
Persis Solo menunjukkan solidaritas dengan memakai pita hitam saat melawan Bhayangkara. (IG Persis Solo)
JawaPos.com-Lanjutan BRI Super League 2025/2026 mempertemukan Persis Solo dengan Bhayangkara Presisi Lampung FC. Persis menunjukkan solidaritas atas peristiwa tragis yang menimpa Affan Kurniawan, salah seorang driver ojek online yang meninggal saat demo pada 28 Agustus.
Para pemain tampil dengan mengenakan pita hitam di lengan, serta postingan media sosial serba hitam putih sebagai bentuk duka.
Aksi solidaritas ditunjukkan Persis Solo atas meninggalnya Affan Kurniawan. Klub asal Kota Bengawan ini memakai pita hitam dilengangkan ketika berhadapan dengan Bhayangkara.
Pita hitam yang dikenakan sebagai simbol duka dan penghormatan atas meninggalnya seorang ojek online yang tertabrak mobil rantis polisi.
Selain mengenakan pita hitam, media official Persis Solo terutama Instagram Official Persis juga memperlihatkan unggahan bernuansa hitam-putih yang memperkuat pesan bela sungkawa.
Laga Bayangkara kontra Persis Solo dihelat di Stadion PKOR Sumpah Pemuda, Bandar Lampung. Kick off dimulai pukul 15.00 WIB. Laga langsung berjalan sengit sejak kick off babak pertama dibunyikan.
Ilija Spasojevic berhasil membuka keunggulan pada menit ke-24. Spasojevic berhasil mencetak angka melalui sontekan tajam usai menerima umpan silang. Gol ini sekaligus memberikan momentum bagi tim tuan rumah. Hasil 1-0 bertahan hingga turun minum.
Memasuki babak kedua, tepatnya pada menit ke-53, Fareed Sadat menggandakan keunggulan Bhayangkara dengan memanfaatkan umpan datar dari Plazonja. Gol ini memastikan kemenangan bagi Bhayangkara.
Laga banyak diwarnai kartu kuning. Dari Bhayangkara R. A. Nieto mendapat kartu kuning pada menit 69, kemudian S. R. Fauzi pada menit 90+1. Tim Persis juga mendapatkan kartu kuning untuk C. Ilić pada menit 77, dan A. Idrus pada menit 76.
Bhayangkara Presisi Lampung FC berhasil mengamankan tiga poin di kandangnya, dengan skor 2-0. Kemenangan ini sekaligus menjadi kemenangan perdana di kandang pada musim ini.
Raihan tiga poin membuat Bhayangkara naik ke peringkat 7 klasemen sementara dengan total empat poin dari empat laga. Sementara itu, Persis Solo tetap berada di posisi ke-11 dengan jumlah poin yang sama namun kalah selisih gol.
Persis melakukan aksi solidaritas saat berhadapan dengan Bhayangkara Presisi Lampung FC. Klub Bhayangkara berkaitan erat dengan Kepolisian Republik Indonesia (Polri).
Ketika Bhayangkara berpindah homebase ke Lampung dan berubah nama menjadi Bhayangkara Presisi Lampung FC, peresmian dilakukan Jenderal Listyo Sigit Prabowo selaku Kapolri.
Karakter institusional ini juga menembus struktur internal dan filosofi tim. Bhayangkara FC berdiri dari PS Polri, klub amatir Polri yang kemudian dilembagakan menjadi klub profesional sejak 2016.
Nama Bhayangkara sendiri merupakan sebutan lain untuk institusi kepolisian sebagai penjaga dan pelindung masyarakat. Nama tengah ditambah presisi yang juga menjadi slogan kepolisian.

Prediksi Skor Selandia Baru vs Mesir di Piala Dunia 2026: Mohamed Salah Jadi Tumpuan Libas All Whites
Kapolri Kenang Warisan Bung Karno, Tegaskan Semangat Pemimpin Bangsa Harus Terus Dijaga
Prediksi Skor Ekuador vs Curacao di Piala Dunia 2026: La Tri Wajib Menang demi Lolos ke Babak 32 Besar
Prediksi Skor Uruguay vs Tanjung Verde di Piala Dunia 2026: Kecerdikan Marcelo Bielsa Hadapi Blue Sharks
Prediksi Skor Jerman vs Pantai Gading di Piala Dunia 2026: Ujian Sesungguhnya Die Mannschaft di Grup E
Prediksi Skor Belgia vs Iran di Piala Dunia 2026: Kevin de Bruyne Jadi Pembeda Ladeni Perlawanan Team Melli
Gabriel Budi Blak-blakan, Agen Pemain Persebaya Surabaya Ungkap Sosok Paling Berkesan
Prediksi Skor Spanyol vs Arab Saudi di Piala Dunia 2026: La Roja Wajib Menang Demi Lolos ke 32 Besar
Prediksi Susunan Pemain Timnas Jepang vs Tunisia: Hiroki Ito Sudah Kantongi Kekuatan Lawan!
Prediksi Susunan Pemain Timnas Ekuador vs Curacao: Alan Franco Sudah Lupakan Kekalahan di Laga Perdana
