Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 3 Juli 2025 | 23.48 WIB

Eks Pelatih Fisik Persebaya Surabaya Tangani Timnas Indonesia U-23, Muhammad Alimudin Bisa Lebih Dekat dengan Keluarga

Alimudin saat bertugas menangani Persebaya Surabaya. (Media Persebaya)

JawaPos.com - Kedatangan Eduardo Perez Moran ke Persebaya Surabaya membawa berkah bagi Muhammad Alimudin. Setelah dilepas Green Force, dia justru dipinang untuk menjadi pelatih fisik Indonesia U-23.

Ketika Eduardo Perez Moran dikabarkan bakal menukangi Persebaya Surabaya, Muhammad Alimudin sudah gelisah. Dia tahu kalau posisinya sebagai pelatih fisik bakal terancam.

Dia meyakini Eduardo akan bakal membawa asisten pilihannya. Dan, yang dia khawatirkan itu benar-benar kejadian. Eduardo membawa Shin Sang-gyu dan Felipe Americo. Kontrak Ali -sapaan Alimudin- yang habis pada akhir Mei kemudian tidak diperpanjang oleh manajemen Green Force.

Dia lalu pamitan melalui akun instagram-nya pada 3 Juni lalu. Tapi dasar rezeki, baru saja pamitan, tawaran melatih berdatangan. "Ada beberapa tawaran yang datang. Tapi yang saya terima hanya tawaran dari Indonesia U-23. Bukan menolak (tawaran lain), tapi karena timnas selalu jadi prioritas utama saya," kata Ali saat dihubungi Jawa Pos.

Tawaran itu diterima dua pekan setelah dia dilepas Persebaya. Karena itu, dia tidak pernah menyesali kepergiannya dari staf kepelatihan Green Force. Sebab, dari situlah dia malah bisa mewujudkan salah satu impian besarnya. "Jujur, salah satu cita-cita saya adalah bisa melatih pemain tim nasional. Dan ini adalah kesempatan besar bagi saya," ungkapnya.

Sudah begitu, Ali juga punya keuntungan lain. Yaitu bisa lebih  dekat dengan keluarga. Selama ini, keluarganya memang menetap di Jakarta. Kini, dia bisa lebih sering bertemu dengan istri dan kedua buah hatinya. "Tentu saya bersyukur bisa lebih dekat dengan keluarga. Tapi kalau boleh jujur, Surabaya itu sudah saya anggap sebagai rumah kedua saya," terang pria 37 tahun itu.

Ali sudah empat tahun menjadi pelatih fisik Persebaya. Selama itu, dia tinggal di mes bersama para pemain. Termasuk staf ofisial Green Force. Sebut saja kitman dan divisi operasional klub. Mereka sering menghabiskan waktu bersama. Bagi Ali, momen itulah yang membuatnya tidak bisa melupakan Surabaya.

"Jelas yang saya rindukan adalah saat kumpul dengan teman-teman ofisial klub. Ada masa Danang (operasional), ada Cak Bodong (kitman), hingga Fawwas (tim media) dan banyak lagi yang lainnya," beber pria yang kini mengantongi lisensi Pelatih A AFC itu. Beberapa kegiatan memang sering dilakukan bersama. Mulai dari nongkrong hingga nonton bioskop.

Kini, sudah dua pekan Ali menukangi Indonesia U-23. Lalu, apakah pekerjaannya bersama timnas jauh lebih berat ketimbang di klub?

"Kalau melatih, pada prinsipnya sama. Yakni untuk membantu pelatih kepala. Saya sebagai pelatih fisik, yang menjadi pembeda hanya metode latihannya. Karena setiap pelatih, beda metode latihan fisiknya," tutup pelatih kelahiran 3 Agustus 1987 itu.

Editor: Hendra
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore