
Pelatih baru Persebaya, Eduardo Perez (tengah), berpose bersama dua asistennya di dalam Stadion Gelora Bung Tomo Surabaya. (Media Persebaya)
JawaPos.com-Persebaya Surabaya resmi menjadikan pelatih asal Spanyol, Eduardo Perez, sebagai pelatih kepala musim depan menggantikan Paul Munster. Manajemen dan Bonek tentu berharap dengan masuknya Eduardo Perez, maka Persebaya bisa meraih gelar juara musim depan dan memperbaiki sektor depan agar memiliki produktivitas gol lebih tinggi.
Namun, di sisi lain, Persebaya sebenarnya punya pengalaman kurang menyenangkan bersama pelatih asal Negeri Matador, yaitu saat Josep Gombau menangani Persebaya pada pertengahan musim 2023/2024. Gombau saat itu digadang-gadang bisa mengerek performa Persebaya setelah sempat merosot tajam di era Aji Santoso pada musim tersebut.
Apalagi pengalamannya di staf kepelatihan Barcelona Junior membuat Bonek dan manajemen memasang ekspektasi tinggi terhadapnya. Namun ternyata, hasilnya jauh dari harapan. Mengutip dari Transfermarkt, pada laga perdananya, kegagalan Gombau sudah terlihat. Persebaya takluk dari Madura United dengan skor telak 0-3 di Bangkalan.
Bonek pun terbelah. Ada yang membela karena masih pertandingan pertama, namun ada juga yang sudah mengkritik tajam karena ekspektasi mereka yang tinggi. Gombau pun sempat mendapat pujian setelah pada laga keduanya, yaitu bertajuk Derbi Jatim menghadapi Arema FC, Persebaya sukses meraih kemenangan meyakinkan 3-1 di Stadion Gelora Bung Tomo Surabaya.
Namun, setelah itu, Green Force antiklimaks. Mereka ditahan imbang Dewa United 1-1, lalu terjun bebas dengan menelan tiga kekalahan beruntun menghadapi Persib (2-3), Bali United (3-1), dan Persik Kediri (4-0). Atas hasil buruk tersebut, manajemen Persebaya memecat Gombau. Setelah itu, Paul Munster resmi menggantikannya dan membawa Green Force finish di peringkat 12 musim itu.
Kini, bersama Eduardo Perez, Persebaya menatap musim depan dengan optimis. Hal itu terlihat dari persiapan tim yang lebih matang dan dilakukan beberapa bulan sebelum Liga 1 musim depan.
"Tim pelatih sudah intens mengevaluasi dan menyusun skuad sejak beberapa pekan lalu. Pekan ini, tim pelatih sudah di Surabaya dan mulai menyusun program untuk menyambut musim depan. Mereka akan didukung departemen analis maupun departemen medis yang mumpuni," tulis Persebaya di akun Instagram resmi klub.
Kini Persebaya kemungkinan masih terus berencana menambah pemain baru mengingat mereka telah melepas 10 pemain. Bagaimanapun juga, kedalaman skuad sangat dibutuhkan agar Green Force bisa meraih juara dan tidak kewalahan menjalani laga ASEAN Club Championship. (*)

Kasus Hantavirus di Indonesia, Kemenkes: Saat ini Ada 2 Kasus Suspek di Jakarta dan Yogyakarta
14 Spot Gudeg di Bandung dengan Cita Rasa Khas Yogyakarta yang Autentik dan Menggugah Selera
12 Kuliner Tahu Campur Paling Enak di Surabaya dengan Kuah Petis Kental yang Selalu Jadi Favorit Warga Lokal hingga Wisatawan
Jadwal Persipura vs Adhyaksa FC Play-Off Promosi Super League, Siaran Langsung, dan Live Streaming
15 Oleh-oleh Paling Ikonik dan Khas dari Kota Surabaya, Rasanya Autentik dan Tiada Duanya, Wajib Kamu Bawa Pulang!
11 Rekomendasi Mall Terbaik di Surabaya yang Bikin Betah Jalan-Jalan dan Susah Pulang
Jadwal PSS vs Garudayaksa FC Final Liga 2, Siaran Langsung, dan Live Streaming: Siapa Raih Trofi Kasta Kedua?
Hasil Play-off Liga 2: Adhyaksa FC Bungkam Persipura Jayapura 0-1 di Babak Pertama!
Jadwal Veda Ega Pratama di Sesi Q2 Moto3 Le Mans 2026! Rider Indonesia Bidik Start Terdepan
10 Batagor Terenak di Bandung dengan Bumbu Kacang Istimewa, Kuliner Murah Meriah dengan Rasa Premium
