Garuda Academy jadi program terbaru PSSI yang mendapatkan dukungan dari FIFA dan AFC yang berfokus pada sports management. (Dok. Instagram PSSI)
JawaPos.com - Garuda Academy menjadi program terbaru yang resmi diluncurkan dan diperkenalkan oleh PSSI. Program ini mendapatkan dukungan dari FIFA dan AFC, dan dianggap penting untuk masa depan sepak bola Indonesia.
Ketua Umum PSSI, Erick Thohir menjelaskan bahwa Garuda Academy bukanlah akademi atau sekolah sepak bola (SSB). Program ini merupakan pendidikan strategis yang dirancang untuk mencetak generasi muda Indonesia sebagai pemimpin masa depan, terutama dalam manajemen olahraga.
Garuda Academy dilahirkan karena kebutuhan mendesak akan Sumber Daya Manusia (SDM) yang berkualitas di sektor olahraga nasional. Sebab, Indonesia saat ini belum memiliki institusi pendidikan formal yang secara khusus menawarkan kurikulum manajemen olahraga yang relevan dan berstandar internasional.
Program ini adalah upaya dari PSSI untuk memberikan pembelajaran relevan demi mengembangkan dunia manajemen olahraga di Indonesia dengan kurikulum dari FIFA Campus dan AFC Academic Center of Excellence. Garuda Academy diharapkan dapat memperkuat ekosistem sepak bola Indonesia.
Erick Thohir menegaskan bahwa Garuda Academy memiliki tujuan untuk regenerasi manajemen dalam dunia sepak bola. "Garuda Academy bukan akademi atau SSB, kita ini meluncurkan program sport management," katanya di Bali, dipetik Sabtu (19/4).
Menurut Erick, pengembangan sumber daya manusia (SDM) dalam bidang manajemen organisasi sepak bola sangat penting untuk memastikan adanya regenerasi yang baik dan membangun ekosistem sepak bola Indonesia untuk jangka panjang.
Terlebih, dalam struktur organisasi PSSI terdapat sebuah pedoman yang menyatakan bahwa posisi ketua umum hanya boleh dijabat oleh seseorang maksimal tiga periode.
Aturan itu tertuang dalam Pasal 38 statuta PSSI, masa jabatan untuk ketua umum, wakil ketua umum, dan anggota komite eksekutif ditetapkan selama empat tahun. Posisi-posisi vital federasi tersebut dapat dipilih kembali dalam Kongres PSSI yang akan datang, tetapi dengan batasan maksimal tiga periode jabatan.
"Pak Sekjen (Sekretaris Jenderal PSSI, Yunus Nudi) nanti tua, saya pun nanti tua. Kan enggak mungkin jadi ketua umum seumur hidup. Apalagi udah ada batasannya statuta, yang baru nanti hanya 3 kali," terangnya.
"Artinya apa? Pembangunan SDM kemampuan dari sebuah organisasi harus sudah mulai dilahirkan. Makanya jangan tanggung-tanggung, bikin Garuda Academy," tambahnya.
Nantinya, kata Erick Thohir, akan ada 100 orang yang akan dilatih dan ikut dalam program Garuda Academy. Mereka akan dilatih oleh FIFA beserta AFC untuk kemudian mendapatkan kesempatan bersekolah.
"Jadi nanti masuk 100 orang. Itu di-training FIFA, lalu menuju 80 oleh FIFA. Lalu nanti ke 30 oleh AFC, dan seterusnya turun. Nanti insya Allah yang terbaik siapa tahu dapat disekolahkan," tutur Erick.

Fans Persija Datangi Sesi Latihan di Sawangan, Jakmania Bentangkan Spanduk Kritik untuk Manajemen Klub
Kemendiktisaintek Ubah Nama Prodi Teknik jadi Rekayasa, ini Daftarnya
Sekjen Laskar Merah Putih Minta Presiden Perhatikan Para Jaksa: Mereka Belum Dapat Apresiasi yang Proporsional
11 Oleh-Oleh Khas Semarang yang Paling Diburu Wisatawan karena Rasanya Lezat dan Cocok Dijadikan Buah Tangan
Jadwal Moto3 Catalunya 2026: Veda Ega Pratama Siap Jaga Konsistensi di Barcelona
Koperasi Desa Merah Putih di Pakuhaji Sepi dan Bangunan Sederhana, Dinkop UMKM Tangerang: Tidak Dibangun dari Dana Agrinas
5 Mall Terbaik dan Paling Cozy di Solo, Cocok untuk Menikmati Kuliner, Belanja, dan Nongkrong di Satu Tempat
13 Buah Tangan Khas Malang Paling Populer dengan Cita Rasa Lezat dan Harga Ramah di Kantong
12 Rekomendasi Oleh-Oleh Tradisional dan Kekinian Khas Bandung, Wajib Masuk Daftar Belanja Wisatawan Saat Berkunjung ke Kota Kembang
10 Rekomendasi Oleh-oleh Khas Solo yang Selalu Ramai Dibeli Saat Musim Liburan, Mulai dari Tradisional hingga Makanan Kekinian!
