
Didikan Persebaya Surabaya Dicky Kurniawan kini siap bersinar bersama Persijap Jepara di Super League 2025/2026. (Media Persijap)
JawaPos.com—Dulu sempat tak terpakai di Persebaya Surabaya, kini Dicky Kurniawan Arifin menjelma menjadi bintang baru di Persijap Jepara. Pemain mungil yang pernah dicap hanya pelengkap kini justru jadi pembeda di kompetisi tertinggi sepak bola Indonesia.
Kisahnya semakin menarik karena di awal musim Super League 2025/2026, Dicky langsung menunjukkan kualitasnya. Assist manisnya ke Sudi Abdallah mengantarkan Persijap menekuk Persib Bandung dengan skor 2-1 di Stadion Gelora Bumi Kartini, Senin (18/8) malam.
Gol penentu kemenangan itu tercipta di menit 90+3, hanya semenit setelah Sudi masuk lapangan. Dicky yang jeli melihat ruang, melepaskan umpan terukur yang sukses dieksekusi menjadi gol dramatis.
Nama Dicky pun langsung jadi sorotan karena kontribusinya dianggap krusial. Publik Jepara mulai menyebutnya sebagai motor serangan anyar Persijap yang mampu menghidupkan permainan tim.
Lalu siapa sebenarnya Dicky Kurniawan? Pemain kelahiran Surabaya, 6 Juni 2002, ini punya perjalanan karir yang cukup berliku sebelum akhirnya bersinar.
Dengan postur hanya 165 cm, Dicky bukan tipe gelandang yang mengandalkan fisik. Dia lebih menonjolkan kelincahan, kecepatan, serta visi bermain yang membuatnya sulit dihentikan lawan.
Bakatnya sudah terlihat sejak usia dini ketika bergabung dengan Assyabaab pada 2007. Selama tujuh tahun di sana, dia terus mengasah teknik dasar hingga akhirnya pindah ke Bintang Timur, klub internal Persebaya Surabaya, pada 2014.
"Saya main bola dari TK A. Awalnya di Assyabaab sampai SMP kelas tujuh, lalu pindah ke Bintang Timur sampai sekarang," jelas Dicky dikutip dari laman Persebaya Surabaya, Rabu (20/8).
Bersama Bintang Timur, Dicky tampil menonjol dan berhasil membawa timnya mendominasi Seri A Kompetisi Kapal Api Persebaya 2018. Penampilannya membuat tim talent scouting Persebaya U-17 tak ragu memanggilnya.
Sejak saat itu, karir Dicky di Green Force muda melesat cepat. Di Piala Soeratin U-17 Jatim 2018, dia jadi motor permainan Persebaya Surabaya dan membawa timnya lolos fase grup tanpa kekalahan.
Meski catatan golnya hanya dua, pergerakan Dicky selalu menciptakan ruang bagi rekan setim. Kemampuannya mengatur tempo dan melepaskan umpan-umpan matang membuatnya jadi andalan pelatih Seger.
"Dicky pemain yang cerdik. Dia kecil dan lincah, jadi harus diasah terus biar semakin istimewa," ungkap Seger kala itu.
"Kepintarannya mengatur ritme permainan, melepaskan umpan-umpan terukur sangat membantu penyerangan tim," imbuh dia.
Tak heran bila penonton waktu itu menjulukinya Si Kancil, nama yang dulu disandang legenda Persebaya Surabaya Abdul Kadir. Sama-sama mungil, sama-sama lincah, dan sama-sama cerdas membaca permainan.
Sayangnya, perjalanan Dicky di Persebaya senior tidak berjalan mulus. Setelah naik ke tim utama pada 2021, dia lebih sering jadi penghangat bangku cadangan hingga akhirnya dilepas ke Gresik United pada 2022.

Persib Bandung Dilaporkan Berburu 2 Winger Kiri Baru demi Prestasi di AFC, Nilai Pasarnya Lewati Thom Haye!
11 Kuliner Maknyus Sekitar Kebun Raya Bogor, Tempat Makan yang Sejuk, Nyaman dan Enak
20 Cafe Paling Instagramable di Surabaya, Tempat Ngopi yang Bukan Hanya Kuliner Enak tapi Juga Estetik
Bocor! Ini Alasan Yuran Fernandes Terima Pinangan Bernardo Tavares untuk Perkuat Persebaya Surabaya
14 Angkringan Paling Nikmat di Surabaya, Tempat Nongkrong Seru Sambil Kuliner dan Jajan
Berlabel Timnas Cape Verde! Yuran Fernandes Siap Jadi Tembok Baru Persebaya Surabaya Era Bernardo Tavares
Breaking News! Persebaya Surabaya Deal Rekrut Yuran Fernandes, Green Force Dapatkan Pengganti Gustavo Fernandes
Kronologi Sekeluarga Tewas saat Camping di Temanggung: Mulut Korban Berbusa ketika Ditemukan
Kabar Baik! HP Frans Putros yang Hilang saat Konvoi Juara Persib Bandung Akhirnya Ditemukan
15 Kuliner Soto Ayam Paling Lezat di Surabaya dengan Kuah Kuning Pekat, Koya Memikat dan Topping Nikmat
