
Ban hitam Persis Solo saat hadapi Bhayangkara FC di Bandar Lampung, Jumat (29/8/2025. (Media Persis)
JawaPos.com — Persis Solo menunjukkan aksi solidaritas penuh makna saat menghadapi Bhayangkara FC dalam lanjutan Super League 2025/2026. Para pemain Laskar Sambernyawa turun ke lapangan dengan ban hitam di lengan mereka sebagai penghormatan untuk mendiang Affan Kurniawan.
Affan adalah seorang pengemudi ojek online yang meninggal dunia usai tertabrak kendaraan taktis Brigade Mobil (Brimob) dalam demonstrasi besar di depan gedung DPR, Kamis, 28 Agustus 2025.
Tragedi itu mengguncang publik dan memunculkan gelombang duka dari berbagai kalangan, termasuk dunia sepak bola.
Aksi mengenakan ban hitam ini menjadi bentuk nyata Persis Solo tidak hanya klub sepak bola, tetapi juga bagian dari denyut sosial masyarakat.
Melalui simbol kecil di lapangan, mereka menyampaikan pesan besar tentang penghormatan dan solidaritas.
Di Stadion PKOR Sumpah Pemuda, Bandar Lampung, Jumat (29/8/2025), pemain Persis Solo tetap tampil penuh semangat meski suasana duka masih terasa.
Laga melawan Bhayangkara FC pada pekan ke-4 ini menjadi lebih dari sekadar pertandingan, melainkan juga panggung penghormatan.
Lewat akun resmi Instagram, Persis Solo menuliskan pesan mendalam yang menyentuh hati para pendukung.
“Pita hitam di lengan, tanda duka mendalam atas kepergian Affan Kurniawan. Selamat jalan, doa terbaik untukmu,” tulis klub kebanggaan wong Solo itu.
Unggahan tersebut langsung diserbu komentar ribuan suporter yang menyampaikan rasa hormat mereka. Hampir semua komentar berisi satu kata sama: respect.
“Respect,” tulis salah satu pendukung. Komentar lain pun muncul seperti “Respect Solo????” hingga “SOLO ORA SEPELE, RESPECT MASKUH ????????????.”
Solidaritas ini menegaskan sepak bola bukan hanya hiburan di lapangan hijau. Ia juga bisa menjadi medium untuk menyuarakan empati, duka, sekaligus perjuangan rakyat.
Persis Solo pun mendapat pujian luas karena keberaniannya menunjukkan sikap sosial di tengah kondisi yang tengah memanas.
Di berbagai forum, aksi ban hitam ini disebut sebagai langkah berani klub yang tidak melupakan denyut kehidupan di luar lapangan.
Sementara itu, peristiwa yang menewaskan Affan bermula dari demonstrasi besar pada Kamis pagi hingga malam, 28 Agustus 2025. Massa awalnya berasal dari serikat buruh yang menggelar aksi menuntut enam hal penting.

5 Mall Terbaik dan Paling Cozy di Solo, Cocok untuk Menikmati Kuliner, Belanja, dan Nongkrong di Satu Tempat
7 Mall Terbaik di Bandung dengan Banyak Tenant Kuliner dan Spot Foto yang Instagramable
Persebaya Surabaya Dilaporkan Capai Kesepakatan dengan Striker Asing, Punya Rekam Jejak di Indonesia!
Bupati Roby Kurniawan Disebut Netizen Sebagai Bupati R yang Bikin Ayu Aulia Kehilangan Rahim
11 Tempat Berburu Sarapan Bubur Ayam Paling Enak di Bandung, Layak Masuk Daftar Wisata Kuliner!
10 Rekomendasi Bubur Ayam Paling Favorit di Surabaya, Terkenal Lezat dan Jadi Langganan Pecinta Kuliner Pagi
10 Rekomendasi Kuliner Bakmi Jawa di Surabaya, Pengunjung Sampe Rela Antre Demi Seporsi Kenikmatan Kuliner Malam Satu Ini!
14 Kuliner Nasi Goreng Paling Enak di Bandung, Tiap Hari Pelanggan Rela Antre Demi Menikmati Kelezatan Kuliner Malam Satu Ini!
14 Daftar Mall Terbaik di Bandung yang Selalu Ramai Dikunjungi, Lengkap untuk Shopping dan Hiburan Keluarga
10 Mall di Semarang yang Tak Pernah Sepi Pengunjung, Tempat Favorit untuk Belanja dan Nongkrong
