
Timnas Indonesia (dok. PSSI)
JawaPos.com - Timnas Indonesia harus menerima kekalahan telak 1-5 dari Australia dalam lanjutan Grup C Kualifikasi Piala Dunia 2026 di Stadion Sydney Football, Kamis (20/3). Pengamat sepak bola Australia, Bruce Djite, menilai bahwa hasil ini bisa membuat Indonesia merasa heran karena merasa tampil cukup baik.
Menurut Djite, meski skor menunjukkan kemenangan telak untuk Socceroos, permainan Australia sebenarnya tidak terlalu impresif. Tim asuhan Tony Popovic justru menunjukkan efektivitas luar biasa dalam memanfaatkan peluang.
"Australia tampil klinis dan meraih tiga poin. Apakah permainan [Australia] secara keseluruhan adalah yang terbaik? Jawabannya tidak," ujar Djite, seperti dikutip dari The Roar.
"Indonesia akan melihat papan skor, berpikir, bagaimana mungkin kami kalah 1-5 dalam pertandingan itu? Namun, buat Australia, mereka seharusnya pulang dengan sangat, sangat bahagia,” lanjutnya.
Sebelumnya, pemain Timnas Indonesia, Thom Haye, mematok target tinggi saat melawat ke Sydney. Gelandang Almere City FC itu bahkan menolak hasil seri dan menginginkan 3 poin untuk dibawa pulang ke Jakarta.
Sejak peluit pertama dibunyikan, Timnas Indonesia tampil cukup percaya diri. Mereka bahkan mencatatkan penguasaan bola hingga 64 persen di babak pertama, menunjukkan dominasi dalam mengendalikan permainan. Pada menit ketujuh, Garuda mendapat peluang emas melalui penalti setelah Rafael Struick dijatuhkan Kye Rowles di kotak terlarang. Sayangnya, eksekusi penalti Kevin Diks hanya membentur tiang gawang, membuyarkan peluang Indonesia untuk unggul lebih dulu.
Momentum kemudian berbalik untuk Australia. Di menit ke-18, Socceroos mendapat hadiah penalti setelah Nathan Tjoe A On melanggar Lewis Miller. Martin Boyle sukses mengeksekusi penalti dengan tenang, membawa Australia unggul 1-0. Dua menit berselang, Nishan Velupillay memanfaatkan bola liar di kotak penalti untuk menggandakan keunggulan menjadi 2-0.
Timnas Indonesia terus berusaha membalas, tetapi lini pertahanan Australia tampil disiplin. Pada menit ke-34, Jackson Irvine memperbesar keunggulan tuan rumah setelah memanfaatkan kesalahan lini belakang Indonesia. Skor 3-0 bertahan hingga turun minum.
Di babak kedua, pelatih Patrick Kluivert melakukan perubahan dengan memasukkan Eliano Reijnders menggantikan Rafael Struick untuk menyegarkan lini serang. Indonesia mendapatkan peluang emas pada menit ke-53 lewat tembakan Ole Romeny, namun kiper Mat Ryan berhasil menggagalkannya.
Alih-alih memperkecil ketertinggalan, Indonesia justru kembali kebobolan pada menit ke-61. Craig Goodwin menyundul bola hasil sepak pojok Lewis Miller, memperlebar jarak menjadi 4-0. Meski tertinggal jauh, Garuda terus mencoba mencetak gol. Usaha itu akhirnya membuahkan hasil pada menit ke-78 ketika Ole Romeny memanfaatkan umpan Kevin Diks untuk mencetak gol balasan.
Namun, di penghujung laga, Australia memastikan kemenangan telak 5-1 setelah Jackson Irvine mencetak gol keduanya pada menit ke-90. Skor tersebut bertahan hingga peluit akhir dibunyikan.
Statistik Pertandingan
Berdasarkan statistik, Timnas Indonesia lebih dominan dalam penguasaan bola dengan 56 persen berbanding 46 persen milik Australia. Tim Garuda juga menciptakan lebih banyak peluang berbahaya dengan 11 tembakan, empat di antaranya tepat sasaran. Di sisi lain, Australia hanya mencatatkan sembilan tembakan, tetapi tujuh di antaranya mengarah ke gawang dan empat berbuah gol.
"Efektivitas menjadi faktor pembeda. Empat dari tujuh tembakan yang mengarah ke gawang Indonesia menjadi gol, sedangkan Indonesia hanya mampu mencetak satu gol dari empat peluang emas," tambah Djite.
Situasi Timnas Indonesia

Fans Persija Datangi Sesi Latihan di Sawangan, Jakmania Bentangkan Spanduk Kritik untuk Manajemen Klub
Kemendiktisaintek Ubah Nama Prodi Teknik jadi Rekayasa, ini Daftarnya
Sekjen Laskar Merah Putih Minta Presiden Perhatikan Para Jaksa: Mereka Belum Dapat Apresiasi yang Proporsional
11 Oleh-Oleh Khas Semarang yang Paling Diburu Wisatawan karena Rasanya Lezat dan Cocok Dijadikan Buah Tangan
Jadwal Moto3 Catalunya 2026: Veda Ega Pratama Siap Jaga Konsistensi di Barcelona
Koperasi Desa Merah Putih di Pakuhaji Sepi dan Bangunan Sederhana, Dinkop UMKM Tangerang: Tidak Dibangun dari Dana Agrinas
5 Mall Terbaik dan Paling Cozy di Solo, Cocok untuk Menikmati Kuliner, Belanja, dan Nongkrong di Satu Tempat
13 Buah Tangan Khas Malang Paling Populer dengan Cita Rasa Lezat dan Harga Ramah di Kantong
12 Rekomendasi Oleh-Oleh Tradisional dan Kekinian Khas Bandung, Wajib Masuk Daftar Belanja Wisatawan Saat Berkunjung ke Kota Kembang
10 Rekomendasi Oleh-oleh Khas Solo yang Selalu Ramai Dibeli Saat Musim Liburan, Mulai dari Tradisional hingga Makanan Kekinian!
