Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 20 April 2025 | 01.58 WIB

Resmi Diluncurkan PSSI, Seberapa Penting Garuda Academy untuk Perkembangan Sepak Bola Indonesia?

Garuda Academy jadi program terbaru PSSI yang mendapatkan dukungan dari FIFA dan AFC yang berfokus pada sports management. (Dok. Instagram PSSI)

JawaPos.com - Garuda Academy menjadi program terbaru yang resmi diluncurkan dan diperkenalkan oleh PSSI. Program ini mendapatkan dukungan dari FIFA dan AFC, dan dianggap penting untuk masa depan sepak bola Indonesia.

Ketua Umum PSSI, Erick Thohir menjelaskan bahwa Garuda Academy bukanlah akademi atau sekolah sepak bola (SSB). Program ini merupakan pendidikan strategis yang dirancang untuk mencetak generasi muda Indonesia sebagai pemimpin masa depan, terutama dalam manajemen olahraga.

Garuda Academy dilahirkan karena kebutuhan mendesak akan Sumber Daya Manusia (SDM) yang berkualitas di sektor olahraga nasional. Sebab, Indonesia saat ini belum memiliki institusi pendidikan formal yang secara khusus menawarkan kurikulum manajemen olahraga yang relevan dan berstandar internasional.

Program ini adalah upaya dari PSSI untuk memberikan pembelajaran relevan demi mengembangkan dunia manajemen olahraga di Indonesia dengan kurikulum dari FIFA Campus dan AFC Academic Center of Excellence. Garuda Academy diharapkan dapat memperkuat ekosistem sepak bola Indonesia.

Erick Thohir menegaskan bahwa Garuda Academy memiliki tujuan untuk regenerasi manajemen dalam dunia sepak bola. "Garuda Academy bukan akademi atau SSB, kita ini meluncurkan program sport management," katanya di Bali, dipetik Sabtu (19/4).

Menurut Erick, pengembangan sumber daya manusia (SDM) dalam bidang manajemen organisasi sepak bola sangat penting untuk memastikan adanya regenerasi yang baik dan membangun ekosistem sepak bola Indonesia untuk jangka panjang.

Terlebih, dalam struktur organisasi PSSI terdapat sebuah pedoman yang menyatakan bahwa posisi ketua umum hanya boleh dijabat oleh seseorang maksimal tiga periode.

Aturan itu tertuang dalam Pasal 38 statuta PSSI, masa jabatan untuk ketua umum, wakil ketua umum, dan anggota komite eksekutif ditetapkan selama empat tahun. Posisi-posisi vital federasi tersebut dapat dipilih kembali dalam Kongres PSSI yang akan datang, tetapi dengan batasan maksimal tiga periode jabatan.

"Pak Sekjen (Sekretaris Jenderal PSSI, Yunus Nudi) nanti tua, saya pun nanti tua. Kan enggak mungkin jadi ketua umum seumur hidup. Apalagi udah ada batasannya statuta, yang baru nanti hanya 3 kali," terangnya.

"Artinya apa? Pembangunan SDM kemampuan dari sebuah organisasi harus sudah mulai dilahirkan. Makanya jangan tanggung-tanggung, bikin Garuda Academy," tambahnya.

Nantinya, kata Erick Thohir, akan ada 100 orang yang akan dilatih dan ikut dalam program Garuda Academy. Mereka akan dilatih oleh FIFA beserta AFC untuk kemudian mendapatkan kesempatan bersekolah.

"Jadi nanti masuk 100 orang. Itu di-training FIFA, lalu menuju 80 oleh FIFA. Lalu nanti ke 30 oleh AFC, dan seterusnya turun. Nanti insya Allah yang terbaik siapa tahu dapat disekolahkan," tutur Erick.

Editor: Hendra
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore