
Kurnia Meiga saat masih aktif membela Arema FC. Dia dikabarkan ingin menjual atribut sepak bola miliknya.
JawaPos.com – Pelatih Arema FC, I Putu Gede Swi Santoso, menyatakan prihatin dengan kondisi mantan penjaga gawang timnas Indonesia dan legenda Arema, Kurnia Meiga, yang mendadak akan menjual seluruh atribut sepak bola miliknya.
Putu Gede di Kota Malang, Jawa Timur, Kamis (11/5), mengatakan bahwa Kurnia Meiga merupakan salah satu penjaga gawang dengan segudang prestasi, dan dia merasa prihatin dengan kondisi yang dihadapi oleh pria kelahiran 1990 tersebut.
"Saya ikut prihatin (soal informasi Kurnia Meiga akan menjual atribut sepak bola miliknya)," kata Putu Gede.
Kurnia Meiga saat ini akan menjual seluruh atribut sepak bola miliknya. Hal tersebut diketahui dari akun Instagram @egahermansyah yang mencantumkan kalimat "Dijual, semua atribut sepak bola milik saya" dan membubuhkan nomor kontak bagi yang berminat.
View this post on Instagram
Sebagai informasi, pada 2017 atau pada saat Kurnia Meiga berusia 28 tahun harus pensiun dari dunia sepak bola karena mengalami gangguan fungsi penglihatan. Saat itu, Kurnia Meiga tengah merasakan puncak karier bersama skuad Arema FC.
Putu Gede menilai sosok Kurnia Meiga merupakan sosok penjaga gawang berprestasi yang ada di Indonesia. Pensiunnya Kurnia Meiga saat itu, bukan hanya kehilangan bagi Arema FC, namun juga bagi timnas Indonesia.
"Saya tidak pernah satu tim. Tapi, kalau melihat performa dan prestasi, saya pikir hanya satu, tidak ada yang seperti dia. Tidak ada yang lain. Bukan hanya Arema yang kehilangan, timnas juga," katanya.
Putu Gede berharap ada perhatian kepada atlet-atlet yang tengah menghadapi kesulitan pada saat tidak lagi mampu berkompetisi. Perhatian tersebut diharapkan bukan hanya dari klub sepak bola saja, akan tetapi juga dari pemerintah daerah setempat.
"Khusus untuk Kurnia Meiga, seharusnya ada perhatian. Bukan hanya dari tim atau klub, tapi di pemerintahan. Karena Meiga ini punya prestasi, terutama di Malang dan Indonesia. Jadi, saya sangat prihatin (dengan kondisinya)," ujarnya.
Dia berharap apa yang dihadapi oleh Kurnia Meiga juga menjadi contoh ke depan bagi para atlet dan juga pesepakbola muda Tanah Air. Dia juga berharap, suatu saat saat Arema FC tengah merumput, Kurnia Meiga juga bisa datang ke stadion.
"Ini satu contoh supaya bisa belajar dari pengalaman yang sudah ada itu sangat penting. Kalau bisa (ke depan) saat ada pertandingan Arema, dia datang. Ide saya seperti itu," katanya.
Tahun lalu, Arema FC secara resmi memensiunkan nomor punggung 1 yang biasa digunakan oleh para penjaga gawang sebagai bentuk penghormatan kepada mantan pemain tim berjuluk Singo Edan, Kurnia Meiga.
Kurnia Meiga merupakan salah satu penjaga gawang Arema FC yang berhasil membawa Arema menjadi juara Liga Indonesia pada 2009/2010, yang saat itu digelar dengan nama Indonesia Super League (ISL).
Arema FC yang saat itu masih bernama Arema Indonesia di bawah asuhan pelatih Robert Rene Albert menjadi juara liga. Kurnia Meiga mampu menjaga gawang dengan hanya kebobolan 22 gol dari 34 pertandingan.

10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
10 Tempat Makan Pempek Favorit di Bandung, Pilihan Menu Lengkap, Rasa Autentik, dan Perpaduan Cuko yang Kaya Rempah
16 Tempat Wisata Terbaik di Pandaan Pasuruan yang Buat Liburan Penuh Panorama Alam, Pegunungan dan Ketenangan
11 Rekomendasi Es Teler Terlaris di Jogja, Selalu Jadi Favorit Pecinta Dessert Tradisional Warga Lokal Maupun Pelancong!
10 Kuliner Lezat Dekat Stasiun Pasar Turi Surabaya, dari Lontong Balap hingga Nasi Bebek
10 Kedai Es Teler Paling Enak di Jakarta, Cocok untuk Melepas Dahaga saat Cuaca Panas di Siang Hari!
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
18 Oleh-Oleh Khas Tulungagung Ini Wajib Dibeli Jika Berkunjung, dari Kuliner hingga Kerajinan Tradisional
Ribuan Suporter Rayakan HUT ke-94 PSIS Semarang, Flare dan Nyanyian Menggema di Depan Kantor Gubernuran Jawa Tengah
