Pelatih Malut United, Imran Nahumarury, menerima penghargaan Pelatih Terbaik Liga 1 edisi Maret 2025. (@imran_nahumarury)
JawaPos.com-Kabar mengejutkan datang dari klub sensasional Malut United FC. Manajemen resmi memutus kerja sama dengan pelatih kepala Imran Nahumarury dan direktur teknik Yeyen Tumena. Langkah ini diumumkan pada Senin (16/6) melalui pernyataan resmi Direktur Utama PT Malut Maju Sejahtera Dirk Soplanit.
Pemecatan dua sosok penting yang sebelumnya dianggap sebagai pilar utama klub itu dilakukan dengan ditemukannya pelanggaran berat.
"Surat pemecatan sudah kami kirimkan dan telah mereka terima. Keduanya terbukti melakukan pelanggaran berat yang bertentangan dengan filosofi, prinsip, dan tujuan klub," tegas Dirk dalam unggahan Instagram resmi Malut United.
Meski belum diungkap secara detail bentuk pelanggarannya, manajemen menyebut keputusan ini sebagai langkah penyelamatan klub. "Bagi kami, klub lebih besar dari semuanya," tambah Dirk.
Keputusan ini pun terasa ironis, mengingat Imran adalah pelatih lokal yang berhasil membawa Malut United klub debutan Liga 1 menembus posisi ketiga klasemen akhir musim 2024/2025. Sebagai catatan, di posisi lima besar, semua tim ditangani pelatih asing.
Imran Nahumarury mulai menukangi Malut United sejak klub berlaga di Liga 2 musim 2023/2024. Di bawah arahannya, klub asal Maluku Utara itu melesat cepat dan sukses meraih promosi ke Liga 1 hanya dalam semusim. Tak berhenti sampai di situ, Imran kembali mencetak sejarah dengan membawa Malut United langsung bersaing di papan atas kasta tertinggi sepak bola Indonesia.
Bersama Yeyen Tumena, yang menjabat sebagai direktur teknik, keduanya menjadi sosok sentral dalam membangun tim muda ini menjadi kekuatan baru yang disegani. Bahkan pada April 2025 lalu, manajemen sempat memperpanjang kontrak mereka. COO klub Willem D. Nanlohy saat itu menyebut Imran dan Yeyen sebagai sosok kunci dalam perjalanan klub sejak berdiri pada 2023.
Namun kini, catatan manis itu harus berakhir mendadak. Dirk menegaskan bahwa Malut United dibangun bukan hanya untuk mengejar prestasi, tetapi menjunjung tinggi nilai kejujuran, integritas, komitmen, dan loyalitas.
"Selama dua tahun ini, kami bahkan belum menjalankan sisi bisnis secara serius. Fokus kami masih pada branding dan membangun fondasi klub profesional," jelasnya.
Dirk berharap dengan adanya penjelasan terbuka ini, semua polemik yang menyertai keputusan tersebut dapat segera berakhir. Fokus kini diarahkan untuk menatap musim baru yang diyakini bakal jauh lebih kompetitif. "Kami harus bersiap menghadapi tantangan yang lebih besar. Semua tim pasti ingin jadi juara," pungkasnya.
Keputusan ini menjadi pengingat bahwa membangun klub profesional tak hanya soal hasil di lapangan, tetapi juga menjaga integritas di balik layar. (*)

Fans Persija Datangi Sesi Latihan di Sawangan, Jakmania Bentangkan Spanduk Kritik untuk Manajemen Klub
Kemendiktisaintek Ubah Nama Prodi Teknik jadi Rekayasa, ini Daftarnya
Sekjen Laskar Merah Putih Minta Presiden Perhatikan Para Jaksa: Mereka Belum Dapat Apresiasi yang Proporsional
11 Oleh-Oleh Khas Semarang yang Paling Diburu Wisatawan karena Rasanya Lezat dan Cocok Dijadikan Buah Tangan
Jadwal Moto3 Catalunya 2026: Veda Ega Pratama Siap Jaga Konsistensi di Barcelona
Koperasi Desa Merah Putih di Pakuhaji Sepi dan Bangunan Sederhana, Dinkop UMKM Tangerang: Tidak Dibangun dari Dana Agrinas
5 Mall Terbaik dan Paling Cozy di Solo, Cocok untuk Menikmati Kuliner, Belanja, dan Nongkrong di Satu Tempat
13 Buah Tangan Khas Malang Paling Populer dengan Cita Rasa Lezat dan Harga Ramah di Kantong
12 Rekomendasi Oleh-Oleh Tradisional dan Kekinian Khas Bandung, Wajib Masuk Daftar Belanja Wisatawan Saat Berkunjung ke Kota Kembang
10 Rekomendasi Oleh-oleh Khas Solo yang Selalu Ramai Dibeli Saat Musim Liburan, Mulai dari Tradisional hingga Makanan Kekinian!
