
Kapten Bruno Moreira memamerkan gaya bermain ala Eduardo Perez di Persebaya Surabaya yang sangat menjanjikan. (Dok. Persebaya)
JawaPos.com — Persebaya Surabaya tampil meyakinkan di babak pertama laga tur pramusim melawan Football West All Star, Rabu (9/7/2025). Meski banyak peluang tercipta, laga berakhir imbang tanpa gol 0-0 hingga turun minum.
Dalam 15 menit awal pertandingan, Persebaya Surabaya memperlihatkan ciri khas permainan rapi dari kaki ke kaki. Di bawah komando pelatih baru Eduardo Perez, skema tiki-taka perlahan mulai kembali terlihat di tubuh Green Force.
Mengandalkan dominasi bola sejak menit awal, Green Force sukses mengurung pertahanan lawan dengan sabar dan terorganisir.
Skema pendek-pendek yang menjadi identitas Persebaya Surabaya di era sebelumnya tampak mulai dihidupkan kembali.
Football West All Star tak tinggal diam menghadapi tekanan tuan rumah. Tim asal Australia itu mengandalkan serangan balik cepat yang sesekali membuat repot lini belakang Persebaya Surabaya.
Peluang emas pertama Persebaya Surabaya hadir pada menit ke-19 lewat aksi Francisco Rivera. Gelandang asal Meksiko itu melepaskan tembakan keras yang masih bisa ditepis kiper lawan, Adrian Sinagara.
Peluang tersebut menjadi momentum bagi Persebaya Surabaya untuk terus menekan. Namun solidnya pertahanan Football West All Star membuat gol tak kunjung tercipta.
Dua menit berselang, giliran Football West All Star yang balik menebar ancaman. Peluang emas mereka nyaris membuka keunggulan, beruntung Ernando Ari tampil sigap menjaga gawang Persebaya Surabaya tetap perawan.
Menjelang akhir babak pertama, intensitas permainan meningkat. Kedua tim bermain terbuka dan sama-sama menciptakan beberapa peluang berbahaya.
Namun hingga peluit panjang babak pertama ditiup wasit, skor tetap imbang 0-0. Persebaya Surabaya dan Football West All Star belum mampu mengkonversi peluang menjadi gol.
Dari catatan statistik babak pertama, Football West All Star sedikit lebih unggul dalam jumlah tembakan. Mereka mencatatkan enam shots dengan dua di antaranya mengarah ke gawang.
Sementara Persebaya Surabaya membukukan lima tembakan, namun hanya satu yang tepat sasaran. Meskipun demikian, penguasaan bola lebih banyak dikuasai oleh anak asuh Eduardo Perez.
Dalam aspek set-piece, Football West All Star unggul tipis lewat dua tendangan sudut. Persebaya Surabaya hanya mencatat satu corner kick sepanjang 45 menit pertama.
Untuk urusan offside, kedua tim sama-sama mencatatkan satu pelanggaran. Hal ini menunjukkan lini belakang kedua tim bermain cukup disiplin menjaga garis pertahanan.
Jumlah pelanggaran menunjukkan intensitas laga cukup tinggi. Persebaya Surabaya melakukan tujuh foul, sementara Football West All Star mencatatkan empat pelanggaran.

Prediksi Skor Korea Selatan vs Republik Ceko di Piala Dunia 2026: Son Heung-min Bisa Pecahkan Rekor
Prediksi Skor Kanada vs Bosnia dan Herzegovina di Piala Dunia 2026: Alphonso Davies Diragukan Tampil!
Prediksi Skor Meksiko vs Afrika Selatan Grup A Piala Dunia 2026: El Tri Diunggulkan Menang di Laga Pembuka!
Beredar Kabar Komedian Bolot Meninggal Dunia, Begini Faktanya
5 Transportasi Surabaya-Malang Selain Motor yang Lebih Hemat, Tarif Mulai Rp 12 Ribuan
Prediksi Duel Seru Korea Selatan vs Ceko, Son Heung-min Jadi Kunci!
Prediksi Susunan Pemain Korsel vs Republik Ceko: Son Heung-min Tegaskan Siap Bantu Taegeuk Warrior Menang!
Daftar Pemain Amerika Serikat dan Paraguay di Grup D Piala Dunia 2026
Apa Itu Weton Tibo Pati dan Siapa Saja yang Mendapatkan Julukan Ini? Simak Misteri di Balik Nasib Weton Tibo Pati
Prediksi Kanada vs Bosnia di Piala Dunia 2026: Tuan Rumah Dibayangi Ancaman Kuda Hitam dari Eropa
