
Pelatih Persija Jakarta, Carlos Pena, mengarahkan tim dalam laga vs Madura United (Dok. Persija Jakarta)
JawaPos.com - Persija Jakarta tengah menjalani tren kurang bagus di Liga 1 Indonesia 2024/2025 dengan catatan cuma menang sekali dalam sembilan pertandingan terakhir. Pun begitu, Carlos Pena sebagai pelatih Macan Kemayoran enggan cemas apalagi takut dengan masa depannya.
Persija baru saja cuma bisa mendapatkan satu poin pada pekan ke-28 Liga 1 2024/2025. Macan Kemayoran ditahan oleh Persebaya Surabaya dengan skor 1-1 di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta pada Sabtu (12/4) malam.
Hasil itu membuat Persija kini menjalani tiga laga tanpa kemenangan. Sebelum ditahan Persebaya Surabaya, Macan Kemayoran menyerah dari Arema FC (1-3) dan Madura United FC (0-1).
Terakhir kali Persija menang adalah saat menjamu PSIS Semarang di Indomilk Arena pada 5 Maret lalu. Saat itu Rizky Ridho dan kolega menang dengan skor 2-0.
Tapi, itu jadi satu-satunya kemenangan yang diperoleh Persija sejak akhir Januari. Ya, Macan Kemayoran juga sudah menjalani tren buruk sebelum menang atas PSIS.
Mereka bermain imbang kontra Persis Solo (3-3), PSBS Biak (2-2), dan Persib Bandung (2-2), serta kalah dari Dewa United FC (1-2) dan PSM Makassar (0-1). Sebuah catatan yang tak mulus. Carlos Pena mengakui itu.
"Memang, kami tidak menang di tiga laga terakhir, itu benar. Ini adalah situasi yang sulit, kami tengah di tren yang buruk. Di sembilan laga terakhir hasilnya kurang memuaskan, dan itu benar. Kami mengetahui hal itu," katanya.
Akibatnya, Persija kini turun ke posisi lima klasemen sementara Liga 1 2024/2025 dengan koleksi 44 poin. Mereka digusur oleh Malut United FC, yang sukses naik ke empat besar dengan 46 angka.
Situasi ini bisa jadi sinyal bahaya untuk Persija, khususnya Carlos Pena. Sebab manajemen menargetkan sang pelatih untuk bisa berada di empat besar, bila ingin tetap menangani Macan Kemayoran.
Meski ada alarm, Carlos Pena menanggapi santai. Dia tak merasa itu sebagai sesuatu yang berbahaya dan gawat. Sebaliknya, dia justru tak khawatir sama sekali.
"Mengenai masa depan saya, saya ulangi apa yang saya katakan kemarin. Saya tidak khawatir mengenai masa depan saya," jelas Pena.
Fokus Carlos Pena saat ini adalah membantu Persija menyelesaikan musim dengan sebaik mungkin. Masih ada enam pertandingan yang bisa diperjuangkan oleh Macan Kemayoran untuk dapat poin dan finis di empat besar, sesuai dengan target manajemen.
Carlos Pena baru mau memikirkan masalah itu pada akhir musim, setelah Persija menyelesaikan Liga 1 Indonesia 2024/2025. "Saya fokus untuk meraih performa terbaik dari tim ini, pemain saya, setiap pekannya. Saya punya enam laga tersisa untuk berjuang, untuk memenangi semuanya. Pada akhirnya, manajemen akan menentukan. Jika mereka ingin saya lanjut atau tidak. Lalu, saya juga bisa memutuskan," terangnya.
"Namun, sekarang saya tidak khawatir. Saya fokus untuk memulihkan pemain saya, menganalisa laga hari ini, dan mempersiapkan diri untuk melawan Persik Kediri. Dan, di situlah energi saya saat ini. Dan, itu akan menjadi energi saya hingga akhir musim," pungkas Pena.

Prediksi Skor Selandia Baru vs Mesir di Piala Dunia 2026: Mohamed Salah Jadi Tumpuan Libas All Whites
Kapolri Kenang Warisan Bung Karno, Tegaskan Semangat Pemimpin Bangsa Harus Terus Dijaga
Prediksi Skor Ekuador vs Curacao di Piala Dunia 2026: La Tri Wajib Menang demi Lolos ke Babak 32 Besar
Prediksi Skor Uruguay vs Tanjung Verde di Piala Dunia 2026: Kecerdikan Marcelo Bielsa Hadapi Blue Sharks
Prediksi Skor Jerman vs Pantai Gading di Piala Dunia 2026: Ujian Sesungguhnya Die Mannschaft di Grup E
Prediksi Skor Belgia vs Iran di Piala Dunia 2026: Kevin de Bruyne Jadi Pembeda Ladeni Perlawanan Team Melli
Gabriel Budi Blak-blakan, Agen Pemain Persebaya Surabaya Ungkap Sosok Paling Berkesan
Prediksi Skor Spanyol vs Arab Saudi di Piala Dunia 2026: La Roja Wajib Menang Demi Lolos ke 32 Besar
Prediksi Susunan Pemain Timnas Jepang vs Tunisia: Hiroki Ito Sudah Kantongi Kekuatan Lawan!
Prediksi Susunan Pemain Timnas Ekuador vs Curacao: Alan Franco Sudah Lupakan Kekalahan di Laga Perdana
