Pesepak bola Persebaya Gilson Costa mencoba melewati pemain Persija Jakarta pada pertandingan Liga 1 di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, Sabtu (12/4/20225). Pemain Persebaya Andre Oktaviansyah mencoba melewati pemain Persija Jakarta pada pertandi
JawaPos.com - Persebaya masih konsisten bersaing di papan atas klasemen sementara Liga 1 musim ini. Hingga pekan 28, tim asuhan Paul Munster ini masih duduk di peringkat tiga di bawah Persib dan Dewa United.
Peluang juara tipis karena selisih poin dengan pemuncak klasemen sementara, Persib Bandung cukup jauh yaitu 9 poin. Green Force sendiri mengoleksi 49 poin, sedangkan Maung Bandung memiliki 58 poin. Namun, tidak ada yang tidak mungkin dalam sepak bola sehingga Persebaya menolak untuk melempar handuk.
Sayangnya, meski konsisten di papan atas, ada rekor minor yang dibukukan Persebaya musim ini, yaitu catatan koleksi kartu kuning. Mengutip dari Fotmob, para pemain Green Force secara total sudah mengoleksi 69 kartu kuning.
Bruno Moreira dkk menempati peringkat empat sebagai tim Liga 1 pengoleksi kartu kuning terbanyak musim ini, dibawah Bali United (74 kartu kuning), PSS Sleman (74), dan Semen Padang (69).
Yang membedakan dengan Semen Padang adalah jumlah kartu merahnya. Mereka mengoleksi delapan, sedangkan Persebaya hanya empat.
Bahkan diantara tiga besar, Persebaya mengoleksi kartu kuning terbanyak. Diikuti Persib Bandung dengan 60 kartu, dan Dewa United hanya mengoleksi 53 kartu kuning.
Jika dilihat lebih mendalam, hampir semua pemain Green Force telah memiliki koleksi kartu kuning. Hanya Randy May dan Rizky Dwi saja yang belum pernah mengoleksi satu kartu pun.
Catatan ini tentu cukup merugikan bagi Persebaya karena bisa-bisa setiap pekan akan ada pemain yang absen untuk menjalani hukuman akumulasi kartu kuning.
Yang paling terlihat adalah pada dua laga terakhir. Saat menghadapi Persija Jakarta akhir pekan lalu, tiga pemain inti yaitu Francisco Rivera, Dejan Tumbas, dan Catur Pamungkas harus absen.
Lalu pada akhir pekan mendatang menjamu Madura United, giliran Bruno Moreira dan Malik Risaldi yang harus menjalani hukuman. Hal ini tentu merugikan karena Bruno dan Rivera tidak bisa berduet lagi dalam dua pertandingan.
Coach Paul Munster pun harus kembali memutar otak untuk menambal posisi yang ditinggalkan para pemain inti tersebut. Dan imbasnya, kondisi tim menjadi kurang ideal dan tak jarang berujung gagal meraih tiga poin.
Kondisi ini merupakan PR yang harus segera diatasi Munster, apalagi saat ini sedang menjalani misi sprint untuk melaju cepat di perburuan gelar Liga 1. Jika tidak, maka Persebaya akan kesulitan memenangkan semua pertandingan sisa.

Prediksi Susunan Pemain Timnas Portugal vs RD Kongo: Vitinha Incar Gol Pertamanya
Bocor ke Publik! 2 Alasan Krusial Ramadhan Sananta Mau Gabung ke Persebaya Surabaya
Apa Itu Weton Tibo Pati dan Siapa Saja yang Mendapatkan Julukan Ini? Simak Misteri di Balik Nasib Weton Tibo Pati
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Daftar Pemain Ghana dan Panama di Grup L Piala Dunia 2026
Prediksi Skor Austria vs Yordania di Piala Dunia 2026: Debut Bersejarah Wakil Asia Terancam di Laga Pertama
Sudah Masuk KBLI, Konten Kreator Didorong Punya NIB untuk Perkuat Legalitas
TVRI Hilang? Begini Cara Memunculkan Sinyal TVRI untuk Nonton Piala Dunia 2026 Gratis
Prediksi Skor Timnas Portugal vs RD Kongo, Duel Pembuka Grup K Piala Dunia 2026 yang Sarat Ambisi
Foto Prabowo-Gibran Dipasang di Salib Merah saat Demo di Monas, PMKRI: Simbol Dua Pendosa
