Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 5 Mei 2025 | 22.47 WIB

Rapor Merah Persija Jakarta Lawan Borneo FC: Minim Penguasaan Bola, Pertahanan Digempur, Tak Ada Shot on Target!

Persija Jakarta menyerah di tangan Borneo FC Samarinda. (Dok: Persija) - Image

Persija Jakarta menyerah di tangan Borneo FC Samarinda. (Dok: Persija)

JawaPos.com - Kekalahan Persija Jakarta dari Borneo FC Samarinda meninggalkan sejumlah catatan. Bahkan rapor merah seolah patut diberikan untuk penampilan Macan Kemayoran karena data dan statistik menunjukkan terbilang cukup mengkhawatirkan.

Persija harus pulang ke Jakarta dengan kepala tertunduk. Macan Kemayoran gagal membawa pulang sebiji poin dari Kalimantan Timur karena kalah tipis 0-1 di tangan Borneo FC Samarinda.

Gawang Persija yang dikawal oleh Carlos Eduardo, harus kebobolan oleh gol sematawayang Muhammad Sihran pada pertengahan babak pertama, tepatnya di menit ke-26.

Kekalahan itu tak lepas dari buruknya performa Persija sepanjang 90 menit. Macan Kemayoran tampak tak mampu berbuat banyak di hadapan tuan rumah Borneo FC dalam dua babak pertandingan di Stadion Segiri.

Menurut data dan statistik Live Lapang Bola, Persija Jakarta hanya punya penguasaan bola 40 persen. Berbanding terbalik dengan tim Pesut Etam -julukan Borneo- yang mendominasi dengan 60 persen.

Selain itu, Persija juga lebih banyak ditekan oleh Borneo FC Samarinda. Mereka hanya coba mengandalkan serangan balik, yang ternyata juga tak berlalu jalan mulus.

Hal itu bisa dibuktikan dari jumlah tembakan kedua tim. Borneo FC Samarinda tercatat melepaskan 19 tendangan dengan tujuan mencetak gol selama 90 menit. Sembilan di antaranya mengarah sesuai yang diharapkan alias ke gawang dan satu berbuah gol.

Sementara delapan tembakan lain yang dilepaskan oleh Borneo FC, menjadi ancaman untuk Persija. Mariano Peralta, Berguinho, Fajar Faturrahman, Kei Hirose, hingga Christophe Nduwarugira adalah aktor yang membahayakan gawang lawan.

Tapi, Persija Jakarta beruntung punya penjaga gawang seperti Carlos Eduardo. Sebab delapan ancaman itu bisa dimentahkan olehnya sepanjang 90 menit. Kiper asal Brasil itu hanya kebobolan satu lewat Sihran.

Nah, penyerangan Borneo FC ini berbanding terbalik dengan Persija Jakarta. Mengandalkan serangan balik, Macan Kemayoran sangat sulit mengancam gawang tuan rumah yang dikawal Nadeo Argawinata.

Selama dua babak, Persija tercatat cuma tiga kali mencoba melepaskan tembakan. Nahasnya, tidak ada satupun yang tendangannya tepat sasaran. Nadeo sebagai penjaga gawang pun lebih banyak 'menganggur'.

Namun, fakta nahas itu sulit diterima oleh Ricky Nelson. Dia menolak jika Persija disebut tak punya shot on target. Pelatih interim pengganti Carlos Pena itu merasa sepakan Maciej Gajos pada menit ke-60 bisa dikatakan sebagai ancaman dan shot on target. 

"Kalau 0 sih enggak, ada satu babak kedua Maciej Gajos shot. Hanya sedikit di  atas tiang gawang. Tapi kalau nol enggak. Kita berusaha memang bermain dengan babak pertama tanpa striker itu juga cukup menyulitkan, karena memang ya striker kita semua cedera," kata Ricky Nelson usai laga. 

"Jadi kita mengubah bawa kedua lebih banyak bermain dengan winger supaya bisa lebih masuk. Tapi ya memang ada kesulitan tanpa, ya kita harus bermain dengan striker yang ada dan ya itu yang bisa dilakukan. Kalau on target karena satu on target tadi," tambahnya.

Sepakan Maciej Gajos pada menit ke-60 memang sebenarnya tak bisa dibilang on target. Sebab sepakannya dari luar kotak penalti masih melambung jauh ke atas gawang Borneo FC.

Editor: Hendra
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore