Sayuri bersaudara mendapatkan tindakan rasis setelah Persib Bandung kalah dari Malut United. (Media Malut United)
JawaPos.com - Manajemen Persib Bandung menyuarakan sikap tegas dalam menentang segala bentuk tindakan rasisme di dunia olahraga, khususnya dalam sepak bola Indonesia.
Pernyataan ini ditegaskan menyusul mencuatnya kasus dugaan perlakuan rasis terhadap dua pemain Malut United, Yakob dan Yance Sayuri, yang secara resmi melayangkan somasi kepada sejumlah akun media sosial yang diduga merupakan oknum suporter Persib Bandung.
Insiden tersebut menyentak perhatian publik dan menjadi pengingat bahwa diskriminasi berbasis suku, agama, ras, dan antargolongan masih menjadi tantangan serius di kancah sepak bola nasional.
Merespons hal ini, Persib menyatakan komitmennya untuk berdiri di garis depan dalam upaya pemberantasan rasisme demi menciptakan atmosfer olahraga yang sehat, inklusif, dan beradab.
"Persib menegaskan komitmennya untuk selalu menjunjung tinggi nilai-nilai sportivitas, inklusivitas, dan rasa saling menghormati di dalam maupun di luar lapangan," ujar Deputy CEO PT Persib Bandung Bermartabat, Adhitia Putra Herawan.
"Kami secara konsisten mendukung segala bentuk upaya untuk memerangi rasisme dalam sepak bola Indonesia" tambahnya.
Lebih lanjut, Adhitia menekankan bahwa sepak bola seharusnya menjadi ruang pemersatu yang menyatukan perbedaan, bukan tempat yang memicu perpecahan. Ia menegaskan Persib akan terus mematuhi semua regulasi yang berkaitan dengan etika dan semangat anti-diskriminasi yang dijunjung tinggi dalam dunia olahraga.
"Kami percaya bahwa sepak bola adalah ruang yang menyatukan perbedaan, bukan sebaliknya. Oleh karena itu, Persib selalu menghormati dan menaati seluruh aturan serta regulasi yang berlaku, termasuk yang berkaitan dengan etika, fair play, dan semangat anti-diskriminasi dalam olahraga," lanjutnya.
Sebagai langkah konkret, Persib juga berkomitmen menjalankan program edukasi internal serta bekerja sama dengan pemangku kepentingan lain guna mengembangkan kampanye anti-diskriminasi yang lebih luas.
Harapannya, gerakan ini dapat menciptakan atmosfer pertandingan yang positif dan bebas dari ujaran kebencian maupun tindakan diskriminatif lainnya.
Persib juga mengajak seluruh elemen sepak bola nasional federasi, klub, pemain, dan suporter untuk bersatu dalam memerangi rasisme. Ini bukan hanya tentang menjaga citra klub, tapi tentang menjaga marwah sepak bola bersama. Sudah saatnya bergerak bersama, karena sepak bola adalah milik semua orang.

11 Rekomendasi Es Teler Terlaris di Jogja, Selalu Jadi Favorit Pecinta Dessert Tradisional Warga Lokal Maupun Pelancong!
16 Tempat Wisata Terbaik di Pandaan Pasuruan yang Buat Liburan Penuh Panorama Alam, Pegunungan dan Ketenangan
104 Pusat Perbelanjaan di Jakarta Bakal Pesta Diskon sampai 70 Persen, Catat Waktunya!
10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
10 Kedai Es Teler Paling Enak di Jakarta, Cocok untuk Melepas Dahaga saat Cuaca Panas di Siang Hari!
Pulang ke Persebaya Surabaya? Andik Vermansah Dapat Tawaran dari 5 Klub, Ingin Kembali Bermain di Kasta Tertinggi
Jadwal Moto3 Italia 2026! Veda Ega Pratama Ditantang Tak Goyah di Mugello demi Salip Rival Klasemen
10 Tempat Makan Pempek Favorit di Bandung, Pilihan Menu Lengkap, Rasa Autentik, dan Perpaduan Cuko yang Kaya Rempah
Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
Ribuan Suporter Rayakan HUT ke-94 PSIS Semarang, Flare dan Nyanyian Menggema di Depan Kantor Gubernuran Jawa Tengah
