Ganesha Putra saat menjelaskan filosofi Wani Football. (Moch. Rizky Pratama Putra/JawaPos.com)
JawaPos.com — Persebaya Surabaya kembali menunjukkan keseriusannya dalam mencetak pemain muda berkualitas. Bukan sekadar slogan, klub kebanggaan arek-arek Suroboyo ini membuktikannya lewat kurikulum pembinaan bertajuk Wani Football.
Nama-nama seperti Koko Ari, Marselino Ferdinan, hingga Rizky Ridho adalah bukti nyata keberhasilan pembinaan yang sudah berjalan. Kini, Persebaya Surabaya mengembangkan sistem baru yang lebih terstruktur lewat Future Lab.
Wani Football bukan sekadar modul latihan, tapi sebuah falsafah bermain dan berlatih yang menyatukan semua lini pembinaan Persebaya Surabaya.
Mulai dari klub internal, tim Suratin, Elite Pro Academy, hingga Future Lab berada dalam satu jalur visi yang sama.
Ganesha Putera, Kepala Persebaya Future Lab, menegaskan proses perumusan kurikulum ini sudah digodok selama setahun penuh. Targetnya, seluruh elemen pembinaan bisa bekerja dalam satu garis lurus menuju tujuan yang jelas.
“Harapannya agar semua elemen dapat bekerja dalam satu visi dan filosofi yang sama, proses itu sudah dirumuskan selama setahun terakhir dan ke depannya seluruh ekosistem Persebaya, mulai klub internal, kemudian tim Suratin, kemudian tim Elite Pro Akademi, Persebaya Future Lab, semuanya itu kita bekerja di dalam satu lini yang sama," ujar Ganesha Putera, Kepala Persebaya Future Lab saat ditemu JawaPos.com.
Filosofi ini diyakini menjadi kunci kesuksesan regenerasi pemain Persebaya Surabaya ke depan.
"Kita bekerja dengan satu ide yang sama, kita punya satu falsafah bermain yang sama dan kita juga punya satu falsafah berlatih yang sama," lanjutnya.
Seluruh pelatih dari berbagai tingkatan diminta aktif memberikan masukan dan kritik untuk penyempurnaan dokumen Wani Football.
Dengan begitu, metodologi ini akan menjadi milik bersama dan terus berkembang sesuai kebutuhan zaman.
Tidak hanya fokus pada kemenangan, Persebaya Surabaya ingin mencetak sebanyak mungkin pemain untuk menembus tim utama.
Bagi mereka, pembinaan usia muda adalah proses menyiapkan masa depan, bukan sekadar mengejar trofi.

10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
10 Tempat Makan Pempek Favorit di Bandung, Pilihan Menu Lengkap, Rasa Autentik, dan Perpaduan Cuko yang Kaya Rempah
16 Tempat Wisata Terbaik di Pandaan Pasuruan yang Buat Liburan Penuh Panorama Alam, Pegunungan dan Ketenangan
11 Rekomendasi Es Teler Terlaris di Jogja, Selalu Jadi Favorit Pecinta Dessert Tradisional Warga Lokal Maupun Pelancong!
10 Kuliner Lezat Dekat Stasiun Pasar Turi Surabaya, dari Lontong Balap hingga Nasi Bebek
10 Kedai Es Teler Paling Enak di Jakarta, Cocok untuk Melepas Dahaga saat Cuaca Panas di Siang Hari!
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
18 Oleh-Oleh Khas Tulungagung Ini Wajib Dibeli Jika Berkunjung, dari Kuliner hingga Kerajinan Tradisional
Ribuan Suporter Rayakan HUT ke-94 PSIS Semarang, Flare dan Nyanyian Menggema di Depan Kantor Gubernuran Jawa Tengah
