
Andritany Ardhiyasa. (Dok. Persija)
JawaPos.com - Presiden Asosiasi Pesepak Bola Profesional Indonesia (APPI), Andritany Ardhiyasa menyeret nama pelatih Timnas Indonesia, Patrick Kluivert dalam merespons penetapan 11 pemain asing di Super League 2025/2026. Dia menyebut aturan itu mengurangi kesempatan pemain lokal.
Perubahan regulasi pemain asing dari 8 menjadi 11 untuk tim Super League menuai kontroversi. Meski penerapannya hanya delapan yang boleh bermain dan masuk daftar susunan pemain (DSP), aturan ini jadi ramai diperbincangkan.
APPI sebagai wadah pemain sepak bola profesional pun menyatakan keberatannya. Dalam keterangan resminya, mereka sebenarnya memahami penambahan kuota pemain asing bertujuan meningkatkan kualitas dari kompetisi liga dan memunculkan transfer ilmu dan pengalaman mereka kepada pemain lokal kita.
Tapi, APPI menekankan bahwa penambahan kuota asing jadi 11 pemain secara langsung akan mengurangi jam terbang dari para talenta lokal sepakbola Indonesia. Apalagi kompetisi di Indonesia hanya ada satu, yakni Super League.
"Dari survei yang kami lakukan, mayoritas pemain Liga 1 merasa keberatan dengan adanya regulasi tersebut karena secara langsung akan sangat mengurangi menit bermain mereka, dikarenakan saat ini hanya ada 1 kompetisi profesional yang bergulir," demikian pernyataan resmi APPI, Selasa (8/7).
Selain itu, APPI juga menyatakan bahwa kuota 11 pemain asing dapat mengancam karier ratusan pemain lokal profesional. Mereka bisa jadi turun kasta, dan bahkan ikut Liga 3 atau Liga Nusantara yang merupakan kategori amatir.
Kemungkinan itu bisa terjadi jika setiap klub Super League memaksimalkan kuota 11 pemain asing. Sebab berarti akan ada 198 pemain lokal Super League yang akan kehilangan pekerjaan atau pindah ke Championship (sebelumnya Liga 2).
Nah, 198 pemain lokal yang sebelumnya berkarier di Championship, berarti akan kehilangan pekerjaannya atau beralih menjadi pemain amatir di Liga 3. Andritany Ardhiyasa selaku Presiden APPI pun buka suara. Dia mengatakan pihaknya sebenarnya tak mempermasalahkan kuota pemain asing.
"Sebagai asosiasi yang menaungi pemain lokal dan juga asing, APPI tidak mempermasalahkan berapapun kuota pemain asing yang ada. Yang perlu diperhatikan adalah bagaimana dengan jam terbang talenta lokal di Indonesia," kata Andritany.
Pria yang juga pemain aktif dan kiper Persija Jakarta itu kemudian menyinggung pernyataan pelatih Timnas Indonesia, Patrick Kluivert, yang menyebut pemain-pemain yang berhak memperkuat skuad Garuda hanya mereka yang punya jam terbang di klub. Nah, Andritany menilai regulasi 11 pemain asing di Super League 2025/2026 bertolak belakang dengan pernyataan Patrick Kluivert tersebut.
"Jika muara dari kompetisi yang lebih berkualitas adalah prestasi Tim Nasional, maka regulasi ini tentu sangat kontradiktif dengan pernyataan dari Pelatih Timnas Indonesia, Patrick Kluivert, yang pernah menyatakan bahwa 'Jika para pemain tidak punya menit bermain di klub, maka kamu tidak bisa dapat kesempatan'" ucap Andritany.

Prediksi Susunan Pemain Timnas Portugal vs RD Kongo: Vitinha Incar Gol Pertamanya
Bocor ke Publik! 2 Alasan Krusial Ramadhan Sananta Mau Gabung ke Persebaya Surabaya
Apa Itu Weton Tibo Pati dan Siapa Saja yang Mendapatkan Julukan Ini? Simak Misteri di Balik Nasib Weton Tibo Pati
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Daftar Pemain Ghana dan Panama di Grup L Piala Dunia 2026
Prediksi Skor Austria vs Yordania di Piala Dunia 2026: Debut Bersejarah Wakil Asia Terancam di Laga Pertama
Sudah Masuk KBLI, Konten Kreator Didorong Punya NIB untuk Perkuat Legalitas
TVRI Hilang? Begini Cara Memunculkan Sinyal TVRI untuk Nonton Piala Dunia 2026 Gratis
Prediksi Skor Timnas Portugal vs RD Kongo, Duel Pembuka Grup K Piala Dunia 2026 yang Sarat Ambisi
Foto Prabowo-Gibran Dipasang di Salib Merah saat Demo di Monas, PMKRI: Simbol Dua Pendosa
