
Tepat pada 11 April 2025, Deltras FC merayakan hari jadi yang ke-36. (Istimewa)
JawaPos.com–Tepat pada 11 April 2025, Deltras FC merayakan hari jadi yang ke-36. Klub berjuluk The Lobster ini kini dikenal sebagai kebanggaan warga Sidoarjo, meskipun sejarahnya berawal dari kisah yang cukup kompleks dan sering disalahpahami.
Banyak yang mengira Deltras berasal dari Bali, padahal cikal bakal klub ini justru bermula dari konflik internal klub besar Jawa Timur, Persebaya Surabaya.
Akar Sejarah Deltras: Bukan dari Bali
Deltras memiliki sejarah panjang yang bermula pada 1986 ketika Persebaya Surabaya menghadapi krisis internal. Kala itu, Letkol Laut Soegardjito menjabat sebagai Ketua Umum, sementara Mislan menjadi manajer tim. Setelah Persebaya gagal menembus enam besar Perserikatan 1986 dan hanya mampu bermain di babak degradasi, konflik internal pun mencuat.
Soegardjito akhirnya tersingkir dari struktur klub karena perpecahan suara dalam organisasi, sedangkan Mislan tetap aktif di dunia sepak bola. Mislan kemudian membina tim internal Persebaya bernama Putra Gelora. Dia memiliki mimpi besar membawa tim ini berlaga di kompetisi profesional Galatama.
Untuk mematangkan tim, Putra Gelora berkeliling Jawa Timur dan mencari kota yang cocok sebagai markas. Meskipun awalnya mengincar lokasi di sekitar Surabaya, saran dari Soepangat (MC Gelora 10 November) membawa Putra Gelora hijrah ke Bali pada 1989 atas undangan Ali Mahakam.
Di Bali, nama klub berubah menjadi Gelora Dewata, yang sempat mencicipi kompetisi Galatama dan tampil sebagai runner-up pada musim 1993/1994. Namun pada 2001, pemerintah Kabupaten Sidoarjo memutuskan untuk memulangkan klub ini ke Jawa Timur.
Setibanya di Sidoarjo, namanya berubah menjadi Gelora Putra Delta (GPD), lalu menjadi Delta Putra Sidoarjo, yang kemudian dikenal luas dengan singkatan Deltras.
Kiprah Deltras di Kompetisi Nasional
Sejak kembali ke Sidoarjo, Deltras menjadi bagian penting dalam perjalanan sepak bola nasional. Klub ini pernah bersaing di Divisi Utama Liga Bank Mandiri, Liga Djarum Indonesia, hingga Indonesia Super League. Namun perjalanan mereka tidak selalu mulus.
Pada 2017, Deltras sempat terpuruk dan harus turun ke Liga 3. Untungnya, mereka berhasil bangkit dan promosi kembali ke Liga 2 pada 2021.
Dalam dua musim terakhir, Deltras menunjukkan performa solid. Musim 2023/2024 mereka hampir promosi ke Liga 1 di bawah asuhan Widodo C. Putro setelah mencapai babak 8 besar. Musim berikutnya, capaian serupa kembali diraih bersama mendiang Bejo Sugiantoro sebagai pelatih.
Identitas dan Dukungan Suporter
Kini bermarkas di Stadion Gelora Delta, Deltras FC terus menunjukkan semangat membara di setiap pertandingan. Dengan dukungan penuh dari suporter setia mereka, Deltamania, Deltras tidak hanya menjadi klub sepak bola, tapi juga simbol kebanggaan masyarakat Sidoarjo.

10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
10 Tempat Makan Pempek Favorit di Bandung, Pilihan Menu Lengkap, Rasa Autentik, dan Perpaduan Cuko yang Kaya Rempah
16 Tempat Wisata Terbaik di Pandaan Pasuruan yang Buat Liburan Penuh Panorama Alam, Pegunungan dan Ketenangan
11 Rekomendasi Es Teler Terlaris di Jogja, Selalu Jadi Favorit Pecinta Dessert Tradisional Warga Lokal Maupun Pelancong!
10 Kuliner Lezat Dekat Stasiun Pasar Turi Surabaya, dari Lontong Balap hingga Nasi Bebek
10 Kedai Es Teler Paling Enak di Jakarta, Cocok untuk Melepas Dahaga saat Cuaca Panas di Siang Hari!
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
18 Oleh-Oleh Khas Tulungagung Ini Wajib Dibeli Jika Berkunjung, dari Kuliner hingga Kerajinan Tradisional
Ribuan Suporter Rayakan HUT ke-94 PSIS Semarang, Flare dan Nyanyian Menggema di Depan Kantor Gubernuran Jawa Tengah
