
Pelatih Malut United, Imran Nahumarury (Dok. Malut United)
JawaPos.com - Manajemen Malut United resmi memberhentikan Imran Nahumarury dari posisi pelatih kepala dan Yeyen Tumena dari jabatan direktur teknik. Informasi tersebut disampaikan secara terbuka lewat akun Instagram resmi klub, @malutunitedfc, pada Senin, 16 Juni 2025, sekitar pukul 19.00 WIB.
Dirk Soplanit, Direktur Utama PT Malut Maju Sejahtera yang menjadi entitas di balik klub berjuluk Laskar Kie Raha, menyatakan bahwa keputusan tersebut diambil karena keduanya melakukan pelanggaran serius yang dianggap bertentangan dengan nilai dan arah klub. “Surat pemberhentian telah kami kirim dan sudah mereka terima,” tegas Dirk.
Ia menambahkan bahwa pemecatan ini merupakan upaya penyelamatan klub dari situasi yang tidak diinginkan. Meski begitu, Dirk tidak merinci pelanggaran apa yang dimaksud. “Bagi kami, keberlangsungan klub lebih utama dari segalanya,” ucapnya.
Padahal Imran Berjasa Bawa Klub Promosi dan Raih Peringkat 3 Liga 1
Di bawah kepemimpinan Imran, Malut United mencatat sejarah dengan naik kasta dari Liga 2 ke Liga 1 untuk musim 2023–2024. Tidak hanya promosi, tim ini juga tampil gemilang dengan finis di urutan ketiga klasemen akhir. Mereka mengoleksi 57 poin hasil dari 15 kemenangan, 12 hasil imbang, dan hanya 7 kekalahan—berada di bawah Persib Bandung (69 poin) dan Dewa United (61 poin).
Namun, Dirk menegaskan bahwa pencapaian prestasi bukan satu-satunya tolok ukur dalam menentukan masa depan individu di klub. Malut United, katanya, menjunjung tinggi nilai-nilai seperti kejujuran, integritas, dedikasi, dan loyalitas.
Fokus Klub Masih pada Misi Sosial dan Pembinaan
Dirk juga menyampaikan bahwa meski baru dua tahun berdiri, Malut United telah memberikan kontribusi positif bagi sepak bola nasional, khususnya wilayah Maluku dan Maluku Utara. Klub ini menjalankan misi sosial melalui pembinaan usia dini dan menjadi sarana hiburan sekaligus harapan masyarakat setempat.
Dalam dua tahun terakhir, Malut United belum menjalankan kegiatan komersial secara penuh. Fokus utama mereka masih pada pembentukan identitas klub, memperkuat struktur, dan membangun infrastruktur yang mendukung profesionalisme. “Setelah semuanya siap, baru kami mulai pikirkan pengembangan bisnis,” kata Dirk.
Ia berharap polemik yang muncul bisa segera mereda agar klub bisa kembali fokus menyongsong musim baru. “Musim depan akan lebih berat karena semua tim akan berjuang menjadi juara. Malut United harus siap menghadapi tantangan itu,” pungkasnya.
Beberapa Komentar Suporter yang Menyayangkan Keputusan Manajemen:
@NagaGamalama_1907: "Imran itu pelatih yang bawa kita promosi ke Liga 1 dan langsung kasih posisi tiga klasemen. Masa kayak gitu malah dihukum? Ini keputusan paling menyakitkan buat kami suporter."
@RakyatKieRaha: "Yeyen dan Imran orang yang membangun fondasi tim ini dari nol. Kalau ada masalah internal, bicarakan baik-baik. Jangan main pecat tiba-tiba tanpa penjelasan jelas ke publik."
@MalutPrideFC: "Kalau alasannya nilai-nilai klub, tolong transparan. Kami berhak tahu apa pelanggaran yang mereka lakukan, biar tidak muncul fitnah ke mana-mana. Kecewa berat."

Fans Persija Datangi Sesi Latihan di Sawangan, Jakmania Bentangkan Spanduk Kritik untuk Manajemen Klub
Kemendiktisaintek Ubah Nama Prodi Teknik jadi Rekayasa, ini Daftarnya
Sekjen Laskar Merah Putih Minta Presiden Perhatikan Para Jaksa: Mereka Belum Dapat Apresiasi yang Proporsional
11 Oleh-Oleh Khas Semarang yang Paling Diburu Wisatawan karena Rasanya Lezat dan Cocok Dijadikan Buah Tangan
Jadwal Moto3 Catalunya 2026: Veda Ega Pratama Siap Jaga Konsistensi di Barcelona
Koperasi Desa Merah Putih di Pakuhaji Sepi dan Bangunan Sederhana, Dinkop UMKM Tangerang: Tidak Dibangun dari Dana Agrinas
5 Mall Terbaik dan Paling Cozy di Solo, Cocok untuk Menikmati Kuliner, Belanja, dan Nongkrong di Satu Tempat
13 Buah Tangan Khas Malang Paling Populer dengan Cita Rasa Lezat dan Harga Ramah di Kantong
12 Rekomendasi Oleh-Oleh Tradisional dan Kekinian Khas Bandung, Wajib Masuk Daftar Belanja Wisatawan Saat Berkunjung ke Kota Kembang
10 Rekomendasi Oleh-oleh Khas Solo yang Selalu Ramai Dibeli Saat Musim Liburan, Mulai dari Tradisional hingga Makanan Kekinian!
