Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 12 Oktober 2025 | 18.54 WIB

Tagar #KluivertOut Menggema, Warganet Merindukan Shin Tae-yong Usai Indonesia Gagal ke Piala Dunia 2026

Pelatih Patrick Kluivert wajib lakukan evaluasi di Timnas Indonesia jelang hadapi Irak. (Timnas Indonesia)

JawaPos.com- Kegagalan Timnas Indonesia melangkah ke Piala Dunia 2026 usai kalah 0–1 dari Irak di laga terakhir Grup B putaran keempat Kualifikasi Zona Asia, Minggu (12/10) dini hari WIB, memicu gelombang besar kekecewaan di kalangan publik sepak bola tanah air.

Di media sosial, tagar #KluivertOut menggema dan menjadi trending, bersamaan dengan seruan kerinduan terhadap mantan pelatih Shin Tae-yong.

Berdasarkan pantauan di platform X (sebelumnya Twitter), hingga Minggu pagi, lebih dari 40 ribu unggahan menyebut tagar #KluivertOut. Disusul 13 ribu unggahan terkait blunder dan tiga ribu lebih unggahan yang menyebut nama Shin Tae-yong.

Di Stadion King Abdullah Sports City, Jeddah, nama pelatih asal Korea Selatan itu bahkan terdengar lantang dari para suporter Indonesia yang memenuhi tribun.

Tak bisa dimungkiri, kerinduan terhadap Shin Tae-yong wajar dirasakan publik. Di bawah asuhannya, peringkat FIFA Indonesia melesat dari posisi 173 menjadi 127 dunia. Lebih dari itu, Shin menghadirkan keyakinan bahwa mimpi tampil di Piala Dunia bukan lagi utopia.

Pelatih asal Korea Selatan itu memulai perjuangan sejak putaran pertama kualifikasi Piala Dunia 2026, melawan tim-tim seperti Brunei Darussalam, Guam, dan Taipei. Indonesia melaju mulus ke putaran kedua setelah menang agregat 12–0 atas Brunei, kemudian finis di posisi kedua Grup F di bawah Irak untuk memastikan tiket ke putaran ketiga.

Pada putaran ketiga, Indonesia tampil mengesankan meski berada satu grup dengan raksasa Asia seperti Jepang, Australia, Arab Saudi, China, dan Bahrain. Dari enam laga, skuad Garuda mengumpulkan enam poin hasil satu kemenangan dan tiga kali imbang pencapaian terbaik dalam sejarah modern timnas. Namun, secara mengejutkan, pada 6 Januari 2025, PSSI mengumumkan pemecatan Shin Tae-yong dan menunjuk Patrick Kluivert sebagai pengganti.

Ketua Umum PSSI Erick Thohir menjelaskan bahwa keputusan mengganti Shin didasari ambisi lebih besar, membawa Indonesia lolos ke Piala Dunia 2026. Ia bahkan mengungkapkan sempat mengatur wawancara untuk tiga calon pelatih pengganti pada Hari Natal 2024, namun hanya satu yang datang Patrick Kluivert.

Kehadiran legenda Belanda itu membangkitkan harapan sekaligus keraguan publik. Jika Shin dikenal sabar membangun pondasi tim, maka Kluivert dituntut langsung menampilkan hasil instan: tiket ke Piala Dunia.

Namun kenyataannya, debut Kluivert bersama Indonesia justru diwarnai kekalahan telak 1–5 dari Australia, lalu tumbang 0–6 dari Jepang. Kekalahan tipis 2–3 dari Arab Saudi dan 0–1 dari Irak di putaran keempat membuat Garuda harus pulang dengan tangan hampa tanpa satu poin pun.

Perbandingan hasil pun menjadi bahan pembicaraan publik:

  • Era Shin: vs Australia (0–0), vs Jepang (0–4), vs Arab Saudi (menang 2–0 di GBK).
  • Era Kluivert: vs Australia (1–5), vs Jepang (0–6), vs Arab Saudi (kalah 2–3).

Tak heran bila publik kemudian mempertanyakan keputusan PSSI. Banyak yang menilai bahwa jika Shin Tae-yong masih melatih, hasilnya mungkin tak jauh berbeda namun setidaknya perjuangan timnas akan terasa lebih tulus dan berproses.

Ketua Umum PSSI, Erick Thohir, menyampaikan permintaan maaf terbuka kepada masyarakat Indonesia atas kegagalan ini.

"Kami memohon maaf, mimpi Indonesia masuk ke Piala Dunia 2026 belum bisa kami wujudkan,"tulis Erick di Instagramnya.

Editor: Banu Adikara
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore