Fisik pemain Persebaya Surabaya siap digenjot dalam pemusatan latihan di Australia Barat. (Media Persebaya)
JawaPos.com — Persebaya Surabaya bersiap menghadapi tantangan pramusim yang tidak main-main. Tugas pertama Shin Sang-gyu sebagai pelatih fisik langsung diuji dalam pemusatan latihan intensif di Australia Barat awal Juli 2025.
TC (Training Camp) ini bakal jadi tonggak awal bagaimana sentuhan Korea ala Shin membentuk Green Force yang prima.
Fokus utamanya jelas: membangun fisik para pemain agar mampu tampil meledak sejak menit pertama hingga peluit akhir.
Laga uji coba melawan tim Western Australia pada 9 Juli di Sam Kerr Football Centre, Perth, jadi panggung pertama pembuktian.
Ini bukan sekadar laga persahabatan, tapi ujian nyata bagi hasil latihan dua pekan penuh yang dijalani tim.
Shin Sang-gyu langsung menyusun program padat dengan dua sesi latihan setiap hari. Latihan pagi dan sore dipadukan dengan evaluasi individual dan uji kebugaran berbasis data untuk memaksimalkan setiap potensi pemain.
Bersama tim medis dan tim analis, Shin mulai membangun sistem monitoring performa yang lebih canggih. Teknologi seperti GPS tracker dan pemetaan VO2 max diaktifkan kembali untuk membaca kondisi fisik pemain secara akurat.
Model ini bukan hal baru bagi Persebaya Surabaya karena pernah diterapkan di era Paul Munster. Namun, Shin datang dengan pendekatan lebih detail dan terukur untuk menjaga performa tim sepanjang musim.
Keberadaan Shin sangat strategis bagi skema permainan cepat dan transisi tajam ala Eduardo Perez Moran. Tanpa fisik prima, permainan intensitas tinggi yang diusung pelatih kepala akan sulit dijalankan secara konsisten.
Itulah mengapa pemusatan latihan ini menjadi tugas berat pertama Shin dalam membentuk daya tahan tim. Konsistensi performa selama 34 pekan Liga 1 akan sangat bergantung pada pondasi fisik yang dibangunnya saat ini.
Tidak hanya pemain inti, Shin juga harus memberi perhatian pada pemain muda yang baru promosi dari EPA.
Nama-nama seperti Ichsas Baihaqi dan Dimas Wicaksono disiapkan dengan program khusus agar bisa cepat menyesuaikan level kompetisi.
Menurut Shin, pemain muda Indonesia punya potensi luar biasa selama dibekali latihan yang terstruktur. Ia percaya kekuatan fisik dan pemahaman taktis adalah kunci agar mereka bisa bersaing di level senior.
Shin memang tak punya latar belakang sebagai pemain profesional, tapi rekam jejaknya di dunia kepelatihan fisik tak perlu diragukan. Ia dikenal tenang dan sabar dalam mengembangkan kapasitas setiap individu pemain.

Prediksi Skor Brasil vs Jepang di Piala Dunia 2026: Kans Selecao Lolos 16 Besar Lewat Adu Penalti
Prediksi Skor Pantai Gading vs Norwegia di Piala Dunia 2026: Misi Erling Haaland Pulangkan Wakil Afrika
Asisten Raffi Ahmad Jadi Komisaris PT Krakatau Posco, Netizen: Muak Sekali
Sejarah! Indonesia Juara AVC Men's Cup 2026 Hancurkan Korea Selatan 3-0
Prediksi Skor Jerman vs Paraguay di Piala Dunia 2026: Der Panzer Bisa Amankan Tiket 16 Besar dalam 90 Menit
Prediksi Skor Meksiko vs Ekuador di 32 Besar Piala Dunia 2026: Panggung Pembuktian Tuan Rumah!
Prediksi Susunan Pemain Timnas Brasil vs Jepang di 32 Besar Piala Dunia 2026: Marquinhos Akui Samurai Biru Sedang Percaya Diri
Prediksi Susunan Pemain Timnas Norwegia vs Pantai Gading di 32 Besar Piala Dunia 2026: Sudah Lakukan Rotasi, Martin Odegaard Siap Menan
Pakai Tas Mewah, Tiga Pengasuh Anak-anak Raffi Ahmad-Nagita Slavina Sedang Asik Liburan Jadi Sorotan
Prediksi Skor Belanda vs Maroko di Piala Dunia 2026: Oranje Dijagokan Menang Tipis Kontra Singa Atlas
