Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 4 Oktober 2025 | 18.28 WIB

PSIS Semarang Kembali Mengelar Laga Tanpa Penonton Vs Barito Putera, Ketua Panser Biru Bereaksi Keras

Pemain PSIS Semarang memberikan applause di tengah tekanan suporter Mahesa Jenar. (Media PSIS)

JawaPos.com - PSIS Semarang kembali akan menggelar pertandingan kandangnya tanpa kehadiran penonton. Laskar Mahesa Jenar dijadwalkan menjamu PS Barito Putera pada lanjutan kompetisi Pegadaian Championship 2025/2026, Sabtu (4/10/2025) malam pukul 19.00 WIB di Stadion Jatidiri, Kota Semarang.

Kabar ini disampaikan langsung melalui akun resmi Instagram klub @psisofficial. Dalam pengumuman tersebut, manajemen menegaskan bahwa laga melawan Barito Putera tetap berlangsung sesuai jadwal, namun tanpa penonton di stadion.

“Pertandingan lanjutan kompetisi Pegadaian Championship 2025/2026 antara PSIS Semarang menghadapi PS Barito Putera akan berlangsung tanpa penonton,” tulis pernyataan resmi klub.

Keputusan ini segera menuai kritik keras dari kelompok suporter. Ketua Umum Panser Biru, Kepareng atau yang akrab disapa Wareng, melontarkan sindiran tajam melalui akun Instagram pribadinya @kepareng_wareng.

“Kalah pilwakot tanpa suporter, dibully penonton tanpa penonton terus sekarang yang kamu cari apa yok,” tulisnya.

Wareng bahkan menambahkan sindiran lain terkait kebijakan tersebut. “Besok pemain menggerutu apa mau bertanding tanpa pemain, lha tanpa yoyok kapan kwak?” tulisnya dalam unggahan berbeda, menyinggung manajemen yang dianggap tidak konsisten dalam mengambil keputusan.

Unggahan itu tak berhenti di situ. Wareng juga menyoroti kondisi tim yang sudah menelan tiga kekalahan beruntun. “3x kalah udah tanpa pelatih, besok kalau masih kalah mesti tanpa pemain terus tanpa yoyoke kapan?” tambahnya.

Situasi yang dihadapi PSIS memang sedang sulit. Dari tiga pertandingan terakhir, Mahesa Jenar selalu menelan kekalahan. Hasil buruk itu membuat mereka terpuruk di dasar klasemen sementara Pegadaian Championship musim ini.

Kondisi ini semakin memprihatinkan jika ditambah dengan pertandingan yang digelar tanpa penonton.

Padahal, peran suporter menjadi energi tambahan bagi para pemain di lapangan, terutama saat tim dalam performa negatif.

PSIS membutuhkan dukungan suporter untuk mengangkat mental dan semangat pemain. Jika konflik internal antara manajemen dan suporter dibiarkan berlarut-larut, dikhawatirkan performa tim akan semakin menurun bahkan bisa terancam degradasi ke Liga 3.

Menggelar pertandingan tanpa penonton bisa menjadi bumerang bagi klub. Selain berkurangnya dukungan moril, PSIS juga akan kehilangan pemasukan dari penjualan tiket.

Lebih jauh, jika hubungan antara manajemen dan suporter akan semakin memburuk, risiko degradasi ke liga yang lebih rendah semakin terbuka. Bahkan, tak sedikit yang menilai konflik ini bisa menggerus identitas klub yang dikenal sebagai salah satu tim yang memiliki basis pendukung fanatik di Semarang dan sekitarnya.

Hingga kini, manajemen PSIS belum memberikan penjelasan lebih detail mengenai alasan pertandingan tanpa penonton. Pihak klub hanya menyampaikan pengumuman singkat lewat media sosial tanpa keterangan tambahan.

Editor: Banu Adikara
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore