Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 11 April 2025 | 02.15 WIB

Jakmania Buka Pintu Hangat untuk Bonek di GBK, Laga Persija Jakarta vs Persebaya Surabaya Jadi Sorotan!

Jakmania menyalakan suar (flare) saat mendukung klub kebanggaan mereka Persija Jakarta dalam laga uji coba melawan Rans Nusantara FC di Stadion Wibawa Mukti. (ANTARA) - Image

Jakmania menyalakan suar (flare) saat mendukung klub kebanggaan mereka Persija Jakarta dalam laga uji coba melawan Rans Nusantara FC di Stadion Wibawa Mukti. (ANTARA)

JawaPos.com — Ketua Umum Jakmania, Diky Soemarno, menyampaikan sambutan hangat kepada suporter Persebaya Surabaya, Bonek, jelang laga Liga 1 antara Persija Jakarta dan Persebaya Surabaya pada Sabtu (12/4/2025) di Jakarta.

Ia mengungkapkan komunikasi dengan pihak Bonek telah dilakukan untuk memastikan pertandingan berjalan lancar.  

Diky menjelaskan Jakmania selaku tuan rumah telah menyiapkan sejumlah hal untuk menyambut Bonek yang hadir mendukung Persebaya Surabaya.

“Kalau komunikasi pasti ada ya. Kami juga menyiapkan beberapa hal berkaitan dengan teman-teman bonek yang hadir. Karena ada larangan atau tidak ada larangan, kami juga sebagai Jakmania tuan rumah main di Jakarta. Lawan (PSS) Sleman teman teman Sleman datang, lawan (Persita) Tangerang teman-teman (Tangerang) datang, lawan Solo juga teman-teman Solo juga pada hadir,” ujarnya Kamis (10/4/2025) dikutip dari Antara.  

Menurut Diky, kehadiran suporter tandang bukanlah hal baru bagi Jakmania meski ada regulasi larangan dari PSSI. Ia menyebut momen ini sebagai uji coba mitigasi untuk menyambut musim depan saat larangan suporter away kemungkinan dicabut.  

PSSI memang memberlakukan larangan suporter tandang sejak musim 2023/2024 sebagai respons atas Tragedi Kanjuruhan pada Oktober 2022.

Regulasi ini bertujuan meningkatkan keamanan, namun praktiknya masih sering dilanggar oleh suporter yang nekat melakukan tur tandang.  

Sebagai contoh, pada pertemuan sebelumnya di Stadion Gelora Bung Tomo, Surabaya, November 2024, sejumlah suporter Persija tetap hadir mendukung timnya.

Menariknya, tidak ada keributan antara Jakmania dan Bonek saat itu, meski kedua klub tetap kena denda dari Komite Disiplin PSSI.  

Diky menegaskan Jakmania ingin menjadikan laga akhir pekan ini sebagai bukti suporter bisa berdampingan dengan damai.

“Jadi kami memang menerima teman-teman. Karena memang sudah waktunya kami melakukan mitigasi untuk persiapan musim depan ketika larangan away itu dicabut. Jadi mitigasi ini percobaan lah,” imbuhnya.

“Jadi kami harus uji coba secara teknis seperti apa situasinya dan bagaimana caranya biar ketika musim depan sudah dibuka keran larangan (penonton) away-nya itu, maka semua sudah berjalan lancar.”

Langkah Jakmania ini pun menuai perhatian karena bisa menjadi tonggak baru dalam hubungan antar suporter di Indonesia. Jika berhasil, laga Persija vs Persebaya Surabaya bisa jadi contoh rivalitas tak harus berujung konflik.  

Tragedi Kanjuruhan memang meninggalkan trauma mendalam bagi sepak bola Indonesia, membuat regulasi ketat diberlakukan.

Namun, semangat Jakmania dan Bonek untuk tetap mendukung tim kesayangan menunjukkan kultur suporter sulit dibendung.  

Editor: Hendra
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore