengan Banyak Tenant Kuliner dan Spot Foto yang Instagramable
10 Mall di Semarang yang Tak Pernah Sepi Pengunjung, Tempat Favorit untuk Belanja dan Nongkrong
14 Daftar Mall Terbaik di Bandung yang Selalu Ramai Dikunjungi, Lengkap untuk Shopping dan Hiburan Keluarga
11 Rekomendasi Mall Terbaik di Surabaya yang Bikin Betah Jalan-Jalan dan Susah Pulang
5 Mall Terbaik dan Paling Cozy di Solo, Cocok untuk Menikmati Kuliner, Belanja, dan Nongkrong di Satu Tempat
10 Rekomendasi Kuliner Bakmi Jawa di Surabaya, Pengunjung Sampe Rela Antre Demi Seporsi Kenikmatan Kuliner Malam Satu Ini!
18 Kuliner Mie Ayam di Yogyakarta yang Rasanya Autentik Tapi Harganya Cocok untuk Semua Kalangan Masyarakat
16 Kuliner Bakso di Yogyakarta yang Rasanya Dinilai Selalu Konsisten Enak, Bikin Para Pengunjung Ketagihan Datang Lagi
Bupati Roby Kurniawan Disebut Netizen Sebagai Bupati R yang Bikin Ayu Aulia Kehilangan Rahim
KPK Tindaklanjuti Pelaporan Dugaan Korupsi APBD Era Mantan Gubernur Sultra Nur Alam
