Pelatih Persebaya Surabaya Paul Munster tercatat sebagai pelatih asing dengan catatan impresif bersama Green Force. (Media Persebaya)
JawaPos.com — Persebaya Surabaya kembali menunjukkan taji di Liga 1 musim 2024/2025 dengan menempati peringkat ketiga klasemen sementara. Dari 32 laga, Green Force mengumpulkan 55 poin dan menjadi salah satu tim paling konsisten musim ini.
Sosok yang kini berada di balik performa impresif Persebaya Surabaya adalah Paul Munster, pelatih asal Swedia yang dikenal dengan gaya bermain direct dan pragmatis.
Kiprahnya bersama Persebaya Surabaya memantik perhatian karena berhasil mengangkat tim ke papan atas dalam waktu singkat.
Paul Munster resmi menangani Persebaya Surabaya sejak 9 Februari 2022 dan hingga kini sudah mendampingi tim dalam 42 pertandingan.
Dalam periode itu, ia mencatatkan rata-rata 1,55 poin per pertandingan, menjadikannya pelatih Eropa tersukses yang pernah menangani Persebaya Surabaya secara statistik.
Namun Paul Munster bukanlah pelatih Eropa pertama yang duduk di kursi panas Persebaya Surabaya.
Sebelumnya, setidaknya sudah ada lima pelatih asal Benua Biru yang lebih dulu mencoba peruntungannya bersama klub kebanggaan arek-arek Suroboyo ini.
Nama Josep Gombau sempat hadir dan membawa harapan baru saat ditunjuk menjadi pelatih Persebaya Surabaya pada 14 September 2023.
Sayangnya, pelatih asal Spanyol ini hanya bertahan selama 68 hari dengan catatan minor, yakni hanya meraih rata-rata 0,67 poin dari 6 pertandingan.
Meski memiliki pengalaman cukup panjang sebagai pelatih, Gombau gagal membentuk fondasi permainan solid untuk timnya.
Hasil buruk selama masa kepemimpinannya membuat manajemen cepat mengambil keputusan untuk mengakhiri kerja sama pada 21 November 2023.
Sebelum Gombau, Wolfgang Pikal sempat menjadi sorotan karena pernah menjadi bagian dari tim nasional Indonesia. Pelatih asal Austria ini ditunjuk pada 1 Oktober 2019, namun hanya menangani Persebaya Surabaya selama 29 hari saja.
Dalam 4 pertandingan yang dijalaninya, Pikal hanya mampu mengumpulkan rata-rata 0,25 poin. Rekor tersebut menjadikannya pelatih Eropa dengan performa terburuk dalam sejarah klub.
Nama lain yang sempat mencicipi panasnya kursi pelatih Persebaya Surabaya adalah Divaldo Alves, pelatih asal Portugal yang datang pada 17 April 2011.

Prediksi Skor Arema FC vs DPMM FC di Piala Presiden 2026! Momentum Singo Edan Lolos ke Semifinal
Suami Endah Fitrianingsih Sakit Hati ke Malik Bawazier Atas Kasus Perzinaan
Prediksi Skor Persib Bandung vs Tampines Rovers di Piala Presiden 2026! Maung Bandung Bisa Sapu Bersih Laga
Laporkan Malik Bawazier, Suami Endah Fitrianingsih Jadikan CCTV Bukti Perzinaan
Pelapor Perzinaan Malik Bawazier Dicecar 28 Pertanyaan di Polda Metro Jaya
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Iran Ubah Strategi Perang, Teheran Kini Sengaja Paksa AS Masuk ke Konflik Lebih Besar
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Staf KPK dari Kepolisian Jadi tersangka Kasus Pemalang, Diduga Peras Bupati Anom
10 Ribu Massa PSHT Gelar Aksi di Surabaya Imbas Konflik DC dan Petugas Valet
