Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 22 Juli 2025 | 13.13 WIB

Pelatih Gerald Vanenburg Ungkap Penyebab Mandulnya Lini Serang Indonesia U-23 Kontra Malaysia

Timnas U-23 Indonesia vs  Malaysia dalam pertandingan penyisihan Grup A Piala AFF U-23 2025 di SUGBK, Senin (21/7/2025). (Dery Ridwansah/ JawaPos.com) - Image

Timnas U-23 Indonesia vs Malaysia dalam pertandingan penyisihan Grup A Piala AFF U-23 2025 di SUGBK, Senin (21/7/2025). (Dery Ridwansah/ JawaPos.com)

JawaPos.com-Timnas Indonesia U-23 memastikan satu tempat di babak semifinal Piala AFF U-23 2025 setelah bermain imbang 0-0 kontra Malaysia. Laga pemungkas Grup A digelar di Stadion Utama Gelora Bung Karno (GBK), Jakarta, Senin (21/7) malam WIB.

Meski gagal mencetak gol, hasil ini cukup bagi skuad Garuda Muda untuk keluar sebagai juara grup. Sejak peluit awal babak pertama, Indonesia langsung mengambil inisiatif permainan.

Tim asuhan Gerald Vanenburg tampil tenang dengan pola umpan pendek dalam membangun serangan. Namun, pertahanan rapat Malaysia membuat Indonesia kesulitan menciptakan peluang bersih.

Satu-satunya peluang berbahaya di babak pertama datang pada menit ke-16 melalui sepakan Rayhan Hannan dari luar kotak penalti. Sayang tendangan itu terlalu lemah dan mudah diamankan. Hingga turun minum, dominasi penguasaan bola Indonesia belum membuahkan hasil.

Memasuki babak kedua, peluang emas datang hanya semenit setelah kick-off. Jens Raven mendapat ruang di kotak penalti usai skema serangan balik cepat, namun bola berhasil disapu bek Malaysia.

Raven kembali mengancam pada menit ke-58 setelah kerja sama satu-dua di kotak penalti, tetapi tendangannya masih bisa digagalkan kiper Zulhilmi Bin Sharani.

Upaya Vanenburg untuk menambah daya gedor dilakukan dengan memasukkan Hokky Caraka pada menit ke-74 menggantikan Jens Raven yang mulai kelelahan. Namun, meski serangan terus digencarkan, lini belakang Malaysia tetap kokoh dan membuat Indonesia harus puas dengan skor kacamata.

Kendati begitu, satu poin sudah cukup mengantarkan Indonesia ke semifinal sebagai pemuncak klasemen Grup A, mengungguli Filipina yang harus puas di posisi kedua.

Usai laga, pelatih Gerald Vanenburg mengakui bahwa pertandingan melawan Malaysia berjalan sangat ketat dan menantang. Dia menyoroti pertahanan rapat lawan sebagai kendala utama dalam menembus lini belakang mereka.

"Menurut saya, ini pertandingan yang sulit. Malaysia bermain sangat defensif dan membuat kami kesulitan menciptakan peluang bersih," ujar Vanenburg dilansir dari Antara.

Meski gagal mencetak gol, pelatih asal Belanda itu tetap memberikan apresiasi kepada skuadnya. Dia menekankan pentingnya clean sheet sebagai hasil kerja keras seluruh tim.

"Clean sheet adalah hasil yang patut diapresiasi, bukan hanya untuk para bek, tapi seluruh tim. Semua pemain telah memberikan segalanya hari ini," lanjut Vanenburg.

Vanenburg juga menyoroti absennya gelandang kreatif Arkhan Fikri sebagai faktor yang membuat lini tengah Indonesia kurang dinamis. Dia menyebut pemain Arema FC itu memiliki peran penting dalam mengatur tempo permainan di lini tengah.

"Kami kehilangan pemain seperti Arkhan hari ini. Dia bisa bermain di antara lini dan membuka ruang. Itu yang tidak kami miliki dalam pertandingan ini," kata Vanenburg.

Arkhan Fikri saat ini tengah menjalani pemulihan cedera dan dijadwalkan akan menjalani pemeriksaan MRI dalam waktu dekat.

Editor: Latu Ratri Mubyarsah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore